{"id":42018,"date":"2020-10-12T00:27:07","date_gmt":"2020-10-11T17:27:07","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42018"},"modified":"2020-10-07T17:57:03","modified_gmt":"2020-10-07T10:57:03","slug":"apakah-perang-di-surga-dalam-wahyu-12-menggambarkan-pengusiran-setan-pertama-atau-perang-antar-malaikat-pada-akhir-jaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-perang-di-surga-dalam-wahyu-12-menggambarkan-pengusiran-setan-pertama-atau-perang-antar-malaikat-pada-akhir-jaman\/","title":{"rendered":"Apakah perang di surga dalam Wahyu 12 menggambarkan pengusiran Setan pertama atau perang antar malaikat pada akhir jaman?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pertempuran hebat terakhir antar malaikat dan pengusiran Setan dari surga untuk selamanya direkam dalam Wahyu 12:7-12. Di dalam perikop ini, Yohanes mengamati peperangan besar antara Mikhael serta para malaikat Allah dengan sang naga (Setan) dan malaikatnya atau dikenal juga sebagai iblis. Hal ini terjadi pada akhir jaman, pada masa kesengsaraan. Dalam keangkuhan dan angan-angannya menjadi seperti Allah, Setan akan memimpin pemberontakan terakhir melawan Allah. Pertarungan itu tidak sebanding. Sang naga dan iblisnya akan kalah dan disuri dari surga selamanya. Kita mengetahui dari konteks Wahyu 12 bahwa pertempuran ini belum terjadi. Ayat 6 memberitahu bahwa wanita (Israel) melarikan diri dari naga (Setan) &quot;ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.&quot; Ayat 7 dimulai dengan kata Maka. Bersamaan dengan pelarian diri Israel, peperangan meletus di alam surgawi. Mengungsinya wanita di dalam Wahyu 12:6 berkaitan dengan himbauan Yesus kepada umat Yahudi yang tinggal di Yehuda untuk &quot;melarikan diri ke pegunungan&quot; ketika mereka mengamati Pembinasa keji berdiri di tempat kudus (Matius 24:16). Di tengah masa kesengsaraan, sikap sejatinya Antikristus akan terungkap, Setan akan tertahan di bumi, dan Israel dilindungi secara supranatural selama 1,260 hari (tiga setengah tahun, atau bagian kedua masa kesengsaraan). Salah tafsir yang umum dijumpai ialah bahwa Setan dan para iblisnya terperangkap di neraka setelah Setan diusir dari surga. Adalah cukup jelas dari berbagai ayat Alkitab bahwa Setan belum di daftar-hitamkan dari surga setelah pemberontakannya yang pertama. Di dalam Ayub 1:1-2:8, ia hadir di hadapan Allah dan menuduh Ayub bermotivasi ganda dalam penyembahannya. Di dalam Zakharia 3, Setan muncul kembali di hadapan Allah untuk menuduh Yosua, sang imam agung. Dan juga, nabi Mikha menggambarkan roh jahat yang berdiri di hadapan Allah dalam 1 Raja-Raja 22:19-22. Jadi, setelah kejatuhannya, dalam batasan tertentu Setan masih beroleh akses ke surga. Pada jaman ini, Setan dan malaikatnya masih mempunyai akses yang terbatas ke surga dan menentang para malaikat Allah (Daniel 10:10-14). Akan tetapi, pada pertempuran yang direkam dalam Wahyu 12, Setan dan anteknya kehilangan akses ke surga (ayat 8) dan akan ruang geraknya akan dibatasi ke planet ini (ayat 9). Dengan kebebasannya dibatasi, Setan &quot;geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat&quot; (ayat 12). Akan ada sorak sorai yang merebak di surga, karena sang penuduh dari purbakala telah dilarang memfitnah orang-orang pilihan lagi. Akan tetapi, penduduk di bumi akan menderita secara luar biasa setelah kejadian ini, dikarenakan oleh murka Setan dan hukuman Allah di atas penduduk bumi. Pertempuran antara Mikhael dengan Setan sangat penting. Ketika malaikat kudus Allah mengalahkan gerombolan iblis, suara nyaring di sorga berkata: &quot;Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya&quot; (Wahyu 12:10). Para orang saleh Allah akan turut serta beroleh kemenangan ini: &quot;Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka&quot; (ayat 11). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pertempuran hebat terakhir antar malaikat dan pengusiran Setan dari surga untuk selamanya direkam dalam Wahyu 12:7-12. Di dalam perikop ini, Yohanes mengamati peperangan besar antara Mikhael serta para malaikat Allah dengan sang naga (Setan) dan malaikatnya atau dikenal juga sebagai iblis. Hal ini terjadi pada akhir jaman, pada masa kesengsaraan. Dalam keangkuhan dan angan-angannya menjadi seperti Allah, Setan akan memimpin pemberontakan terakhir melawan Allah. Pertarungan itu tidak sebanding. Sang naga dan iblisnya akan kalah dan disuri dari surga selamanya.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kita mengetahui dari konteks Wahyu 12 bahwa pertempuran ini belum terjadi. Ayat 6 memberitahu bahwa wanita (Israel) melarikan diri dari naga (Setan) &#8220;ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.&#8221; Ayat 7 dimulai dengan kata Maka. Bersamaan dengan pelarian diri Israel, peperangan meletus di alam surgawi. Mengungsinya wanita di dalam Wahyu 12:6 berkaitan dengan himbauan Yesus kepada umat Yahudi yang tinggal di Yehuda untuk &#8220;melarikan diri ke pegunungan&#8221; ketika mereka mengamati Pembinasa keji berdiri di tempat kudus (Matius 24:16). Di tengah masa kesengsaraan, sikap sejatinya Antikristus akan terungkap, Setan akan tertahan di bumi, dan Israel dilindungi secara supranatural selama 1,260 hari (tiga setengah tahun, atau bagian kedua masa kesengsaraan).<\/p>\n<p>Salah tafsir yang umum dijumpai ialah bahwa Setan dan para iblisnya terperangkap di neraka setelah Setan diusir dari surga. Adalah cukup jelas dari berbagai ayat Alkitab bahwa Setan belum di daftar-hitamkan dari surga setelah pemberontakannya yang pertama. Di dalam Ayub 1:1-2:8, ia hadir di hadapan Allah dan menuduh Ayub bermotivasi ganda dalam penyembahannya. Di dalam Zakharia 3, Setan muncul kembali di hadapan Allah untuk menuduh Yosua, sang imam agung. Dan juga, nabi Mikha menggambarkan roh jahat yang berdiri di hadapan Allah dalam 1 Raja-Raja 22:19-22. Jadi, setelah kejatuhannya, dalam batasan tertentu Setan masih beroleh akses ke surga.<\/p>\n<p>Pada jaman ini, Setan dan malaikatnya masih mempunyai akses yang terbatas ke surga dan menentang para malaikat Allah (Daniel 10:10-14). Akan tetapi, pada pertempuran yang direkam dalam Wahyu 12, Setan dan anteknya kehilangan akses ke surga (ayat 8) dan akan ruang geraknya akan dibatasi ke planet ini (ayat 9). Dengan kebebasannya dibatasi, Setan &#8220;geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat&#8221; (ayat 12).<\/p>\n<p>Akan ada sorak sorai yang merebak di surga, karena sang penuduh dari purbakala telah dilarang memfitnah orang-orang pilihan lagi. Akan tetapi, penduduk di bumi akan menderita secara luar biasa setelah kejadian ini, dikarenakan oleh murka Setan dan hukuman Allah di atas penduduk bumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertempuran antara Mikhael dengan Setan sangat penting. Ketika malaikat kudus Allah mengalahkan gerombolan iblis, suara nyaring di sorga berkata: &#8220;Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya&#8221; (Wahyu 12:10). Para orang saleh Allah akan turut serta beroleh kemenangan ini: &#8220;Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka&#8221; (ayat 11). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pertempuran hebat terakhir antar malaikat dan pengusiran Setan dari surga untuk selamanya direkam dalam Wahyu 12:7-12. Di dalam perikop ini, Yohanes mengamati peperangan besar antara Mikhael serta para malaikat Allah dengan sang naga (Setan) dan malaikatnya atau dikenal juga sebagai iblis. Hal ini terjadi pada akhir jaman, pada masa kesengsaraan. Dalam keangkuhan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32644,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[122,123],"class_list":["post-42018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-eskatologi","tag-malaikat-iblis"],"better_featured_image":{"id":32644,"alt_text":"","caption":"","description":"c46196afbf22ed81ab3d7642aa277055","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/setiap-orang-mempunyai-eskatologi_5df72a35bc58c.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/setiap-orang-mempunyai-eskatologi_5df72a35bc58c.jpeg?fit=545%2C270&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2241","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42018"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42018\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}