{"id":41676,"date":"2026-06-05T18:15:32","date_gmt":"2026-06-05T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/berdoalah-setiap-waktu-efesus-618\/"},"modified":"2026-06-05T18:15:33","modified_gmt":"2026-06-05T11:15:33","slug":"berdoalah-setiap-waktu-efesus-618","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/berdoalah-setiap-waktu-efesus-618\/","title":{"rendered":"Lalu Tuhan menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh. [Kej 7:16]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Nuh dikunci sehingga terpisah dari seluruh dunia dengan tangan kasih ilahi. Pintu pemilihan bertujuan untuk memisahkan kita dari dunia yang berada di bawah tangan si jahat. Kita bukan dari dunia sama seperti Tuhan Yesus bukan dari dunia. Kita tidak bisa masuk ke dalam dosa, kesenangan, dan apa yang dikejar orang banyak; kita tidak dapat bermain bersama anak-anak gelap di jalanan Pekan Raya Kesia-siaan, karena Bapa surgawi kita telah mengunci kita. Nuh dikunci bersama dengan Allahnya. \u201cMasuklah ke dalam bahtera,\u201d adalah undangan dari Allah, yang dengan jelas Ia tunjukkan bahwa Ia bermaksud untuk tinggal di dalam bahtera bersama dengan pelayan-pelayan dan keluarga-Nya. Demikian mereka yang terpilih tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam mereka. Orang-orang yang berbahagia yang dikunci dalam lingkaran yang juga memuat Allah Tritunggal dalam tiga pribadi-Nya, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Janganlah kita menjadi lalai atas panggilan anugerah, \u201cMari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.\u201d [Yes 26:20] Nuh sangat terkunci sehingga si jahat tidak dapat mencapainya. Air bah malah mengangkatnya ke arah surga, dan angin malah melayangkan Nuh sesuai jalur yang seharusnya. Di luar bahtera semuanya hancur, tetapi di dalam semuanya tenang dan damai. Tanpa Kristus, kita binasa, tetapi di dalam Yesus Kristus ada keamanan sempurna. Nuh sangat terkunci sehingga ia tidak memiliki keinginan untuk keluar, dan mereka yang di dalam Yesus Kristus berada di dalam-Nya selama-lamanya. Mereka tidak perlu pergi keluar selamanya, oleh karena kesetiaan abadi telah mengunci mereka didalamnya, dan kedengkian neraka tidak dapat menarik mereka keluar. Pemimpin Rumah Daud telah mengunci dan tidak ada seorangpun dapat membukanya; dan ketika pada hari terakhir sebagai Pemimpin Rumah, sekali Ia bangkit dan mengunci pintu, seorang profesor pun sia-sialah mengetuk, dan berteriak Tuhan, Tuhan bukakanlah bagi kami, karena pintu yang mengunci gadis perawan yang bijaksana di dalamnya adalah pintu yang juga mencegah masuk orang bodoh selamanya. Tuhan, dekaplah aku di dalam rahmat-Mu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Nuh dikunci sehingga terpisah dari seluruh dunia dengan tangan kasih ilahi. Pintu pemilihan bertujuan untuk memisahkan kita dari dunia yang berada di bawah tangan si jahat. Kita bukan dari dunia sama seperti Tuhan Yesus bukan dari dunia. Kita tidak bisa masuk ke dalam dosa, kesenangan, dan apa yang dikejar orang banyak; kita tidak dapat bermain bersama anak-anak gelap di jalanan Pekan Raya Kesia-siaan, karena Bapa surgawi kita telah mengunci kita. Nuh dikunci <i>bersama dengan Allahnya<\/i>. \u201c<i>Masuklah<\/i> ke dalam bahtera,\u201d adalah undangan dari Allah, yang dengan jelas Ia tunjukkan bahwa Ia bermaksud untuk tinggal di dalam bahtera bersama dengan pelayan-pelayan dan keluarga-Nya. Demikian mereka yang terpilih tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam mereka. Orang-orang yang berbahagia yang dikunci dalam lingkaran yang juga memuat Allah Tritunggal dalam tiga pribadi-Nya, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Janganlah kita menjadi lalai atas panggilan anugerah, \u201cMari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yes%2026:20\">Yes 26:20<\/a>] Nuh sangat terkunci sehingga <i>si jahat tidak dapat mencapainya<\/i>. Air bah malah mengangkatnya ke arah surga, dan angin malah melayangkan Nuh sesuai jalur yang seharusnya. Di luar bahtera semuanya hancur, tetapi di dalam semuanya tenang dan damai. Tanpa Kristus, kita binasa, tetapi di dalam Yesus Kristus ada keamanan sempurna. Nuh sangat terkunci sehingga <i>ia tidak memiliki keinginan untuk keluar<\/i>, dan mereka yang di dalam Yesus Kristus berada di dalam-Nya selama-lamanya. Mereka tidak perlu pergi keluar selamanya, oleh karena kesetiaan abadi telah mengunci mereka didalamnya, dan kedengkian neraka tidak dapat menarik mereka keluar. Pemimpin Rumah Daud telah mengunci dan tidak ada seorangpun dapat membukanya; dan ketika pada hari terakhir sebagai Pemimpin Rumah, sekali Ia bangkit dan mengunci pintu, seorang profesor pun sia-sialah mengetuk, dan berteriak Tuhan, Tuhan bukakanlah bagi kami, karena pintu yang mengunci gadis perawan yang bijaksana di dalamnya adalah pintu yang juga mencegah masuk orang bodoh selamanya. Tuhan, dekaplah aku di dalam rahmat-Mu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Nuh dikunci sehingga terpisah dari seluruh dunia dengan tangan kasih ilahi. Pintu pemilihan bertujuan untuk memisahkan kita dari dunia yang berada di bawah tangan si jahat. Kita bukan dari dunia sama seperti Tuhan Yesus bukan dari dunia. Kita tidak bisa masuk ke dalam dosa, kesenangan, dan apa yang dikejar orang banyak; kita tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-41676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"27","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41676"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69056,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41676\/revisions\/69056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}