{"id":42229,"date":"2020-02-20T11:26:54","date_gmt":"2020-02-20T04:26:54","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42229"},"modified":"2020-04-24T13:23:36","modified_gmt":"2020-04-24T06:23:36","slug":"bolehkah-orang-kristen-berbisnis-dengan-mereka-yang-bukan-orang-percaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bolehkah-orang-kristen-berbisnis-dengan-mereka-yang-bukan-orang-percaya\/","title":{"rendered":"Bolehkah orang Kristen berbisnis dengan mereka yang bukan orang-percaya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apakah orang Kristen boleh berbisnis dengan mereka yang bukan orang-percaya merupakan pertanyaan yang umum. Ayat Alkitab yang paling sering dijadikan pegangan adalah: &quot;Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?&quot; (2 Kor 6:14). Seringkali, ayat ini dipahami sebagai larangan bagi orang Kristen untuk menikahi orang non-Kristen. Tapi, konteks ayat ini tidak terbatas untuk pernikahan saja. Semua jenis &quot;pasangan yang tidak seimbang&quot; dilarang \u2013 baik itu pernikahan, persahabatan intim, dan kerjasama bisnis. Perintah ini menyiratkan bahwa ada perbedaan besar antara orang-percaya dan yang bukan. Secara umum, motivasi, tujuan, dan metode orang Kristen tidak akan sesuai dengan mereka yang bukan. Iman akan mengubah karakter seseorang. Ambisi tertinggi orang Kristen dalam hidup ini adalah untuk memuliakan Tuhan Yesus dan menyenangkan-Nya dalam segala hal. Mereka yang bukan orang-percaya, paling banter hanya akan acuh tak acuh terhadap tujuan tersebut. Jika metode dan tujuan orang Kristen dalam berbisnis serupa dengan orang non-Kristen, maka orang Kristen tersebut harus segera mengevaluasi kembali prioritasnya. Surat 2 Korintus 6:14 bertanya, &quot;Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?&quot; Seseorang dikatakan &quot;bersatu&quot; ketika mereka berbagi sesuatu. Mitra bisnis bersatu sedemikian rupa sehingga mereka harus berbagi banyak hal \u2013 apa yang menjadi milik kita juga akan menjadi milik mitra bisnis kita. Inilah tepatnya apa yang dimaksud dengan &quot;bersatu.&quot; Memegang prinsip-prinsip ini, maka lebih baik bagi orang-percaya tidak bersatu dengan mereka yang bukan orang-percaya sebagai mitra bisnis. (catat kata-kata lebih baik). Jika orang Kristen itu benar-benar berusaha untuk menghormati Allah melalui bisnisnya, konflik dengan mitra bisnisnya, yang bukan orang-percaya, pasti akan terjadi. &quot;Berjalankah dua orang bersama-sama kalau mereka belum berjanji?&quot; (Amos 3:3, AYT). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Apakah orang Kristen boleh berbisnis dengan mereka yang bukan orang-percaya merupakan pertanyaan yang umum. Ayat Alkitab yang paling sering dijadikan pegangan adalah: &#8220;Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?&#8221; (2 Kor 6:14). Seringkali, ayat ini dipahami sebagai larangan bagi orang Kristen untuk menikahi orang non-Kristen. Tapi, konteks ayat ini tidak terbatas untuk pernikahan saja. Semua jenis &#8220;pasangan yang tidak seimbang&#8221; dilarang \u2013 baik itu pernikahan, persahabatan intim, dan kerjasama bisnis.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perintah ini menyiratkan bahwa ada perbedaan besar antara orang-percaya dan yang bukan. Secara umum, motivasi, tujuan, dan metode orang Kristen tidak akan sesuai dengan mereka yang bukan. Iman akan mengubah karakter seseorang. Ambisi tertinggi orang Kristen dalam hidup ini adalah untuk memuliakan Tuhan Yesus dan menyenangkan-Nya dalam segala hal. Mereka yang bukan orang-percaya, paling banter hanya akan acuh tak acuh terhadap tujuan tersebut. Jika metode dan tujuan orang Kristen dalam berbisnis serupa dengan orang non-Kristen, maka orang Kristen tersebut harus segera mengevaluasi kembali prioritasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Surat 2 Korintus 6:14 bertanya, &#8220;Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?&#8221; Seseorang dikatakan &#8220;bersatu&#8221; ketika mereka berbagi sesuatu. Mitra bisnis bersatu sedemikian rupa sehingga mereka harus berbagi banyak hal \u2013 apa yang menjadi milik kita juga akan menjadi milik mitra bisnis kita. Inilah tepatnya apa yang dimaksud dengan &#8220;bersatu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memegang prinsip-prinsip ini, maka <strong>lebih baik <\/strong>bagi orang-percaya tidak bersatu dengan mereka yang bukan orang-percaya sebagai mitra bisnis. (catat kata-kata <strong>lebih baik<\/strong>). Jika orang Kristen itu benar-benar berusaha untuk menghormati Allah melalui bisnisnya, konflik dengan mitra bisnisnya, yang bukan orang-percaya, pasti akan terjadi. &#8220;Berjalankah dua orang bersama-sama kalau mereka belum berjanji?&#8221; (Amos 3:3, AYT). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apakah orang Kristen boleh berbisnis dengan mereka yang bukan orang-percaya merupakan pertanyaan yang umum. Ayat Alkitab yang paling sering dijadikan pegangan adalah: &#8220;Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?&#8221; (2 Kor 6:14). Seringkali, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42465,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-42229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":42465,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/jabat-tangan.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/jabat-tangan.jpg?fit=670%2C335&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/jabat-tangan.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/jabat-tangan.jpg?fit=670%2C335&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1591","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42229"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42229\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}