{"id":42223,"date":"2020-12-01T09:27:07","date_gmt":"2020-12-01T02:27:07","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42223"},"modified":"2020-10-04T23:41:24","modified_gmt":"2020-10-04T16:41:24","slug":"apakah-allah-mengharapkan-orang-kristen-untuk-ikut-memilih-dalam-pemilu-pilkada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-allah-mengharapkan-orang-kristen-untuk-ikut-memilih-dalam-pemilu-pilkada\/","title":{"rendered":"Apakah Allah mengharapkan orang Kristen untuk ikut memilih dalam Pemilu\/Pilkada?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kami berpendapat bahwa mencoblos dan memilih pemimpin yang meninggikan prinsip-prinsip Kristen menjadi tugas dan tanggung jawab bagi setiap orang Kristen. Allah memang yang memegang kendali, tetapi tidak berarti kita tidak berbuat apa-apa untuk mewujudkan kehendak-Nya. Kita diperintahkan untuk berdoa bagi para pemimpin kita (1 Tim 2:1-4). Terkait soal politik dan kepemimpinan, Alkitab menyatakan kalau Allah terkadang tidak berkenan dengan pemimpin pilihan manusia (Hos 8:4). Bukti dari cengkeraman dosa di dunia ini bisa ditemukan di mana-mana. Banyak penderitaan di muka bumi ini disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak mengakui otoritas Tuhan (Ams 28:12). Alkitab memberikan perintah kepada orang Kristen untuk mematuhi otoritas yang sah, kecuali otoritas tersebut bertentangan dengan perintah Allah (Kis 5:27-29; Rm 13:1-7). Sebagai orang-percaya yang telah lahir baru, kita harus berusaha untuk memilih pemimpin yang mau menyerahkan diri mereka dipimpin oleh Allah Sang Pencipta (1 Sam 12:13-25). Kandidat yang menentang perintah Alkitab terkait soal kehidupan, keluarga, perkawinan, atau iman tidak boleh kita dukung (Ams 14:34). Setelah berdoa dan mempelajari Firman Allah untuk memahami realitas dari pilihan yang terdaftar di surat suara, orang Kristen seharusnya ikut memilih. Orang Kristen di banyak negara begitu tertindas dan teraniaya. Mereka menderita di bawah pemerintahan yang tidak mampu mereka ubah. Pemerintah membenci iman-percaya mereka dan berusaha membungkam suara mereka. Orang-orang-percaya ini memberitakan Injil Yesus Kristus dengan mempertaruhkan hidup mereka sendiri. Di AS, orang Kristen diberkati dengan hak untuk berpendapat. Mereka bisa memilih pemimpin mereka tanpa rasa takut, baik terhadap ancaman bagi diri sendiri ataupun keluarga mereka. Di AS, pada pemilu baru-baru ini, sekitar 2 dari setiap 5 orang, yang mengaku sebagai orang Kristen, menyia-nyiakan hak tersebut dan tidak memberikan suara mereka. Sekitar 1 dari setiap 5 orang, yang mengaku sebagai orang Kristen yang memenuhi syarat untuk memberikan suara, bahkan tidak terdaftar sebagai pemilih. Di masa dan zaman ini, ada banyak pihak yang ingin menghilangkan Kristus dari kehidupan bermasyarakat. Memberikan suara dan memilih merupakan kesempatan bagi kita untuk mempertahankan, melindungi, ataupun mendukung pemerintahan yang saleh. Melewatkan kesempatan tersebut berarti membiarkan orang-orang yang menolak Kristus untuk berlaku semena-mena dalam kehidupan kita. Para pemimpin yang kita pilih \u2013 atau yang tidak mampu kita lengserkan \u2013 memiliki pengaruh besar pada kebebasan kita. Para pemimpin bisa melindungi hak-hak orang Kristen untuk menyembah Allah dan mengabarkan Injil, atau malahan membatasi hak-hak tersebut. Para pemimpin dapat memimpin suatu bangsa dalam kebenaran atau malah menuju ke arah bencana moral. Sebagai orang Kristen, kita harus berjuang dan mengikuti perintah yang diberikan kepada kita untuk ikut memenuhi tugas kewarganegaraan (Mat 22:21). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kami berpendapat bahwa mencoblos dan memilih pemimpin yang meninggikan prinsip-prinsip Kristen menjadi tugas dan tanggung jawab bagi setiap orang Kristen. Allah memang yang memegang kendali, tetapi tidak berarti kita tidak berbuat apa-apa untuk mewujudkan kehendak-Nya. Kita diperintahkan untuk berdoa bagi para pemimpin kita (1 Tim 2:1-4).<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Terkait soal politik dan kepemimpinan, Alkitab menyatakan kalau Allah terkadang tidak berkenan dengan pemimpin pilihan manusia (Hos 8:4). Bukti dari cengkeraman dosa di dunia ini bisa ditemukan di mana-mana. Banyak penderitaan di muka bumi ini disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak mengakui otoritas Tuhan (Ams 28:12). Alkitab memberikan perintah kepada orang Kristen untuk mematuhi otoritas yang sah, kecuali otoritas tersebut bertentangan dengan perintah Allah (Kis 5:27-29; Rm 13:1-7).<\/p>\n<p>Sebagai orang-percaya yang telah lahir baru, kita harus berusaha untuk memilih pemimpin yang mau menyerahkan diri mereka dipimpin oleh Allah Sang Pencipta (1 Sam 12:13-25). Kandidat yang menentang perintah Alkitab terkait soal kehidupan, keluarga, perkawinan, atau iman tidak boleh kita dukung (Ams 14:34). Setelah berdoa dan mempelajari Firman Allah untuk memahami realitas dari pilihan yang terdaftar di surat suara, orang Kristen seharusnya ikut memilih.<\/p>\n<p>Orang Kristen di banyak negara begitu tertindas dan teraniaya. Mereka menderita di bawah pemerintahan yang tidak mampu mereka ubah. Pemerintah membenci iman-percaya mereka dan berusaha membungkam suara mereka. Orang-orang-percaya ini memberitakan Injil Yesus Kristus dengan mempertaruhkan hidup mereka sendiri.<\/p>\n<p>Di AS, orang Kristen diberkati dengan hak untuk berpendapat. Mereka bisa memilih pemimpin mereka tanpa rasa takut, baik terhadap ancaman bagi diri sendiri ataupun keluarga mereka. Di AS, pada pemilu baru-baru ini, sekitar 2 dari setiap 5 orang, yang mengaku sebagai orang Kristen, menyia-nyiakan hak tersebut dan tidak memberikan suara mereka. Sekitar 1 dari setiap 5 orang, yang mengaku sebagai orang Kristen yang memenuhi syarat untuk memberikan suara, bahkan tidak terdaftar sebagai pemilih.<\/p>\n<p>Di masa dan zaman ini, ada banyak pihak yang ingin menghilangkan Kristus dari kehidupan bermasyarakat. Memberikan suara dan memilih merupakan kesempatan bagi kita untuk mempertahankan, melindungi, ataupun mendukung pemerintahan yang saleh. Melewatkan kesempatan tersebut berarti membiarkan orang-orang yang menolak Kristus untuk berlaku semena-mena dalam kehidupan kita. Para pemimpin yang kita pilih \u2013 atau yang tidak mampu kita lengserkan \u2013 memiliki pengaruh besar pada kebebasan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pemimpin bisa melindungi hak-hak orang Kristen untuk menyembah Allah dan mengabarkan Injil, atau malahan membatasi hak-hak tersebut. Para pemimpin dapat memimpin suatu bangsa dalam kebenaran atau malah menuju ke arah bencana moral. Sebagai orang Kristen, kita harus berjuang dan mengikuti perintah yang diberikan kepada kita untuk ikut memenuhi tugas kewarganegaraan (Mat 22:21). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kami berpendapat bahwa mencoblos dan memilih pemimpin yang meninggikan prinsip-prinsip Kristen menjadi tugas dan tanggung jawab bagi setiap orang Kristen. Allah memang yang memegang kendali, tetapi tidak berarti kita tidak berbuat apa-apa untuk mewujudkan kehendak-Nya. Kita diperintahkan untuk berdoa bagi para pemimpin kita (1 Tim 2:1-4). Terkait soal politik dan kepemimpinan, Alkitab menyatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39826,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"14"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,14,3],"tags":[],"class_list":["post-42223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-kebangsaan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":39826,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png?fit=768%2C341&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png?fit=900%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1136","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42223"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42223\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}