{"id":41826,"date":"2020-05-24T08:23:47","date_gmt":"2020-05-24T01:23:47","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41826"},"modified":"2020-05-18T11:32:46","modified_gmt":"2020-05-18T04:32:46","slug":"apa-perbedaan-antara-ritual-dan-sakramen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-perbedaan-antara-ritual-dan-sakramen\/","title":{"rendered":"Apa perbedaan antara ritual dan sakramen?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan beberapa denominasi Protestan menggunakan istilah &quot;sakramen&quot; untuk merujuk pada &quot;tanda\/ritual yang terlihat dari kasih karunia Allah kepada manusia.&quot; Biasanya ada tujuh sakramen dalam denominasi tersebut yaitu Pembaptisan, Penguatan (atau Krisma), Perjamuan Kudus, Pengakuan Dosa, Pernikahan, Imamat, dan Pengurapan Orang Sakit. Menurut Gereja Katolik, ada tujuh sakramen. Mereka ditetapkan oleh Kristus dan dianugerahkan kepada Gereja untuk dilaksanakan. Tujuh sakramen ini diperlukan untuk memperoleh keselamatan. Sakramen-sakramen ini merupakan sarana untuk menerima kasih karunia. Alkitab, sebaliknya, menyatakan kalau kasih karunia tidak diberikan melalui tanda-tanda lahiriah. Tidak diperlukan ritual apapun untuk \u201cmemperoleh keselamatan.&quot; Kasih karunia itu dianugerahi secara cuma-cuma. &quot;Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juru Selamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juru Selamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita&quot; (Tit 3:4-7). Ritual hanyalah sebuah &quot;adat atau upacara yang sudah ditetapkan.&quot; Penganut Protestan dan Injili melihat ritual sebagai pesan Injil yang dihidupkan kembali secara simbolik. Isi dari pesan ini adalah: Kristus hidup, mati, bangkit dari kematian, naik ke surga, dan akan datang kembali satu hari nanti. Alih-alih menjadi syarat untuk memperoleh keselamatan, ritual hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, untuk membantu kita agar lebih memahami dan menghargai apa yang Yesus Kristus telah lakukan bagi kita melalui karya penebusan-Nya. Ritual ditentukan oleh tiga faktor: dilembagakan oleh Kristus, diajarkan oleh para rasul, dan dilaksanakan oleh Gereja mula-mula. Karena hanya Pembaptisan dan Perjamuan Kudus yang memenuhi kriteria ini, maka kita hanya memiliki dua ritual dalam ibadah hari ini. Tidak diperlukan ritual atau \u201csarana kasih karunia\u201d apapun supaya seseorang bisa dianugerahi keselamatan. Ritual biasanya dipahami sebagai hal-hal yang telah Yesus perintahkan kepada kita untuk ditaati bersama-sama dengan orang-percaya lainnya. Mengenai baptisan, Matius 28:18-20 mengatakan, &quot;Yesus mendekati mereka dan berkata: \u2018Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.\u2019\u201d Adapun mengenai komuni, yang juga disebut dengan Perjamuan Kudus, Kitab Lukas 22:19 menyatakan, &quot;Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: \u2018Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.\u2019\u201d Kebanyakan gereja menjalankan dua praktik ini, tetapi belum tentu menjadikannya sebagai ritual. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan beberapa denominasi Protestan menggunakan istilah &#8220;sakramen&#8221; untuk merujuk pada &#8220;tanda\/ritual yang terlihat dari kasih karunia Allah kepada manusia.&#8221; Biasanya ada tujuh sakramen dalam denominasi tersebut yaitu Pembaptisan, Penguatan (atau Krisma), Perjamuan Kudus, Pengakuan Dosa, Pernikahan, Imamat, dan Pengurapan Orang Sakit.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Menurut Gereja Katolik, ada tujuh sakramen. Mereka ditetapkan oleh Kristus dan dianugerahkan kepada Gereja untuk dilaksanakan. Tujuh sakramen ini diperlukan untuk memperoleh keselamatan. Sakramen-sakramen ini merupakan sarana untuk menerima kasih karunia.<\/p>\n<p>Alkitab, sebaliknya, menyatakan kalau kasih karunia tidak diberikan melalui tanda-tanda lahiriah. Tidak diperlukan ritual apapun untuk \u201cmemperoleh keselamatan.&#8221; Kasih karunia itu dianugerahi secara cuma-cuma. &#8220;Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juru Selamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juru Selamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita&#8221; (Tit 3:4-7).<\/p>\n<p>Ritual hanyalah sebuah &#8220;adat atau upacara yang sudah ditetapkan.&#8221; Penganut Protestan dan Injili melihat ritual sebagai pesan Injil yang dihidupkan kembali secara simbolik. Isi dari pesan ini adalah: Kristus hidup, mati, bangkit dari kematian, naik ke surga, dan akan datang kembali satu hari nanti. Alih-alih menjadi syarat untuk memperoleh keselamatan, ritual hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, untuk membantu kita agar lebih memahami dan menghargai apa yang Yesus Kristus telah lakukan bagi kita melalui karya penebusan-Nya.<\/p>\n<p>Ritual ditentukan oleh tiga faktor: dilembagakan oleh Kristus, diajarkan oleh para rasul, dan dilaksanakan oleh Gereja mula-mula. Karena hanya Pembaptisan dan Perjamuan Kudus yang memenuhi kriteria ini, maka kita hanya memiliki dua ritual dalam ibadah hari ini. Tidak diperlukan ritual atau \u201csarana kasih karunia\u201d apapun supaya seseorang bisa dianugerahi keselamatan.<\/p>\n<p>Ritual biasanya dipahami sebagai hal-hal yang telah Yesus perintahkan kepada kita untuk ditaati bersama-sama dengan orang-percaya lainnya. Mengenai baptisan, Matius 28:18-20 mengatakan, &#8220;Yesus mendekati mereka dan berkata: \u2018Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.\u2019\u201d<\/p>\n<p>Adapun mengenai komuni, yang juga disebut dengan Perjamuan Kudus, Kitab Lukas 22:19 menyatakan, &#8220;Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: \u2018Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.\u2019\u201d Kebanyakan gereja menjalankan dua praktik ini, tetapi belum tentu menjadikannya sebagai ritual. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan beberapa denominasi Protestan menggunakan istilah &#8220;sakramen&#8221; untuk merujuk pada &#8220;tanda\/ritual yang terlihat dari kasih karunia Allah kepada manusia.&#8221; Biasanya ada tujuh sakramen dalam denominasi tersebut yaitu Pembaptisan, Penguatan (atau Krisma), Perjamuan Kudus, Pengakuan Dosa, Pernikahan, Imamat, dan Pengurapan Orang Sakit. Menurut Gereja Katolik, ada tujuh sakramen. Mereka ditetapkan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41678,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,70],"tags":[148],"class_list":["post-41826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-relasi","tag-gereja"],"better_featured_image":{"id":41678,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png?fit=768%2C726&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png?fit=980%2C926&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2012","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}