{"id":42116,"date":"2020-12-25T09:31:16","date_gmt":"2020-12-25T02:31:16","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42116"},"modified":"2020-11-15T11:08:29","modified_gmt":"2020-11-15T04:08:29","slug":"tidak-semua-orang-kristen-merayakan-natal-tanggal-25-desember-mengapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tidak-semua-orang-kristen-merayakan-natal-tanggal-25-desember-mengapa\/","title":{"rendered":"Tidak Semua Orang Kristen Merayakan Natal Tanggal 25 Desember, Mengapa?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Hampir semua umat Kristen di dunia percaya kalau Natal jatuh pada 25 Desember. Menurut sejarah, pada saat itu, Yesus, yang dipercaya sebagai juruselamat, lahir. Untuk memperingatinya, selain beribadah, orang Kristen umumnya merayakan hari tersebut dengan berkumpul bersama keluarga atau bercengkerama bersama para sahabat. Namun, ternyata, sebagian umat Kristen lainnya tak meyakini kalau Natal jatuh pada 25 Desember. Kristen Ortodoks Koptik, misalnya, yang kebanyakan tinggal di wilayah Eropa Timur, tapatnya di Mesir, percaya kalau Natal jatuh pada 7 Januari. aljazeera.com Uskup Abraham dari Keuskupan Fayoum beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa perbedaan ini bersumber dari penggunaan kalender yang berbeda di kalangan lembaga gereja di seluruh dunia. Mulanya, memang tidak ada tanggal pasti untuk kelahiran Yesus. bbc.com Untuk itu, orang-orang menggunakan penanda musim dingin untuk menetapkan hari kelahiran tersebut. Dulu, gereja di seluruh dunia bersepakat merayakan kelahiran Yesus pada 25 Desember. Hari itu disepakati sebagai hari lahirnya Yesus oleh penganut agama Kristen dari belahan bumi barat,. Mereka menghitungnya berdasarkan kalender Gregorian\u2014kalender itu digunakan sampai sekarang. Perhitungan umat Kristen yang tergabung dalam Gereja Ortodoks, yang menggunakan kalender Julian, pun sama. Kalender Julian adalah penanda waktu yang digunakan Julius Caesar pada 46 Sebelum Masehi. Dalam kalender Julian, Natal jatuh pada tanggal 29 Kiahk, yang artinya sama dengan 25 Desember. Namun, seiring berganti waktu, kalender Julian dan kalender Gregorian tak memiliki kesamaan waktu. Kalender Julian lebih cepat 11 menit dibandingkan dengan kalender Gregorian sehingga keduanya tak memiliki kesamaan waktu. wwno.org Pada abad ke-16, Paus Gregorius XIII dari Gereja Katolik Roma, mempelajari ilmu astronomi dan mereka menyadari bahwa kalender Julian memiliki waktu 11 menit lebih pendek dari tahun matahari yang sebenarnya. Makin ke sini, waktu 11 menit itu telah berhasil menggeser waktu di kalender sehingga menjadi tidak sinkron dengan tahun matahari. aljazeera.com Karena itu, Paus Gregorius menghitung ulang hingga akhirnya menemukan perbedaan perhitungan tanggal lahir Yesus. Kala itu, Natal menurut kalender Julian terjadi 13 hari setelah 25 Desember. Itu artinya, Natal untuk perayaan kalender Julian jatuh pada 7 Januari. Lalu, bagaimana cara mereka merayakan Natal? Apakah sama dengan penganut Kristen di belahan bumi lain? londoneya.com Kristen Ortodoks memiliki perayaan Natal khusus. Sebelum hari raya tiba, mereka berpuasa selama 43 hari. Baru setelah genap puasanya, mereka lantas bergembira menyambut Natal. Hal ini tentu berlainan dengan tradisi Natal yang dianut gereja di belahan bumi lain. Namun demikian, secara umum, tata cara ibadah dan sebagainya, hampir sama. Mereka juga merayakan dengan makan-makan bersama kerabat serta berkumpul bersama orang-orang terkasih. (idtimes)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Hampir semua umat Kristen di dunia percaya kalau Natal jatuh pada 25 Desember. Menurut sejarah, pada saat itu, Yesus, yang dipercaya sebagai juruselamat, lahir. Untuk memperingatinya, selain beribadah, orang Kristen umumnya merayakan hari tersebut dengan berkumpul bersama keluarga atau bercengkerama bersama para sahabat. Namun, ternyata, sebagian umat Kristen lainnya tak meyakini kalau Natal jatuh pada 25 Desember.<\/p>\n<div id=\"article-content\" style=\"text-align: justify;\">\n<h2><strong>Kristen Ortodoks Koptik, misalnya, yang kebanyakan tinggal di wilayah Eropa Timur, tapatnya di Mesir, percaya kalau Natal jatuh pada 7 Januari.<\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: center;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20161216\/nt2-1-7284816c3d637c8896110e4279346933.jpg?ssl=1\" alt=\"Tidak Semua Orang Kristen Merayakan Natal Tanggal 25 Desember, Mengapa?\" \/><span class=\"main-article-source\">aljazeera.com<\/span><\/div>\n<p>Uskup Abraham dari Keuskupan Fayoum beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa perbedaan ini bersumber dari penggunaan kalender yang berbeda di kalangan lembaga gereja di seluruh dunia.<\/p>\n<h2><strong>Mulanya, memang tidak ada tanggal pasti untuk kelahiran Yesus. <\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: center;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20161216\/nt3-53e96bd9a62dfa556970eac6aace5c60.jpg?ssl=1\" alt=\"Tidak Semua Orang Kristen Merayakan Natal Tanggal 25 Desember, Mengapa?\" \/><span class=\"main-article-source\">bbc.com<\/span><\/div>\n<p>Untuk itu, orang-orang menggunakan penanda musim dingin untuk menetapkan hari kelahiran tersebut. Dulu, gereja di seluruh dunia bersepakat merayakan kelahiran Yesus pada 25 Desember. Hari itu disepakati sebagai hari lahirnya Yesus oleh penganut agama Kristen dari belahan bumi barat,. Mereka menghitungnya berdasarkan kalender Gregorian\u2014kalender itu digunakan sampai sekarang.<\/p>\n<p>Perhitungan umat Kristen yang tergabung dalam Gereja Ortodoks, yang menggunakan kalender Julian, pun sama. Kalender Julian adalah penanda waktu yang digunakan Julius Caesar pada 46 Sebelum Masehi. Dalam kalender Julian, Natal jatuh pada tanggal 29 Kiahk, yang artinya sama dengan 25 Desember. Namun, seiring berganti waktu, kalender Julian dan kalender Gregorian tak memiliki kesamaan waktu.<\/p>\n<h2><strong>Kalender Julian lebih cepat 11 menit dibandingkan dengan kalender Gregorian sehingga keduanya tak memiliki kesamaan waktu. <\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20161216\/nt5-f2c943ae7176bf0e46e87c821151f07b.jpg?ssl=1\" alt=\"Tidak Semua Orang Kristen Merayakan Natal Tanggal 25 Desember, Mengapa?\" \/><span class=\"main-article-source\">wwno.org<\/span><\/div>\n<p>Pada abad ke-16, Paus Gregorius XIII dari Gereja Katolik Roma, mempelajari ilmu astronomi dan mereka menyadari bahwa kalender Julian memiliki waktu 11 menit lebih pendek dari tahun matahari yang sebenarnya.<\/p>\n<h2><strong>Makin ke sini, waktu 11 menit itu telah berhasil menggeser waktu di kalender sehingga menjadi tidak sinkron dengan tahun matahari.<\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20161217\/natal-8654e8bba2fca7f871b0eaafea391410.jpg?ssl=1\" alt=\"Tidak Semua Orang Kristen Merayakan Natal Tanggal 25 Desember, Mengapa?\" \/><span class=\"main-article-source\">aljazeera.com<\/span><\/div>\n<p>Karena itu, Paus Gregorius menghitung ulang hingga akhirnya menemukan perbedaan perhitungan tanggal lahir Yesus.<\/p>\n<p>Kala itu, Natal menurut kalender Julian terjadi 13 hari setelah 25 Desember. Itu artinya, Natal untuk perayaan kalender Julian jatuh pada 7 Januari.<\/p>\n<h2><strong>Lalu, bagaimana cara mereka merayakan Natal? Apakah sama dengan penganut Kristen di belahan bumi lain?<\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20161216\/nt6-aa17b02a3e7d3ea62b4dbc04d63a6e12.jpg?ssl=1\" alt=\"Tidak Semua Orang Kristen Merayakan Natal Tanggal 25 Desember, Mengapa?\" \/><span class=\"main-article-source\">londoneya.com <\/span><\/div>\n<p>Kristen Ortodoks memiliki perayaan Natal khusus. Sebelum hari raya tiba, mereka berpuasa selama 43 hari. Baru setelah genap puasanya, mereka lantas bergembira menyambut Natal. Hal ini tentu berlainan dengan tradisi Natal yang dianut gereja di belahan bumi lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian, secara umum, tata cara ibadah dan sebagainya, hampir sama. Mereka juga merayakan dengan makan-makan bersama kerabat serta berkumpul bersama orang-orang terkasih. (idtimes)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Hampir semua umat Kristen di dunia percaya kalau Natal jatuh pada 25 Desember. Menurut sejarah, pada saat itu, Yesus, yang dipercaya sebagai juruselamat, lahir. Untuk memperingatinya, selain beribadah, orang Kristen umumnya merayakan hari tersebut dengan berkumpul bersama keluarga atau bercengkerama bersama para sahabat. Namun, ternyata, sebagian umat Kristen lainnya tak meyakini kalau Natal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42117,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5],"tags":[4],"class_list":["post-42116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","tag-natal"],"better_featured_image":{"id":42117,"alt_text":"","caption":"","description":"17e5b350a60f67c664f3b61da0b2b1e3","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tidak-semua-orang-kristen-merayakan-natal-tanggal-25-desember-mengapa_5e3ea9d80da24.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tidak-semua-orang-kristen-merayakan-natal-tanggal-25-desember-mengapa_5e3ea9d80da24.jpeg?fit=600%2C400&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tidak-semua-orang-kristen-merayakan-natal-tanggal-25-desember-mengapa_5e3ea9d80da24.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tidak-semua-orang-kristen-merayakan-natal-tanggal-25-desember-mengapa_5e3ea9d80da24.jpeg?fit=600%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1681","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42116"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42116\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}