{"id":42181,"date":"2020-05-14T13:44:46","date_gmt":"2020-05-14T06:44:46","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42181"},"modified":"2020-05-14T09:23:23","modified_gmt":"2020-05-14T02:23:23","slug":"mengapa-saya-tidak-boleh-bunuh-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-saya-tidak-boleh-bunuh-diri\/","title":{"rendered":"Mengapa saya tidak boleh bunuh diri?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id-Hati saya trenyuh dan bersimpati dengan orang-orang yang berpikir untuk mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri. Jika orang ini adalah Saudara, saat ini Saudara mungkin merasa putus asa dan tidak ada harapan. Saudara mungkin merasa sedang berada dalam lubang yang paling dalam dan ragu apakah ada secercah harapan bahwa segala sesuatu nantinya akan menjadi lebih baik. Rasanya tidak ada orang yang mengerti atau peduli dengan Saudara. Hidup sepertinya tidak ada artinya lagi. Emosi yang tak tertanggungkan dialami banyak orang dari waktu ke waktu. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak saya ketika berada dalam pergumulan adalah, \u201cApakah mungkin ini adalah kehendak Tuhan yang menciptakan saya?\u201d \u201cApakah Tuhan kurang mampu menolong saya?\u201d \u201cApakah persoalan saya terlalu besar bagi Dia?\u201d Dengan senang hati saya memberitahu Saudara: jika Saudara bersedia meluangkan waktu sejenak; mengijinkan Allah menjadi Tuhan dalam hidup Saudara saat ini, Dia akan membuktikan kebesaranNya pada Saudara. \u201cSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil\u201d (Lukas 1:37). Mungkin bekas luka dari masa lalu mengakibatkan rasa penolakan yang sangat besar atau membuat Saudara merasa diabaikan. Hal ini mengakibatkan rasa belas kasihan pada diri sendiri, kemarahan, kepahitan, dendam, rasa takut yang tidak sehat, yang mengakibatkan persoalan dalam hubungan yang paling penting bagi Saudara. Sekalipun demikian, bunuh diri hanya membawa kehancuran kepada orang-orang yang Saudara kasihi, yang tidak pernah Saudara mau sakiti. Ia hanya akan meninggalkan bekas luka dalam emosi mereka, yang harus mereka tanggung seumur hidup. Mengapa Saudara tidak perlu bunuh diri? Sobat, seburuk apapun hal-hal dalam hidup Saudara, ada Allah Maha Pengasih yang sedang menunggu Saudara mengijinkan Dia membimbing Saudara melewati terowongan kekecewaan, dan keluar kepada terangNya yang ajaib. Dia adalah pengharapanmu. NamaNya Yesus. Yesus ini, Anak Allah yang tidak berdosa, sama dengan Saudara dalam penolakan dan penghinaan. Nabi Yesaya menulis tentang Dia, \u201cIa tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian\u201d (Yesaya 53:2-6). Sobat, semua ini ditanggung oleh Yesus supaya dosamu dapat diampuni! Kesalahan apapun yang Saudara pernah perbuat, ketahuilah bahwa Dia akan mengampuni Saudara jika Saudara dengan rendah hati menyesalinya; berbalik dari dosa-dosamu kepada Allah. \u201cBerserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku,&quot; tertulis di Mazmur 50:15. Tidak ada satu orang pun yang terlalu buruk dan tidak dapat diampuni oleh Yesus. Beberapa dari hamba-hamba yang dipilih oleh Allah dalam Alkitab melakukan dosa yang keji. Musa membunuh, Daud berzinah, Paulus menganiaya. Namun mereka mendapatkan pengampunan dan hidup baru yang berkelimpahan dalam kasih karunia Allah. \u201cBersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!\u201d (Mazmur 51:4). \u201cJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang\u201d (2 Korintus 5:17). Mengapa Saudara tidak boleh bunuh diri? Sobat, Allah siap untuk memperbaiki apa yang \u201crusak\u201d \u2026 yaitu hidup yang Saudara ingin akhiri dengan bunuh diri. Nabi Yesaya menuliskan: \u201cRoh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, \u2026 untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka &quot;pohon tarbantin kebenaran&quot;, &quot;tanaman TUHAN&quot; untuk memperlihatkan keagungan-Nya\u201d (Yesaya 61:1-3). Datanglah kepada Yesus dan izinkan Dia mengembalikan sukacita dan arti hidupmu. Saudara cukup percaya kepadanya untuk memulai pekerjaan yang baru dalam hidup Saudara. \u201cBangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah\u201d (Mazmur 51:14, 17-19). Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Gembalamu? Dia akan menuntun pikiran dan langkah-langkahmu, sehari demi sehari, melalui FirmanNya, melalui Alkitab. \u201cAku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu\u201d (Mazmur 32:8). \u201cMasa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion\u201d (Yesaya 33:6). Di dalam Kristus, Saudara tetap akan memiliki pergumulan, namun sekarang Saudara memiliki PENGHARAPAN. Dia adalah \u201csahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara\u201d (Amsal 18:24). Kiranya anugrah Tuhan Yesus beserta dengan Saudara saat Saudara mengambil keputusan. Jika Saudara bersedia percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat Saudara, ucapkanlah kepada Allah kata-kata ini dalam hati Saudara. \u201cBapa di surga, saya membutuhkan Engkau dalam hidupku. Ampunilah segala yang sudah saya lakukan. Saya beriman kepada Yesus Kristus dan percaya bahwa Dia adalah Juruselamat saya. Bersihkanlah saya, sembuhkan saya, dan pulihkan sukacita dalam hidup saya. Terima kasih untuk kasihMu kepadaku dan atas kematian Yesus demi menebus dosa-dosaku. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id-<\/strong>Hati saya trenyuh dan bersimpati dengan orang-orang yang berpikir untuk mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Jika orang ini adalah Saudara, saat ini Saudara mungkin merasa putus asa dan tidak ada harapan. Saudara mungkin merasa sedang berada dalam lubang yang paling dalam dan ragu apakah ada secercah harapan bahwa segala sesuatu nantinya akan menjadi lebih baik. Rasanya tidak ada orang yang mengerti atau peduli dengan Saudara.<\/p>\n<p>Hidup sepertinya tidak ada artinya lagi.<\/p>\n<p>Emosi yang tak tertanggungkan dialami banyak orang dari waktu ke waktu. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak saya ketika berada dalam pergumulan adalah, \u201cApakah mungkin ini adalah kehendak Tuhan yang menciptakan saya?\u201d<\/p>\n<p>\u201cApakah Tuhan kurang mampu menolong saya?\u201d<\/p>\n<p>\u201cApakah persoalan saya terlalu besar bagi Dia?\u201d<\/p>\n<p>Dengan senang hati saya memberitahu Saudara: jika Saudara bersedia meluangkan waktu sejenak; mengijinkan Allah menjadi Tuhan dalam hidup Saudara saat ini, Dia akan membuktikan kebesaranNya pada Saudara. \u201cSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil\u201d (Lukas 1:37).<\/p>\n<p>Mungkin bekas luka dari masa lalu mengakibatkan rasa penolakan yang sangat besar atau membuat Saudara merasa diabaikan. Hal ini mengakibatkan rasa belas kasihan pada diri sendiri, kemarahan, kepahitan, dendam, rasa takut yang tidak sehat, yang mengakibatkan persoalan dalam hubungan yang paling penting bagi Saudara.<\/p>\n<p>Sekalipun demikian, bunuh diri hanya membawa kehancuran kepada orang-orang yang Saudara kasihi, yang tidak pernah Saudara mau sakiti. Ia hanya akan meninggalkan bekas luka dalam emosi mereka, yang harus mereka tanggung seumur hidup.<\/p>\n<p>Mengapa Saudara tidak perlu bunuh diri? Sobat, seburuk apapun hal-hal dalam hidup Saudara, ada Allah Maha Pengasih yang sedang menunggu Saudara mengijinkan Dia membimbing Saudara melewati terowongan kekecewaan, dan keluar kepada terangNya yang ajaib.<\/p>\n<p>Dia adalah pengharapanmu. NamaNya Yesus.<\/p>\n<p>Yesus ini, Anak Allah yang tidak berdosa, sama dengan Saudara dalam penolakan dan penghinaan. Nabi Yesaya menulis tentang Dia, \u201cIa tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.<\/p>\n<p>Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.<\/p>\n<p>Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian\u201d (Yesaya 53:2-6).<\/p>\n<p>Sobat, semua ini ditanggung oleh Yesus supaya dosamu dapat diampuni! Kesalahan apapun yang Saudara pernah perbuat, ketahuilah bahwa Dia akan mengampuni Saudara jika Saudara dengan rendah hati menyesalinya; berbalik dari dosa-dosamu kepada Allah.<\/p>\n<p>\u201cBerserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku,&#8221; tertulis di Mazmur 50:15.<\/p>\n<p>Tidak ada satu orang pun yang terlalu buruk dan tidak dapat diampuni oleh Yesus.<\/p>\n<p>Beberapa dari hamba-hamba yang dipilih oleh Allah dalam Alkitab melakukan dosa yang keji. Musa membunuh, Daud berzinah, Paulus menganiaya. Namun mereka mendapatkan pengampunan dan hidup baru yang berkelimpahan dalam kasih karunia Allah. \u201cBersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!\u201d (Mazmur 51:4).<\/p>\n<p>\u201cJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang\u201d (2 Korintus 5:17).<\/p>\n<p>Mengapa Saudara tidak boleh bunuh diri? Sobat, Allah siap untuk memperbaiki apa yang \u201crusak\u201d \u2026 yaitu hidup yang Saudara ingin akhiri dengan bunuh diri.<\/p>\n<p>Nabi Yesaya menuliskan: \u201cRoh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, \u2026 untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka &#8220;pohon tarbantin kebenaran&#8221;, &#8220;tanaman TUHAN&#8221; untuk memperlihatkan keagungan-Nya\u201d (Yesaya 61:1-3).<\/p>\n<p>Datanglah kepada Yesus dan izinkan Dia mengembalikan sukacita dan arti hidupmu. Saudara cukup percaya kepadanya untuk memulai pekerjaan yang baru dalam hidup Saudara.<\/p>\n<p>\u201cBangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah\u201d (Mazmur 51:14, 17-19).<\/p>\n<p>Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Gembalamu? Dia akan menuntun pikiran dan langkah-langkahmu, sehari demi sehari, melalui FirmanNya, melalui Alkitab.<\/p>\n<p>\u201cAku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu\u201d (Mazmur 32:8).<\/p>\n<p>\u201cMasa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion\u201d (Yesaya 33:6).<\/p>\n<p>Di dalam Kristus, Saudara tetap akan memiliki pergumulan, namun sekarang Saudara memiliki PENGHARAPAN. Dia adalah \u201csahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara\u201d (Amsal 18:24).<\/p>\n<p>Kiranya anugrah Tuhan Yesus beserta dengan Saudara saat Saudara mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Jika Saudara bersedia percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat Saudara, ucapkanlah kepada Allah kata-kata ini dalam hati Saudara. \u201cBapa di surga, saya membutuhkan Engkau dalam hidupku. Ampunilah segala yang sudah saya lakukan. Saya beriman kepada Yesus Kristus dan percaya bahwa Dia adalah Juruselamat saya.<\/p>\n<p>Bersihkanlah saya, sembuhkan saya, dan pulihkan sukacita dalam hidup saya. Terima kasih untuk kasihMu kepadaku dan atas kematian Yesus demi menebus dosa-dosaku. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id-Hati saya trenyuh dan bersimpati dengan orang-orang yang berpikir untuk mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri. Jika orang ini adalah Saudara, saat ini Saudara mungkin merasa putus asa dan tidak ada harapan. Saudara mungkin merasa sedang berada dalam lubang yang paling dalam dan ragu apakah ada secercah harapan bahwa segala sesuatu nantinya akan menjadi lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45900,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[122],"class_list":["post-42181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-eskatologi"],"better_featured_image":{"id":45900,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/self-kill.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/self-kill.png?fit=221%2C228&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/self-kill.png"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/self-kill.png?fit=221%2C228&ssl=1","comment_count":0,"views":"1810","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42181"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42181\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}