{"id":42154,"date":"2026-06-07T18:15:30","date_gmt":"2026-06-07T11:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/maka-bertanyalah-daud-kepada-tuhan-2-samuel-523\/"},"modified":"2026-06-07T18:15:31","modified_gmt":"2026-06-07T11:15:31","slug":"maka-bertanyalah-daud-kepada-tuhan-2-samuel-523","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/maka-bertanyalah-daud-kepada-tuhan-2-samuel-523\/","title":{"rendered":"Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan. [Maz 97:10]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Engkau memiliki alasan yang baik untuk \u201cmembenci kejahatan,\u201d hanya dengan memikirkan kerusakan apa yang telah dikerjakannya terhadap engkau. Oh, keburukan sedunia sudah dibawa dosa ke dalam hatimu! Dosa membutakan engkau sehingga engkau tidak dapat melihat keindahan Sang Juruselamat; dosa membuat engkau tuli sehingga engkau tidak dapat mendengar undangan lembut Sang Penebus. Dosa mengarahkan kakimu ke dalam jalan kematian, dan menuangkan racun ke dalam setiap sumber keberadaan engkau; dosa mencemarkan hatimu, dan membuatnya \u201clebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu.\u201d [Yeremia 17:9] Oh, makhluk apakah engkau, saat kejahatan menyelimuti, sebelum anugerah ilahi menyela! Engkau menjadi pewaris murka sama seperti yang lain, engkau &quot;menuruti kebanyakan orang melakukan kejahatan.&quot; [Keluaran 23:2] Begitulah kita semua; tetapi Paulus mengingatkan kita, &quot;tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.&quot; [1 Korintus 6:11] Kita memiliki alasan baik, memang, untuk membenci kejahatan bila kita melihat ke belakang dan menjejaki kerjanya yang mematikan. Kejahatan tersebut akan merusak kita, sehingga jiwa kita bisa hilang kalau saja cinta kasih Mahakuasa tidak turut campur untuk menebus kita. Bahkan sekarang kejahatan adalah musuh yang aktif, yang berjaga-jaga terus untuk menyakiti kita, dan menarik kita untuk dimusnahkan. Oleh karena itu \u201cbencilah kejahatan,\u201d O orang-orang Kristen, kecuali engkau menginginkan masalah. Jika engkau mau menaburi jalanmu dengan duri-duri, dan menanam jeruju pada bantal kematian, maka abaikan \u201cbencilah kejahatan:\u201d tetapi jika engkau mau hidup bahagia, dan mati dengan damai, maka berjalanlah di dalam kekudusan, membenci kejahatan, sampai pada akhirnya. Jika engkau benar-benar mengasihi sang Penyelamat, dan mau memuliakan-Nya, maka \u201cbencilah kejahatan.\u201d Kita tahu bahwa dalam orang Kristen cinta akan kejahatan tidak ada obatnya selain hubungan yang berlimpah dengan Tuhan Yesus. Berdiam lama dengan Dia, maka mustahil bagimu untuk berdamai dengan dosa. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Engkau memiliki alasan yang baik untuk \u201cmembenci kejahatan,\u201d hanya dengan memikirkan kerusakan apa yang telah dikerjakannya terhadap engkau. Oh, keburukan sedunia sudah dibawa dosa ke dalam hatimu! Dosa membutakan engkau sehingga engkau tidak dapat melihat keindahan Sang Juruselamat; dosa membuat engkau tuli sehingga engkau tidak dapat mendengar undangan lembut Sang Penebus. Dosa mengarahkan kakimu ke dalam jalan kematian, dan menuangkan racun ke dalam setiap sumber keberadaan engkau; dosa mencemarkan hatimu, dan membuatnya \u201clebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yeremia%2017:9\">Yeremia 17:9<\/a>] Oh, makhluk apakah engkau, saat kejahatan menyelimuti, sebelum anugerah ilahi menyela! Engkau menjadi pewaris murka sama seperti yang lain, engkau &#8220;menuruti kebanyakan orang melakukan kejahatan.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%2023:2\">Keluaran 23:2<\/a>] Begitulah kita semua; tetapi Paulus mengingatkan kita, &#8220;tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Korintus%206:11\">1 Korintus 6:11<\/a>] Kita memiliki alasan baik, memang, untuk membenci kejahatan bila kita melihat ke belakang dan menjejaki kerjanya yang mematikan. Kejahatan tersebut akan merusak kita, sehingga jiwa kita bisa hilang kalau saja cinta kasih Mahakuasa tidak turut campur untuk menebus kita. Bahkan sekarang kejahatan adalah musuh yang aktif, yang berjaga-jaga terus untuk menyakiti kita, dan menarik kita untuk dimusnahkan. Oleh karena itu \u201cbencilah kejahatan,\u201d O orang-orang Kristen, kecuali engkau menginginkan masalah. Jika engkau mau menaburi jalanmu dengan duri-duri, dan menanam jeruju pada bantal kematian, maka abaikan \u201cbencilah kejahatan:\u201d tetapi jika engkau mau hidup bahagia, dan mati dengan damai, maka berjalanlah di dalam kekudusan, membenci kejahatan, sampai pada akhirnya. Jika engkau benar-benar mengasihi sang Penyelamat, dan mau memuliakan-Nya, maka \u201cbencilah kejahatan.\u201d Kita tahu bahwa dalam orang Kristen cinta akan kejahatan tidak ada obatnya selain hubungan yang berlimpah dengan Tuhan Yesus. Berdiam lama dengan Dia, maka mustahil bagimu untuk berdamai dengan dosa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Engkau memiliki alasan yang baik untuk \u201cmembenci kejahatan,\u201d hanya dengan memikirkan kerusakan apa yang telah dikerjakannya terhadap engkau. Oh, keburukan sedunia sudah dibawa dosa ke dalam hatimu! Dosa membutakan engkau sehingga engkau tidak dapat melihat keindahan Sang Juruselamat; dosa membuat engkau tuli sehingga engkau tidak dapat mendengar undangan lembut Sang Penebus. Dosa mengarahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-42154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"25","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42154"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69061,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42154\/revisions\/69061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}