{"id":41454,"date":"2022-08-16T09:24:00","date_gmt":"2022-08-16T02:24:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41454"},"modified":"2022-06-05T18:42:03","modified_gmt":"2022-06-05T11:42:03","slug":"apa-yang-diajarkan-alkitab-tentang-menggoda-main-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-diajarkan-alkitab-tentang-menggoda-main-mata\/","title":{"rendered":"Apa yang diajarkan Alkitab tentang menggoda \/ main mata?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Alkitab tidak secara khusus membahas perilaku menggoda lawan jenis, namun ada beberapa prinsip Alkitab yang dapat kita terapkan pada topik ini. Secara utama, kita perlu membahas definisi menggoda\/main mata. Menurut kamus, perilaku ini di definisikan sebagai &quot;a) berperilaku romantis tanpa maksud serius, atau b) menunjukkan ketertarikan secara dangkal atau sambil lalu.&quot; Kata ini mirip artinya dengan kata mempermainkan, sesuatu yang tidak bermakna. Selanjutnya kita perlu memperhatikan tujuan dari godaan \/ main mata. Apakah pelakunya berusaha menarik perhatian orang lain, baik secara negatif atau positif? Apakah mereka berusaha menunjukkan ketertarikan secara seksual? Apakah mereka memandangnya sebagai canda gurau yang tidak menyakiti orang lain, meskipun mungkin mereka atau sasaran mereka dalam keadaan sudah menikah? Komunikasi yang tersirat nada seksual secara santai sangat membahayakan secara rohani. Meskipun sebagian orang percaya selama tidak ada hubungan fisik, apa yang terjadi dalam pikiran kita tidak penting, Alkitab menentang ide itu. &quot;Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya&quot; (Matius 5:28). Yakobus mengajar, &quot;Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut&quot; (Yakobus 1:14-15). Apa yang terjadi dalam pikiran kita sangat diperhatikan oleh Allah, dan pikiran kita pada akhirnya akan membuahkan perilaku. Dosa dimulai dalam pikiran kita kemudian meresapi hati kita. Matius 12:35 mengajar bahwa &quot;Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.&quot; Kenyataannya, apapun yang mengelilingi kita, yang di dalamnya kita melibatkan diri, dan apapun yang kita pikirkan \u2014 kita akan menjadi hal itu. Oleh karena itu Filipi 4:8 mengajar, &quot;Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.&quot; Meskipun main mata dianggap tidak berbahaya, kenyataannya tidak demikian. Menggoda mungkin membuat kita diperhatikan, namun perhatian yang berbau seksual menyurutkan kehormatan dalam interaksi kita. Sifat menggoda juga merusak nama baik seseorang, sehingga persahabatan dan bahkan hubungan romantis baik sekarang dan di masa depan akan terpengaruhi. Mungkin main mata terasa menyenangkan untuk sesaat, namun kedekatan yang dirasakan itu palsu dan orang yang terlibat akan merasa hampa karena tidak ada hubungan yang nyata di antara keduanya. Kita juga perlu mempertimbangkan orang yang digoda. Adalah mungkin bahwa pria atau wanita yang sedang digoda dari awalnya sedang bergumul dengan nafsu birahi. Ketika seorang lawan jenis terus mendekati mereka, mengedipkan mata, menyentuh, bahkan memamerkan tubuhnya pada mereka, maka keinginan berdosa orang itu semakin sulit dilawan. Alkitab mengecam perilaku yang menyebabkan orang lain jatuh ke dalam dosa (Matius 18:7). Kita perlu berusaha melancarkan perjalanan orang lain ke dalam Kerajaan Allah, bukan menyebabkan mereka terjatuh dalam dosa (Roma 14:21). Alkitab menghimbau supaya kita menjadi teladan yang baik, dengan menunjukkan kasih Kristus dalam perilaku kita (Efesus 5:1-2). Kasih Kristus itu nyata dan sangat mendalam. Kasih-Nya murni dan dimaksudkan bermanfaat bagi orang lain. Daripada menggoda, sebaiknya kita mengasihi dengan kasih ilahi. Satu Korintus 10:31 mengingatkan kita, &quot;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.&quot; (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Alkitab tidak secara khusus membahas perilaku menggoda lawan jenis, namun ada beberapa prinsip Alkitab yang dapat kita terapkan pada topik ini. Secara utama, kita perlu membahas definisi menggoda\/main mata. Menurut kamus, perilaku ini di definisikan sebagai &#8220;a) berperilaku romantis tanpa maksud serius, atau b) menunjukkan ketertarikan secara dangkal atau sambil lalu.&#8221; Kata ini mirip artinya dengan kata mempermainkan, sesuatu yang tidak bermakna. Selanjutnya kita perlu memperhatikan tujuan dari godaan \/ main mata. Apakah pelakunya berusaha menarik perhatian orang lain, baik secara negatif atau positif? Apakah mereka berusaha menunjukkan ketertarikan secara seksual? Apakah mereka memandangnya sebagai canda gurau yang tidak menyakiti orang lain, meskipun mungkin mereka atau sasaran mereka dalam keadaan sudah menikah?<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Komunikasi yang tersirat nada seksual secara santai sangat membahayakan secara rohani. Meskipun sebagian orang percaya selama tidak ada hubungan fisik, apa yang terjadi dalam pikiran kita tidak penting, Alkitab menentang ide itu. &#8220;Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya&#8221; (Matius 5:28). Yakobus mengajar, &#8220;Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut&#8221; (Yakobus 1:14-15). Apa yang terjadi dalam pikiran kita sangat diperhatikan oleh Allah, dan pikiran kita pada akhirnya akan membuahkan perilaku.<\/p>\n<p>Dosa dimulai dalam pikiran kita kemudian meresapi hati kita. Matius 12:35 mengajar bahwa &#8220;Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.&#8221; Kenyataannya, apapun yang mengelilingi kita, yang di dalamnya kita melibatkan diri, dan apapun yang kita pikirkan \u2014 kita akan menjadi hal itu. Oleh karena itu Filipi 4:8 mengajar, &#8220;Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.&#8221;<\/p>\n<p>Meskipun main mata dianggap tidak berbahaya, kenyataannya tidak demikian. Menggoda mungkin membuat kita diperhatikan, namun perhatian yang berbau seksual menyurutkan kehormatan dalam interaksi kita. Sifat menggoda juga merusak nama baik seseorang, sehingga persahabatan dan bahkan hubungan romantis baik sekarang dan di masa depan akan terpengaruhi. Mungkin main mata terasa menyenangkan untuk sesaat, namun kedekatan yang dirasakan itu palsu dan orang yang terlibat akan merasa hampa karena tidak ada hubungan yang nyata di antara keduanya.<\/p>\n<p>Kita juga perlu mempertimbangkan orang yang digoda. Adalah mungkin bahwa pria atau wanita yang sedang digoda dari awalnya sedang bergumul dengan nafsu birahi. Ketika seorang lawan jenis terus mendekati mereka, mengedipkan mata, menyentuh, bahkan memamerkan tubuhnya pada mereka, maka keinginan berdosa orang itu semakin sulit dilawan. Alkitab mengecam perilaku yang menyebabkan orang lain jatuh ke dalam dosa (Matius 18:7). Kita perlu berusaha melancarkan perjalanan orang lain ke dalam Kerajaan Allah, bukan menyebabkan mereka terjatuh dalam dosa (Roma 14:21).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alkitab menghimbau supaya kita menjadi teladan yang baik, dengan menunjukkan kasih Kristus dalam perilaku kita (Efesus 5:1-2). Kasih Kristus itu nyata dan sangat mendalam. Kasih-Nya murni dan dimaksudkan bermanfaat bagi orang lain. Daripada menggoda, sebaiknya kita mengasihi dengan kasih ilahi. Satu Korintus 10:31 mengingatkan kita, &#8220;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.&#8221; (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Alkitab tidak secara khusus membahas perilaku menggoda lawan jenis, namun ada beberapa prinsip Alkitab yang dapat kita terapkan pada topik ini. Secara utama, kita perlu membahas definisi menggoda\/main mata. Menurut kamus, perilaku ini di definisikan sebagai &#8220;a) berperilaku romantis tanpa maksud serius, atau b) menunjukkan ketertarikan secara dangkal atau sambil lalu.&#8221; Kata ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[146],"class_list":["post-41454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"1036","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41454"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41454\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}