{"id":41707,"date":"2022-08-08T09:28:00","date_gmt":"2022-08-08T02:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41707"},"modified":"2022-06-05T17:50:26","modified_gmt":"2022-06-05T10:50:26","slug":"apa-kata-alkitab-mengenai-disiplin-gereja-pengucilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-kata-alkitab-mengenai-disiplin-gereja-pengucilan\/","title":{"rendered":"Apa kata Alkitab mengenai disiplin gereja\/pengucilan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengucilan itu ketika seseorang secara resmi dikeluarkan dari daftar keanggotaan gereja dan secara tidak resmi memisahkan diri dari individu tersebut. Matius 18:15-20 memberikan prosedur dan otoritas kepada gereja untuk melakukan hal ini. Kita diinstruksikan bahwa ketika seseorang (biasanya pihak yang tersinggung) datang kepada individu yang menyinggung. Kalau dia tidak menyesalinya, maka dua atau tiga orang akan pergi untuk mengkonfirmasikan situasinya dan penolakan untuk bertobat. Kalau tetap tidak ada pertobatan, masalah itu dibawa di depan gereja. Ini bukanlah proses yang \u201cdisukai,\u201d sama seperti orangtua tidak pernah senang kalau harus mendisiplinkan anak-anaknya. Namun, seringkali ini dibutuhkan. Tujuannya bukan untuk bersikap tega atau untuk menunjukkan sikap \u201csaya lebih suci.\u201d Sebaliknya, hal ini dilakukan karena kasih terhadap individu itu, dalam ketaatan dan hormat kepada Allah, dan dalam rasa takut kepada Allah demi kepentingan orang-orang lain dalam gereja. Alkitab memberi contoh perlunya pengucilan dalam gereja setempat, gereja di kota Korintus (1 Korintus 5:1-13). Dalam bagian Alkitab ini, Rasul Paulus juga memberikan beberapa maksud dari pengucilan dalam Alkitab. Salah satu alasan (tidak ditemukan secara langsung dalam bagian Alkitab tersebut) itu demi keefektifan kesaksian Kristus Yesus (dan gerejaNya) di hadapan orang-orang yang belum percaya. Sesudah Daud berdosa dengan Betsyeba, salah satu konsekuensi dari dosanya yang disebutkan oleh Allah itu nama dari Allah yang sejati dan esa akan dihina oleh musuh-musuh Allah (2 Samuel 12:14). Alasan kedua, dosa itu seperti kanker; kalau dibiarkan, akan menjalar kepada mereka yang berada di sekitarnya sebagaimana sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan (1 Korintus 5:6-7). Lagipula, Paulus menjelaskan bahwa Yesus telah menyelamatkan kita sehingga kita terpisah dari dosa, bahwa kita harus \u201ctidak beragi\u201d atau bebas dari hal-hal yang secara rohani mencemarkan (1 Korintus 5:7-8). Keinginan Kristus bagi pengantin perempuannya, Gereja itu supaya Gereja suci dan tak bernoda (Efesus 5:25-27). Pengucilan juga dimaksudkan untuk kebaikan jangka panjang dari orang yang didisiplinkan oleh gereja. Paulus dalam 1 Korintus 5:5 mengatakan bahwa pengucilan itu cara untuk \u201cserahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.\u201d Ini berarti bahwa dalam pengucilan, Allah menggunakan Iblis (atau salah satu dari pengikutnya) sebagai alat disiplin untuk bekerja dalam hidup orang berdosa secara fisik untuk menghasilkan pertobatan yang sejati dalam hatinya. Kadang tindakan disiplin gereja berhasil menimbulkan kesedihan rohani dan pertobatan sejati. Ketika terjadi, orang tersebut dapat dikembalikan lagi kepada persekutuan. Orang yang terlibat dalam 1 Korintus 5 bertobat dan Paulus menasihati gereja untuk memulihkan dia kepada persekutuan gereja (2 Korintus 2:5-8). Sayangnya, tindakan pendisiplinan, sekalipun dilakukan dalam kasih dan dengan cara yang benar, tidak selalu berhasil membawa pemulihan seperti itu, namun tetap dibutuhkan untuk menghasilkan tujuan-tujuan lain yang disebutkan di atas. Kemungkinan kita semua sudah pernah menyaksikan kelakuan seorang anak yang dibiarkan melakukan apa saja yang diinginkan dengan disiplin yang amat rendah atau sama sekali tidak ada. Itu bukanlah satu pemandangan yang menarik. Cara mendidik anak semacam ini bukanlah kasih karena akan mencelakakan masa depan anak. Kelakuan semacam ini mencegah anak membentuk hubungan yang bermakna dan berhasil dalam keadaan apapun, baik dalam konteks sosial maupun pekerjaan. Demikian juga, disiplin dalam gereja, sekalipun tidak menyenangkan atau mudah, bukan hanya diperlukan, namun juga menjadi tindakan kasih. Lebih dari itu, ini adalah perintah Allah. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pengucilan itu ketika seseorang secara resmi dikeluarkan dari daftar keanggotaan gereja dan secara tidak resmi memisahkan diri dari individu tersebut. Matius 18:15-20 memberikan prosedur dan otoritas kepada gereja untuk melakukan hal ini.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kita diinstruksikan bahwa ketika seseorang (biasanya pihak yang tersinggung) datang kepada individu yang menyinggung. Kalau dia tidak menyesalinya, maka dua atau tiga orang akan pergi untuk mengkonfirmasikan situasinya dan penolakan untuk bertobat. Kalau tetap tidak ada pertobatan, masalah itu dibawa di depan gereja.<\/p>\n<p>Ini bukanlah proses yang \u201cdisukai,\u201d sama seperti orangtua tidak pernah senang kalau harus mendisiplinkan anak-anaknya. Namun, seringkali ini dibutuhkan.<\/p>\n<p>Tujuannya bukan untuk bersikap tega atau untuk menunjukkan sikap \u201csaya lebih suci.\u201d Sebaliknya, hal ini dilakukan karena kasih terhadap individu itu, dalam ketaatan dan hormat kepada Allah, dan dalam rasa takut kepada Allah demi kepentingan orang-orang lain dalam gereja.<\/p>\n<p>Alkitab memberi contoh perlunya pengucilan dalam gereja setempat, gereja di kota Korintus (1 Korintus 5:1-13). Dalam bagian Alkitab ini, Rasul Paulus juga memberikan beberapa maksud dari pengucilan dalam Alkitab.<\/p>\n<p>Salah satu alasan (tidak ditemukan secara langsung dalam bagian Alkitab tersebut) itu demi keefektifan kesaksian Kristus Yesus (dan gerejaNya) di hadapan orang-orang yang belum percaya.<\/p>\n<p>Sesudah Daud berdosa dengan Betsyeba, salah satu konsekuensi dari dosanya yang disebutkan oleh Allah itu nama dari Allah yang sejati dan esa akan dihina oleh musuh-musuh Allah (2 Samuel 12:14).<\/p>\n<p>Alasan kedua, dosa itu seperti kanker; kalau dibiarkan, akan menjalar kepada mereka yang berada di sekitarnya sebagaimana sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan (1 Korintus 5:6-7). Lagipula, Paulus menjelaskan bahwa Yesus telah menyelamatkan kita sehingga kita terpisah dari dosa, bahwa kita harus \u201ctidak beragi\u201d atau bebas dari hal-hal yang secara rohani mencemarkan (1 Korintus 5:7-8).<\/p>\n<p>Keinginan Kristus bagi pengantin perempuannya, Gereja itu supaya Gereja suci dan tak bernoda (Efesus 5:25-27). Pengucilan juga dimaksudkan untuk kebaikan jangka panjang dari orang yang didisiplinkan oleh gereja.<\/p>\n<p>Paulus dalam 1 Korintus 5:5 mengatakan bahwa pengucilan itu cara untuk \u201cserahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.\u201d Ini berarti bahwa dalam pengucilan, Allah menggunakan Iblis (atau salah satu dari pengikutnya) sebagai alat disiplin untuk bekerja dalam hidup orang berdosa secara fisik untuk menghasilkan pertobatan yang sejati dalam hatinya.<\/p>\n<p>Kadang tindakan disiplin gereja berhasil menimbulkan kesedihan rohani dan pertobatan sejati. Ketika terjadi, orang tersebut dapat dikembalikan lagi kepada persekutuan. Orang yang terlibat dalam 1 Korintus 5 bertobat dan Paulus menasihati gereja untuk memulihkan dia kepada persekutuan gereja (2 Korintus 2:5-8).<\/p>\n<p>Sayangnya, tindakan pendisiplinan, sekalipun dilakukan dalam kasih dan dengan cara yang benar, tidak selalu berhasil membawa pemulihan seperti itu, namun tetap dibutuhkan untuk menghasilkan tujuan-tujuan lain yang disebutkan di atas.<\/p>\n<p>Kemungkinan kita semua sudah pernah menyaksikan kelakuan seorang anak yang dibiarkan melakukan apa saja yang diinginkan dengan disiplin yang amat rendah atau sama sekali tidak ada. Itu bukanlah satu pemandangan yang menarik.<\/p>\n<p>Cara mendidik anak semacam ini bukanlah kasih karena akan mencelakakan masa depan anak.<\/p>\n<p>Kelakuan semacam ini mencegah anak membentuk hubungan yang bermakna dan berhasil dalam keadaan apapun, baik dalam konteks sosial maupun pekerjaan. Demikian juga, disiplin dalam gereja, sekalipun tidak menyenangkan atau mudah, bukan hanya diperlukan, namun juga menjadi tindakan kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih dari itu, ini adalah perintah Allah. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengucilan itu ketika seseorang secara resmi dikeluarkan dari daftar keanggotaan gereja dan secara tidak resmi memisahkan diri dari individu tersebut. Matius 18:15-20 memberikan prosedur dan otoritas kepada gereja untuk melakukan hal ini. Kita diinstruksikan bahwa ketika seseorang (biasanya pihak yang tersinggung) datang kepada individu yang menyinggung. Kalau dia tidak menyesalinya, maka dua atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41678,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,5,70],"tags":[148],"class_list":["post-41707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-gereja","category-relasi","tag-gereja"],"better_featured_image":{"id":41678,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png?fit=768%2C726&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png?fit=980%2C926&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1277","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41707"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41707\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}