{"id":42127,"date":"2020-03-08T12:38:18","date_gmt":"2020-03-08T05:38:18","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42127"},"modified":"2020-03-10T19:48:02","modified_gmt":"2020-03-10T12:48:02","slug":"liburan-natal-ini-11-destinasi-wisata-religi-nasrani-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/liburan-natal-ini-11-destinasi-wisata-religi-nasrani-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Kristen di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Destinasi wisata begitu beragam. Ada wisata adrenalin, alam, hingga religi. Eksistensi wisata religi didorong oleh para pemeluk agama yang pernah ataupun yang mendiami suatu wilayah. Berkaitan dengan Hari Natal, yuk kita tengok wisata religi Nasrani apa saja yang ada di Indonesia. 1. Bukit Rhema Jawa Tengah Instagram.com\/trithosanto Sekitar empat kilometer dari Candi Borobudur, Magelang, berdiri megah Bukit Rhema atau yang populer dengan nama gereja ayam. Padahal, sebenarnya bangunan itu adalah merpati. Didirikan pada tahun 1992, penggagas Bukit Rhema, Daniel Alamsjah ingin menjadikan bangunan ini sebagai Rumah Doa bagi Segala Umat. Berkat syuting film Ada Apa dengan Cinta? 2, lokasi ini tambah populer bersama dengan Punthuk Setumbu. 2. Gereja Blendhuk Jawa Tengah Dok. Pribadi\/Defrina Sukma Terletak di kawasan Kota Lama Semarang, berdiri megah Gereja Blenduk. Gereja berbentuk oktagonal ini didirikan pada zaman pendudukan Belanda tahun 1753. Nama asli gereja yang menjadi salah satu ikon Kota Semarang ini adalah GPIB Immanuel. 3. Gereja Pohsarang Jawa Timur Instagram.com\/kabupatenkediriku Berjarak sekitar 150 kilometer dari Surabaya, terdapat Gereja Katolik Roma bernama Pohsarang. Gereja Pohsarang mulai dibangun pada tahun 1936. Itu artinya, gereja ini eksis sejak 86 tahun lalu. Letaknya yang berada di lereng Gunung Wilis menjadikan gereja ini diliputi suasana sejuk. Selain itu, di kompleks gereja terdapat Gua Maria Lourdes Pohsarang. Gua ini dibangun tahun 1998 dengan mereplikasi gua dengan nama yang sama, yang ada di Perancis. 4. Gereja Sion, DKI Jakarta Instagram.com\/charlieputin Di Ibukota terdapat gereja yang telah berdiri sejak tahun 1695. Meski gereja Sion dibangun oleh bangsa Portugis, pengunjung dapat membaca lengkap sejarah pembangunan gereja dalam bahasa Belanda. 5. Salib Kasih, Sumatera Utara Instagram.com\/yusniar_sipayung Beralih ke luar Jawa, terdapat monumen salib yang begitu besar di Bukit Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara. Salib yang punya ketinggian 31 meter ini dibangun oleh pemerintah setempat untuk mengenang jasa misionaris agama Kristen, Ingwer Ludwig Nommensen, yang hampir dibunuh saat menyebarkan agama Kristen di Batak. Kalau kamu lagi di Tapanuli, gak ada salahnya deh mampir ke sini. Panorama sepanjang jalannya juga bagus banget. 6. Larantuka, Nusa Tenggara Timur Instagram.com\/anggakadja via @catholic.photography Kalau di Italia punya Vatikan, maka Indonesia punya Larantuka. Kota kecil di Pulau Flores ini punya julukan kota seribu kapel. Betapa tidak, beberapa altar di depan kapel-kapel itu akan banyak kamu temui di sepanjang pantai di Larantuka. Gak cuma kapel, pantai-pantai yang indah juga bisa menjadi destinasi wisata saat kamu berada di Larantuka. 7. Graha Maria Annai Velangkanni, Sumatera Utara sunardo.com Bangunan ini sebenarnya adalah gereja Katolik bagi warga keturunan India di Medan lho. Tapi, bila kamu melihat dari kejauhan, bangunan ini lebih menyerupai kuil. Gereja ini terbuka bagi wisatawan. Pengunjung bisa melihat-lihat dengan kagum arsitektur serta ornamen eksterior maupun interior gereja. 8. Prasasti Salib Besar, Papua Barat Instagram.com\/_aaaallll Di ujung timur Indonesia, lebih tepatnya Pulau Mansinam, Manokwari, adalah saksi penyebaran kitab Injil oleh pendeta asal Jerman bernama Carl William dan Goltlob Geisller pada abad ke-19. Prasasti setinggi enam meter ini menjadi simbol kedatangan mereka. 9. Bukit Doa Tomohon, Sulawesi Utara Instagram.com\/mainbentardotcom Bukit Doa di Tomohon terletak sekitar 30 kilometer dari Manado. Berlatar pemandangan Gunung Lokon, berdiri Chapel of Mother Mary. Kapel ini biasa digunakan sebagai tempat foto prapernikahan. Selain kapel, ada pula amfiteater berkapasitas 1.500 orang. Fasilitas di sini kerap digunakan sebagai tempat untuk retreat maupun pertunjukan seni umat Kristiani. 10. Sumur Kitiran Mas, Yogyakarta Instagram.com\/theresia_rl Bagi wisatawan Nasrani yang tengah berlibur di Yogyakarta, sempatkanlah untuk beribadah di Gereja Santa Maria Assumpta, Kaliurang. Uniknya, beberapa meter dari altar, terdapat sebuah sumur yang berasal dari aliran air di bawah patung Bunda Maria. Tradisi di sini juga unik lho. Umat Nasrani yang bersembahyang di sini biasanya meminum air dari sumur usai beribadah. 11. Patung Tuhan Yesus, Sulawesi Selatan Instagram.com\/anu.story Bila di Brazil terdapat Christ The Redeemer, masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan juga punya Patung Tuhan Yesus Memberkati. Patung ini terletak di ketinggian 1.700 meter. Pembangunan patung ini diinisiasi oleh Gubernur Sulses Syahrul Yasin Limpo dengan melibatkan seniman Yogyakarta bernama Supriyadi dan Hardo Wardoyo Suarto. Untuk mendukung touristy spot, dibangunlah jembatan kaca yang bikin feed Instagram kalian makin kece. (idtimes)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Destinasi wisata begitu beragam. Ada wisata adrenalin, alam, hingga religi. Eksistensi wisata religi didorong oleh para pemeluk agama yang pernah ataupun yang mendiami suatu wilayah.<\/p>\n<div id=\"article-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Berkaitan dengan Hari Natal, yuk kita tengok wisata religi Nasrani apa saja yang ada di Indonesia.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">1. Bukit Rhema Jawa Tengah<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/46756716-214370259477084-5887370060097646229-n-714fcf192d258c775485864af3360fcc.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/trithosanto <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar empat kilometer dari Candi Borobudur, Magelang, berdiri megah Bukit Rhema atau yang populer dengan nama gereja ayam. Padahal, sebenarnya bangunan itu adalah merpati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Didirikan pada tahun 1992, penggagas Bukit Rhema, Daniel Alamsjah ingin menjadikan bangunan ini sebagai Rumah Doa bagi Segala Umat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berkat syuting film <em>Ada Apa dengan Cinta? 2, <\/em>lokasi ini tambah populer bersama dengan Punthuk Setumbu.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">2. Gereja Blendhuk Jawa Tengah<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/20181220-213738-min-630e30c4b53c72e62e6ad0bc685735fb.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Dok. Pribadi\/Defrina Sukma<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terletak di kawasan Kota Lama Semarang, berdiri megah Gereja Blenduk. Gereja berbentuk oktagonal ini didirikan pada zaman pendudukan Belanda tahun 1753. Nama asli gereja yang menjadi salah satu ikon Kota Semarang ini adalah GPIB Immanuel.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">3. Gereja Pohsarang Jawa Timur<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/43762653-356478801774399-5333053938945460289-n-38f41c8099f6d5dc79b65c50de017686.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/kabupatenkediriku <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berjarak sekitar 150 kilometer dari Surabaya, terdapat Gereja Katolik Roma bernama Pohsarang. Gereja Pohsarang mulai dibangun pada tahun 1936. Itu artinya, gereja ini eksis sejak 86 tahun lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Letaknya yang berada di lereng Gunung Wilis menjadikan gereja ini diliputi suasana sejuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, di kompleks gereja terdapat Gua Maria Lourdes Pohsarang. Gua ini dibangun tahun 1998 dengan mereplikasi gua dengan nama yang sama, yang ada di Perancis.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">4. Gereja Sion, DKI Jakarta<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/20589856-473129693045707-4150355124373422080-n-43ffb57ccac0f28bc2e921d85b21b2fd.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/charlieputin <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Ibukota terdapat gereja yang telah berdiri sejak tahun 1695. Meski gereja Sion dibangun oleh bangsa Portugis, pengunjung dapat membaca lengkap sejarah pembangunan gereja dalam bahasa Belanda.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">5. Salib Kasih, Sumatera Utara<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/22157385-1942275199366516-5710727106766307328-n-921b0bbd11d8ce83bfb7a13fd548bfd7.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/yusniar_sipayung <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beralih ke luar Jawa, terdapat monumen salib yang begitu besar di Bukit Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salib yang punya ketinggian 31 meter ini dibangun oleh pemerintah setempat untuk mengenang jasa misionaris agama Kristen, Ingwer Ludwig Nommensen, yang hampir dibunuh saat menyebarkan agama Kristen di Batak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu lagi di Tapanuli, gak ada salahnya deh mampir ke sini. Panorama sepanjang jalannya juga bagus banget.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">6. Larantuka, Nusa Tenggara Timur<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/33914030-108787859987146-5857037259353620480-n-79eff4e24263f125fd30f14c4a0c604d.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/anggakadja via @catholic.photography <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau di Italia punya Vatikan, maka Indonesia punya Larantuka. Kota kecil di Pulau Flores ini punya julukan kota seribu kapel. Betapa tidak, beberapa altar di depan kapel-kapel itu akan banyak kamu temui di sepanjang pantai di Larantuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gak cuma kapel, pantai-pantai yang indah juga bisa menjadi destinasi wisata saat kamu berada di Larantuka.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">7. Graha Maria Annai Velangkanni, Sumatera Utara<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"42133\" data-permalink=\"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/liburan-natal-ini-11-destinasi-wisata-religi-nasrani-di-indonesia\/sunardo_valengkanni\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sunardo_valengkanni.jpg?fit=780%2C1040&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"780,1040\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"sunardo_valengkanni\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sunardo_valengkanni.jpg?fit=768%2C1024&amp;ssl=1\" class=\"aligncenter wp-image-42133 size-full\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sunardo_valengkanni.jpg?resize=780%2C1040&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"780\" height=\"1040\" \/><span class=\"main-article-source\">sunardo.com<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangunan ini sebenarnya adalah gereja Katolik bagi warga keturunan India di Medan lho. Tapi, bila kamu melihat dari kejauhan, bangunan ini lebih menyerupai kuil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja ini terbuka bagi wisatawan. Pengunjung bisa melihat-lihat dengan kagum arsitektur serta ornamen eksterior maupun interior gereja.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">8. Prasasti Salib Besar, Papua Barat<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/38145694-447603345742359-8647219311015886848-n-1-4620f86de5df376f3543c9fc8780c90b.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/_aaaallll <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di ujung timur Indonesia, lebih tepatnya Pulau Mansinam, Manokwari, adalah saksi penyebaran kitab Injil oleh pendeta asal Jerman bernama Carl William dan Goltlob Geisller pada abad ke-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prasasti setinggi enam meter ini menjadi simbol kedatangan mereka.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">9. Bukit Doa Tomohon, Sulawesi Utara<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/45400041-250683645604871-3851271976132432438-n-b7d0e11da044e92967d2e86f355fd1ea.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/mainbentardotcom <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukit Doa di Tomohon terletak sekitar 30 kilometer dari Manado. Berlatar pemandangan Gunung Lokon, berdiri <em>Chapel of Mother Mary<\/em>. Kapel ini biasa digunakan sebagai tempat foto prapernikahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kapel, ada pula amfiteater berkapasitas 1.500 orang. Fasilitas di sini kerap digunakan sebagai tempat untuk <em>retreat<\/em> maupun pertunjukan seni umat Kristiani.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">10. Sumur Kitiran Mas, Yogyakarta<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/20686660-1541878039189222-8504650555979726848-n-5c589dfe322419d735cde88fe5c808b9.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/theresia_rl <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi wisatawan Nasrani yang tengah berlibur di Yogyakarta, sempatkanlah untuk beribadah di Gereja Santa Maria Assumpta, Kaliurang. Uniknya, beberapa meter dari altar, terdapat sebuah sumur yang berasal dari aliran air di bawah patung Bunda Maria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tradisi di sini juga unik lho. Umat Nasrani yang bersembahyang di sini biasanya meminum air dari sumur usai beribadah.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">11. Patung Tuhan Yesus, Sulawesi Selatan<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/12\/34266196-993506177483429-6674911101093675008-n-6367066e1025b81af32e86473c9c939f.jpg?ssl=1\" alt=\"Liburan Natal, Ini 11 Destinasi Wisata Religi Nasrani di Indonesia\" \/><span class=\"main-article-source\">Instagram.com\/anu.story <\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bila di Brazil terdapat <em>Christ The Redeemer, <\/em>masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan juga punya Patung Tuhan Yesus Memberkati. Patung ini terletak di ketinggian 1.700 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan patung ini diinisiasi oleh Gubernur Sulses Syahrul Yasin Limpo dengan melibatkan seniman Yogyakarta bernama Supriyadi dan Hardo Wardoyo Suarto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendukung <em>touristy spot, <\/em>dibangunlah jembatan kaca yang bikin <em>feed<\/em> Instagram kalian makin kece. (idtimes)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Destinasi wisata begitu beragam. Ada wisata adrenalin, alam, hingga religi. Eksistensi wisata religi didorong oleh para pemeluk agama yang pernah ataupun yang mendiami suatu wilayah. Berkaitan dengan Hari Natal, yuk kita tengok wisata religi Nasrani apa saja yang ada di Indonesia. 1. Bukit Rhema Jawa Tengah Instagram.com\/trithosanto Sekitar empat kilometer dari Candi Borobudur, Magelang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42128,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"109"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[109],"tags":[],"class_list":["post-42127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-site"],"better_featured_image":{"id":42128,"alt_text":"","caption":"","description":"8dc793da16796f33e75f814915d74f36","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/liburan-natal-ini-11-destinasi-wisata-religi-nasrani-di-indonesia_5e3eab9f2923a.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/liburan-natal-ini-11-destinasi-wisata-religi-nasrani-di-indonesia_5e3eab9f2923a.jpeg?fit=600%2C315&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/liburan-natal-ini-11-destinasi-wisata-religi-nasrani-di-indonesia_5e3eab9f2923a.jpeg"},"categories_detail":[{"id":109,"name":"Situs Bersejarah","description":"","slug":"site","count":30,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/liburan-natal-ini-11-destinasi-wisata-religi-nasrani-di-indonesia_5e3eab9f2923a.jpeg?fit=600%2C315&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2032","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}