{"id":41439,"date":"2022-08-13T09:22:00","date_gmt":"2022-08-13T02:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41439"},"modified":"2022-06-05T18:39:47","modified_gmt":"2022-06-05T11:39:47","slug":"apakah-umat-kristen-dari-denominasi-berbeda-boleh-berkencan-dan-menikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-umat-kristen-dari-denominasi-berbeda-boleh-berkencan-dan-menikah\/","title":{"rendered":"Apakah umat Kristen dari denominasi berbeda boleh berkencan dan menikah?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mengenai denominasi, sering dipertanyakan, apakah boleh seorang denominasi Baptis berkencan dengan seorang berdenominasi Pentakosta? Bolehkah seorang Lutheran berkencan dengan orang berdenominasi Presbyterian? Alkitab berbicara mengenai &quot;pasangan yang tidak seimbang&quot; (2 Korintus 6:14), akan tetapi ini hanya merujuk kepada orang percaya dan orang yang tidak percaya. Ini tidak berkaitan dengan dua orang percaya yang mempunyai beberapa interpretasi yang berbeda. Bilamana kedua orang tersebut mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maka tidak ada alasan secara Alkitabiah, untuk tidak memperbolehkan mereka berkencan atau menikah. Ini tidak menandakan bahwa tidak akan ada masalah yang muncul. Jika hubungan menjadi serius dan semakin berarah kepada pernikahan, pasangan tersebut harus duduk bersama dan merundingkan gereja pilihan mereka. Apabila ada perselisihan secara doktrin, maka pasangan itu harus setuju walau tidak sepaham, mereka dapat menemukan garis tengah mengenai cara mendidik anak dan cara hidup dalam iman Kristen. Yang paling baik adalah apabila pasangan setuju secara doktrin, tetapi hal yang penting adalah iman di dalam Kristus, kasih bagi sesama, dan keinginan untuk memiliki hubungan yang mempermuliakan Allah. Tentunya asumsi ini selayaknya antar denominasi seputar iman Kristiani. Orang percaya di dalam Kristus hendaknya tidak boleh menikahi mereka dari pemujaan atau agama lain yang mengklaim diri sebagai Kristen. Bagaimana kita dapat mengetahui perbedaan iman Kristen yang benar dengan iman\/pemujaan lain yang serupa tetapi bukan Kristen? Kita harus dapat meninjau kebenaran-kebenaran yang ada di dalam Alkitab secara mendasar dan dibandingkan dengan apa yang dipercayai agama\/pemujaan lain tersebut. Jika secara dasar mereka sama dalam pengakuannya mengenai ke-Illahian Yesus, jati-diri Kristus sebagai Allah dan sebagai satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia, pengorbanan beserta fungsiNya, fungsi dan pengakuan akan Roh Kudus, dan setuju dengan semua yang dituliskan Alkitab tanpa ditambah atau dikurangi \u2014 maka iman tersebut adalah iman Kristiani yang sesungguhnya. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Mengenai denominasi, sering dipertanyakan, apakah boleh seorang denominasi Baptis berkencan dengan seorang berdenominasi Pentakosta? Bolehkah seorang Lutheran berkencan dengan orang berdenominasi Presbyterian? Alkitab berbicara mengenai &#8220;pasangan yang tidak seimbang&#8221; (2 Korintus 6:14), akan tetapi ini hanya merujuk kepada orang percaya dan orang yang tidak percaya. Ini tidak berkaitan dengan dua orang percaya yang mempunyai beberapa interpretasi yang berbeda. Bilamana kedua orang tersebut mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maka tidak ada alasan secara Alkitabiah, untuk tidak memperbolehkan mereka berkencan atau menikah.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Ini tidak menandakan bahwa tidak akan ada masalah yang muncul. Jika hubungan menjadi serius dan semakin berarah kepada pernikahan, pasangan tersebut harus duduk bersama dan merundingkan gereja pilihan mereka. Apabila ada perselisihan secara doktrin, maka pasangan itu harus setuju walau tidak sepaham, mereka dapat menemukan garis tengah mengenai cara mendidik anak dan cara hidup dalam iman Kristen. Yang paling baik adalah apabila pasangan setuju secara doktrin, tetapi hal yang penting adalah iman di dalam Kristus, kasih bagi sesama, dan keinginan untuk memiliki hubungan yang mempermuliakan Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya asumsi ini selayaknya antar denominasi seputar iman Kristiani. Orang percaya di dalam Kristus hendaknya tidak boleh menikahi mereka dari pemujaan atau agama lain yang mengklaim diri sebagai Kristen. Bagaimana kita dapat mengetahui perbedaan iman Kristen yang benar dengan iman\/pemujaan lain yang serupa tetapi bukan Kristen? Kita harus dapat meninjau kebenaran-kebenaran yang ada di dalam Alkitab secara mendasar dan dibandingkan dengan apa yang dipercayai agama\/pemujaan lain tersebut. Jika secara dasar mereka sama dalam pengakuannya mengenai ke-Illahian Yesus, jati-diri Kristus sebagai Allah dan sebagai satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia, pengorbanan beserta fungsiNya, fungsi dan pengakuan akan Roh Kudus, dan setuju dengan semua yang dituliskan Alkitab tanpa ditambah atau dikurangi \u2014 maka iman tersebut adalah iman Kristiani yang sesungguhnya. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mengenai denominasi, sering dipertanyakan, apakah boleh seorang denominasi Baptis berkencan dengan seorang berdenominasi Pentakosta? Bolehkah seorang Lutheran berkencan dengan orang berdenominasi Presbyterian? Alkitab berbicara mengenai &#8220;pasangan yang tidak seimbang&#8221; (2 Korintus 6:14), akan tetapi ini hanya merujuk kepada orang percaya dan orang yang tidak percaya. Ini tidak berkaitan dengan dua orang percaya yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[146],"class_list":["post-41439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"991","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}