{"id":42138,"date":"2020-12-17T08:35:24","date_gmt":"2020-12-17T01:35:24","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42138"},"modified":"2020-02-08T20:40:34","modified_gmt":"2020-02-08T13:40:34","slug":"dirayakan-bulan-januari-ini-sejarah-unik-hari-natal-di-rusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dirayakan-bulan-januari-ini-sejarah-unik-hari-natal-di-rusia\/","title":{"rendered":"Dirayakan Bulan Januari, Ini Sejarah Unik Hari Natal di Rusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Rusia, negara terbesar di dunia ini punya banyak keunikan, salah satunya soal perayaan Natal. Kristen Ortodoks menjadi agama mayoritas di Rusia. Jumlah pemeluknya sangat banyak, sehingga gereja-gereja di sana didominasi oleh mereka. Sebagian besar pemeluk Kristen Ortodoks masih meyakini tradisi lama perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 7 Januari. Wah, kenapa gak dirayakan tanggal 25 Desember seperti Natal pada umumnya ya? Yuk, simak sejarahnya! 1. Mayoritas kaum Kristen Ortodoks menganut penanggalan kalender Julian ribttes.com Sistem penanggalan yang kita gunakan sekarang adalah kalender Gregorian, yang diusulkan oleh Paus Gregory di Roma pada tahun 1582. Sebelumnya, mayoritas orang menggunakan kalender Julian yang berlaku sejak tahun 45 SM di era Julius Caesar. Kristen Ortodoks merupakan agama tua yang menganut penanggalan Julian. Ada perbedaan 13 hari antara kalender Julian dan Gregorian. Ini alasannya Hari Raya Natal bagi mayoritas kaum Kristen Ortodoks dirayakan pada 7 Januari, bukan 25 Desember. Kalender Julian pernah direvisi pada awal abad ke-19, sehingga perayaan Natal disamakan dengan versi Gregorian. Namun hanya beberapa negara yang menggunakan perubahan ini seperti Yunani dan Rumania. 2. Rusia adalah negara dengan jumlah pemeluk Kristen Ortodoks terbesar di dunia Pixabay\/BlueSnap Dari seluruh pemeluk agama Kristen Ortodoks di dunia, sekitar 39 persennya berada di Rusia. Angka ini menjadikan Rusia sebagai negara dengan jumlah pemeluk Kristen Ortodoks terbanyak di dunia. 3. Hampir separuh kaum Ortodoks di Rusia masih mempercayai kalender Julian ibtimes.com Dengan sebagian besar pemeluk Kristen Ortodoks yang masih menganut tradisi lama, wajar jika di Rusia ada 2 perayaan Natal, pada tanggal 25 Desember dan 7 Januari. Meski begitu gak pernah ada perdebatan serius, semua saling menghargai kepercayaan masing-masing. Perlu diketahui nih, kaum Nasrani di Rusia sempat gak bisa merayakan Natal selama 70 tahun. Di era Soviet, komunisme menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh pemerintah. Aturan ini menyebabkan setiap warganya gak diperkenankan melakukan perayaan khusus untuk agama apapun. 4. Perayaan Sochelnik digelar pada malam Natal volshebnaya-eda.ru Malam Natal bagi kaum Ortodoks Rusia dirayakan dengan Sochelnik, makan malam menyantap 12 menu tradisional. Jika benar-benar mengikuti tradisi lama, keduabelas menu ini gak boleh mengandung hasil hewani. Jadi semuanya harus hasil pertanian dan perkebunan saja. Tapi seiring berjalannya waktu, gak semua menu harus disajikan dan bisa diganti dengan makanan lain. Kecuali Kutia dan Uzvar, dua kudapan berbahan baku buah-buahan yang selalu menjadi ciri khas saat Natal. 5. Sebagian kaum Nasrani di Rusia tetap merayakan Natal pada tanggl 25 Desember tripsavvy.com Meski masih banyak kaum Ortodoks Rusia yang menganut tradisi lama, beberapa lainnya tetap merayakan Natal pada 25 Desember. Apalagi Rusia gak cuma dihuni kaum Kristen Ortodoks saja kan, ada umat Nasrani lain yang juga tinggal di sini. (idtimes)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Rusia, negara terbesar di dunia ini punya banyak keunikan, salah satunya soal perayaan Natal.<\/p>\n<div id=\"article-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Kristen Ortodoks menjadi agama mayoritas di Rusia. Jumlah pemeluknya sangat banyak, sehingga gereja-gereja di sana didominasi oleh mereka. Sebagian besar pemeluk Kristen Ortodoks masih meyakini tradisi lama perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 7 Januari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wah, kenapa gak dirayakan tanggal 25 Desember seperti Natal pada umumnya ya? Yuk, simak sejarahnya!<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">1. Mayoritas kaum Kristen Ortodoks menganut penanggalan kalender Julian<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/07\/487d5f8aa507433d4b951b954ab44910.jpg?ssl=1\" alt=\"Dirayakan Bulan Januari, Ini Sejarah Unik Hari Natal di Rusia\" \/><span class=\"main-article-source\">ribttes.com<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem penanggalan yang kita gunakan sekarang adalah kalender Gregorian, yang diusulkan oleh Paus Gregory di Roma pada tahun 1582. Sebelumnya, mayoritas orang menggunakan kalender Julian yang berlaku sejak tahun 45 SM di era Julius Caesar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kristen Ortodoks merupakan agama tua yang menganut penanggalan Julian. Ada perbedaan 13 hari antara kalender Julian dan Gregorian. Ini alasannya Hari Raya Natal bagi mayoritas kaum Kristen Ortodoks dirayakan pada 7 Januari, bukan 25 Desember.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalender Julian pernah direvisi pada awal abad ke-19, sehingga perayaan Natal disamakan dengan versi Gregorian. Namun hanya beberapa negara yang menggunakan perubahan ini seperti Yunani dan Rumania.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">2. Rusia adalah negara dengan jumlah pemeluk Kristen Ortodoks terbesar di dunia<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/07\/a014daa4e535362108d8e3e59d1aef11.jpg?ssl=1\" alt=\"Dirayakan Bulan Januari, Ini Sejarah Unik Hari Natal di Rusia\" \/><span class=\"main-article-source\">Pixabay\/BlueSnap<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari seluruh pemeluk agama Kristen Ortodoks di dunia, sekitar 39 persennya berada di Rusia. Angka ini menjadikan Rusia sebagai negara dengan jumlah pemeluk Kristen Ortodoks terbanyak di dunia.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">3. Hampir separuh kaum Ortodoks di Rusia masih mempercayai kalender Julian<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/07\/689ef16b9d17fc8df3e507a177479d03.jpg?ssl=1\" alt=\"Dirayakan Bulan Januari, Ini Sejarah Unik Hari Natal di Rusia\" \/><span class=\"main-article-source\">ibtimes.com<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan sebagian besar pemeluk Kristen Ortodoks yang masih menganut tradisi lama, wajar jika di Rusia ada 2 perayaan Natal, pada tanggal 25 Desember dan 7 Januari. Meski begitu gak pernah ada perdebatan serius, semua saling menghargai kepercayaan masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diketahui nih, kaum Nasrani di Rusia sempat gak bisa merayakan Natal selama 70 tahun. Di era Soviet, komunisme menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh pemerintah. Aturan ini menyebabkan setiap warganya gak diperkenankan melakukan perayaan khusus untuk agama apapun.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">4. Perayaan Sochelnik digelar pada malam Natal<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/07\/76a523943bc21be44ce0a4c1006df8ac.jpg?ssl=1\" alt=\"Dirayakan Bulan Januari, Ini Sejarah Unik Hari Natal di Rusia\" \/><span class=\"main-article-source\">volshebnaya-eda.ru<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malam Natal bagi kaum Ortodoks Rusia dirayakan dengan Sochelnik, makan malam menyantap 12 menu tradisional. Jika benar-benar mengikuti tradisi lama, keduabelas menu ini gak boleh mengandung hasil hewani. Jadi semuanya harus hasil pertanian dan perkebunan saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi seiring berjalannya waktu, gak semua menu harus disajikan dan bisa diganti dengan makanan lain. Kecuali Kutia dan Uzvar, dua kudapan berbahan baku buah-buahan yang selalu menjadi ciri khas saat Natal.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">5. Sebagian kaum Nasrani di Rusia tetap merayakan Natal pada tanggl 25 Desember<\/h2>\n<div class=\"embed-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2018\/07\/a12dbc0ab2472fd475665f4e373ce1cd.jpg?ssl=1\" alt=\"Dirayakan Bulan Januari, Ini Sejarah Unik Hari Natal di Rusia\" \/><span class=\"main-article-source\">tripsavvy.com<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski masih banyak kaum Ortodoks Rusia yang menganut tradisi lama, beberapa lainnya tetap merayakan Natal pada 25 Desember. Apalagi Rusia gak cuma dihuni kaum Kristen Ortodoks saja kan, ada umat Nasrani lain yang juga tinggal di sini. (idtimes)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Rusia, negara terbesar di dunia ini punya banyak keunikan, salah satunya soal perayaan Natal. Kristen Ortodoks menjadi agama mayoritas di Rusia. Jumlah pemeluknya sangat banyak, sehingga gereja-gereja di sana didominasi oleh mereka. Sebagian besar pemeluk Kristen Ortodoks masih meyakini tradisi lama perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 7 Januari. Wah, kenapa gak dirayakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42139,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,22],"tags":[],"class_list":["post-42138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":42139,"alt_text":"","caption":"","description":"7a713df6e5064b8a58cacf7820935bc3","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/dirayakan-bulan-januari-ini-sejarah-unik-hari-natal-di-rusia_5e3eb6cb35b83.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/dirayakan-bulan-januari-ini-sejarah-unik-hari-natal-di-rusia_5e3eb6cb35b83.jpeg?fit=600%2C400&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/dirayakan-bulan-januari-ini-sejarah-unik-hari-natal-di-rusia_5e3eb6cb35b83.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/dirayakan-bulan-januari-ini-sejarah-unik-hari-natal-di-rusia_5e3eb6cb35b83.jpeg?fit=600%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2072","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42138"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42138\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}