{"id":41901,"date":"2020-03-04T11:30:29","date_gmt":"2020-03-04T04:30:29","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41901"},"modified":"2020-02-25T21:18:18","modified_gmt":"2020-02-25T14:18:18","slug":"kriteria-apakah-yang-penting-dalam-memilih-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kriteria-apakah-yang-penting-dalam-memilih-gereja\/","title":{"rendered":"Kriteria apakah yang penting dalam memilih gereja?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Demi mengetahui kriteria yang penting dalam memilih gereja lokal, kita perlu memahami maksud Allah di balik pendirian gereja - tubuh Kristus - secara garis besar. Ada dua kebenaran mutlak tentang gereja. Yang pertama, &quot;Jemaat inilah yang merupakan tiang penegak dan pendukung ajaran yang benar dari Allah&quot; (1 Timotius 3:15, versi BIS). Kedua, Kristus saja yang merupakan kepala gereja (Efesus 1:22, 4:15; Kolose 1:18). Mengenai kebenaran, gereja lokal adalah tempat dimana Alkitab (satu-satunya Kebenaran Allah) memegang otoritas tertinggi. Alkitab adalah satu-satunya acuan iman dan praktek yang sempurna (2 Timotius 3:15-17). Jadi, ketika sedang memilih gereja, kita perlu mencari gereja yang, menurut standar Alkitab, pesan injil dikhotbahkan, dosa dikecam, pujian diangkat dari hati, ajarannya alkitabiah, dan kesempatan untuk melayani orang lain tersedia. Pertimbangkan pola gereja mula-mula yang ditemukan dalam Kisah 2:42-47, &quot;Dengan tekun mereka belajar terus dari rasul-rasul dan selalu berkumpul bersama-sama. Mereka makan bersama-sama dan berdoa bersama-sama. Banyak sekali keajaiban yang dilakukan oleh rasul-rasul itu sehingga semua orang kagum dan takut. Orang-orang percaya itu semuanya terus bersatu dan apa yang mereka punyai, mereka pakai bersama-sama. Mereka menjual barang-barang dan harta milik mereka, lalu membagi-bagikan uangnya di antara mereka semuanya menurut keperluan masing-masing. Setiap hari mereka terus berkumpul di Rumah Tuhan; serta makan bersama-sama, dengan gembira dan rendah hati di rumah-rumah mereka. Mereka terus memuji-muji Allah dan disenangi oleh semua orang. Setiap hari jumlah mereka terus bertambah karena Tuhan memberikan kepada mereka orang-orang yang sedang diselamatkan.&quot; Mengenai kebenaran kedua tentang gereja, orang Kristen perlu menghadiri persekutuan lokal yang menjunjung tinggi kepemimpinan Kristus dalam hal doktrin dan praktek. Tidak seorangpun, baik pendeta, imam, atau paus, yang merupakan kepala gereja. Semua orang akan meninggal. Bagaimana gereja yang hidup dapat memiliki kepala yang mati? Tentu tidak bisa. Kristus adalah satu-satunya otoritas di dalam gereja, dan semua pemimpin, karunia rohani, aturan, disiplin, dan pujian telah ditetapkan oleh kedaulatan-Nya, sebagaimana diungkapkan oleh Alkitab. Ketika kedua kebenaran mutlak ini diterima, maka faktor lainnya (bangunan, gaya ibadah, aktifitas, program, lokasi, dsb.) hanya semata preferensi pribadi kita. Sebelum menghadiri gereja, kita perlu mengadakan penelitian terlebih dahulu. Pernyataan doktrin, pertanyaan tujuan, pernyataan visi dan misi, atau pernyataan lain yang dapat mengungkapkan kepercayaan gereja perlu diperhatikan. Banyak gereja yang menyediakan situs web yang menginformasikan pendirian mereka tentang Aklitab, Allah, keTritunggalan Allah, Yesus Kristus, dosa, dan keselamatan. Darisana seseorang perlu mengunjungi gereja yang rupanya secara prinsip kuat. Menghadiri setidaknya dua atau tiga kebaktian pada tiap gereja akan sangat membantu. Tulisan apapun yang disajikan pada tamu perlu diperhatikan, terutama dalam halnya pernyataan keyakinan. Evaluasi gereja perlu didasari prinsip yang kami sebutkan di atas. Apakah Alkitab dianggap sebagai satu-satunya otoritas? Apakah Kristus dimuliakan sebagai kepala gereja? Apakah gereja itu berfokus pada pemuridan? Apakah Anda terdorong untuk menyembah Allah? Jenis pelayanan apa saja yang dijalankan oleh gereja tersebut? Apakah khotbahnya alkitabiah dan injili? Bagaimana dengan persekutuannya? Anda juga perlu merasa nyaman dalam ibadah tersebut. Apakah Anda merasa diterima dengan baik dan ramah? Apakah jemaatnya beribadah dari hati? Dan pada akhirnya, kita harus mengingat tidak ada gereja yang sempurna. Sebaik-baiknya, gereja dipenuhi dengan orang berdosa yang diselamatkan, yang secara rohani berjuang melawan dan mengatasi kedagingan. Perlu juga diingat pentingnya berdoa. Sangat penting untuk berdoa melibatkan Allah dalam menentukan gereja yang perlu kita hadiri.\u00a0 (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Demi mengetahui kriteria yang penting dalam memilih gereja lokal, kita perlu memahami maksud Allah di balik pendirian gereja &#8211; tubuh Kristus &#8211; secara garis besar. Ada dua kebenaran mutlak tentang gereja. Yang pertama, &#8220;Jemaat inilah yang merupakan tiang penegak dan pendukung ajaran yang benar dari Allah&#8221; (1 Timotius 3:15, versi BIS). Kedua, Kristus saja yang merupakan kepala gereja (Efesus 1:22, 4:15; Kolose 1:18).<\/p>\n<div id=\"\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenai kebenaran, gereja lokal adalah tempat dimana Alkitab (satu-satunya Kebenaran Allah) memegang otoritas tertinggi. Alkitab adalah satu-satunya acuan iman dan praktek yang sempurna (2 Timotius 3:15-17). Jadi, ketika sedang memilih gereja, kita perlu mencari gereja yang, menurut standar Alkitab, pesan injil dikhotbahkan, dosa dikecam, pujian diangkat dari hati, ajarannya alkitabiah, dan kesempatan untuk melayani orang lain tersedia. Pertimbangkan pola gereja mula-mula yang ditemukan dalam Kisah 2:42-47, &#8220;Dengan tekun mereka belajar terus dari rasul-rasul dan selalu berkumpul bersama-sama. Mereka makan bersama-sama dan berdoa bersama-sama. Banyak sekali keajaiban yang dilakukan oleh rasul-rasul itu sehingga semua orang kagum dan takut. Orang-orang percaya itu semuanya terus bersatu dan apa yang mereka punyai, mereka pakai bersama-sama. Mereka menjual barang-barang dan harta milik mereka, lalu membagi-bagikan uangnya di antara mereka semuanya menurut keperluan masing-masing. Setiap hari mereka terus berkumpul di Rumah Tuhan; serta makan bersama-sama, dengan gembira dan rendah hati di rumah-rumah mereka. Mereka terus memuji-muji Allah dan disenangi oleh semua orang. Setiap hari jumlah mereka terus bertambah karena Tuhan memberikan kepada mereka orang-orang yang sedang diselamatkan.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenai kebenaran kedua tentang gereja, orang Kristen perlu menghadiri persekutuan lokal yang menjunjung tinggi kepemimpinan Kristus dalam hal doktrin dan praktek. Tidak seorangpun, baik pendeta, imam, atau paus, yang merupakan kepala gereja. Semua orang akan meninggal. Bagaimana gereja yang hidup dapat memiliki kepala yang mati? Tentu tidak bisa. Kristus adalah satu-satunya otoritas di dalam gereja, dan semua pemimpin, karunia rohani, aturan, disiplin, dan pujian telah ditetapkan oleh kedaulatan-Nya, sebagaimana diungkapkan oleh Alkitab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kedua kebenaran mutlak ini diterima, maka faktor lainnya (bangunan, gaya ibadah, aktifitas, program, lokasi, dsb.) hanya semata preferensi pribadi kita. Sebelum menghadiri gereja, kita perlu mengadakan penelitian terlebih dahulu. Pernyataan doktrin, pertanyaan tujuan, pernyataan visi dan misi, atau pernyataan lain yang dapat mengungkapkan kepercayaan gereja perlu diperhatikan. Banyak gereja yang menyediakan situs web yang menginformasikan pendirian mereka tentang Aklitab, Allah, keTritunggalan Allah, Yesus Kristus, dosa, dan keselamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Darisana seseorang perlu mengunjungi gereja yang rupanya secara prinsip kuat. Menghadiri setidaknya dua atau tiga kebaktian pada tiap gereja akan sangat membantu. Tulisan apapun yang disajikan pada tamu perlu diperhatikan, terutama dalam halnya pernyataan keyakinan. Evaluasi gereja perlu didasari prinsip yang kami sebutkan di atas. Apakah Alkitab dianggap sebagai satu-satunya otoritas? Apakah Kristus dimuliakan sebagai kepala gereja? Apakah gereja itu berfokus pada pemuridan? Apakah Anda terdorong untuk menyembah Allah? Jenis pelayanan apa saja yang dijalankan oleh gereja tersebut? Apakah khotbahnya alkitabiah dan injili? Bagaimana dengan persekutuannya? Anda juga perlu merasa nyaman dalam ibadah tersebut. Apakah Anda merasa diterima dengan baik dan ramah? Apakah jemaatnya beribadah dari hati?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan pada akhirnya, kita harus mengingat tidak ada gereja yang sempurna. Sebaik-baiknya, gereja dipenuhi dengan orang berdosa yang diselamatkan, yang secara rohani berjuang melawan dan mengatasi kedagingan. Perlu juga diingat pentingnya berdoa. Sangat penting untuk berdoa melibatkan Allah dalam menentukan gereja yang perlu kita hadiri.\u00a0 (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Demi mengetahui kriteria yang penting dalam memilih gereja lokal, kita perlu memahami maksud Allah di balik pendirian gereja &#8211; tubuh Kristus &#8211; secara garis besar. Ada dua kebenaran mutlak tentang gereja. Yang pertama, &#8220;Jemaat inilah yang merupakan tiang penegak dan pendukung ajaran yang benar dari Allah&#8221; (1 Timotius 3:15, versi BIS). Kedua, Kristus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41678,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,70],"tags":[148],"class_list":["post-41901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-relasi","tag-gereja"],"better_featured_image":{"id":41678,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png?fit=768%2C726&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gereja.png?fit=980%2C926&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3952","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}