{"id":42231,"date":"2020-02-17T11:26:50","date_gmt":"2020-02-17T04:26:50","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42231"},"modified":"2020-04-24T13:23:38","modified_gmt":"2020-04-24T06:23:38","slug":"apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-orang-kristen-yang-tetap-melajang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-orang-kristen-yang-tetap-melajang\/","title":{"rendered":"Apa yang Alkitab nyatakan mengenai orang Kristen yang tetap melajang?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apa yang Alkitab nyatakan tentang orang Kristen yang tidak pernah menikah sering disalahpahami. Di surat 1 Korintus 7:7-8, Paulus menyatakan, &quot;Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.&quot; Paulus menyatakan bahwa beberapa orang memang memiliki karunia melajang, sementara yang lainnya akan menikah. Meskipun tampaknya hampir semua orang menikah, pernikahan belum tentu merupakan kehendak Allah bagi semua orang. Paulus, misalnya, tidak perlu khawatir tentang berbagai masalah dan tekanan yang datang dari pernikahan dan\/atau keluarga. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk memberitakan Firman Tuhan. Paulus mungkin tidak bisa menjadi utusan yang setekun seperti yang dikisahkan Alkitab jika ia menikah. Di sisi lain, beberapa orang bekerja lebih baik sebagai sebuah tim, ketika mereka melayani Allah sebagai pasangan dan keluarga. Kedua jenis orang ini sama-sama penting. Tetap melajang bukanlah dosa, bahkan jika Saudara tetap melajang sepanjang hidup. Hal yang paling penting dalam hidup ini bukanlah berhasil menemukan jodoh dan memiliki anak, tapi melayani Allah. Kita seharusnya mendidik diri kita untuk mempelajari Firman Tuhan dengan membaca Alkitab dan berdoa. Jika kita meminta Allah untuk menyatakan diri-Nya kepada kita, maka Dia akan menanggapinya (Mat 7:7). Jika kita meminta kepada-Nya untuk memakai kita untuk menggenapi pekerjaan-pekerjaan-Nya yang baik, maka Dia juga akan melakukannya. &quot;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna&quot; (Rom 12:2). Melajang jangan dipandang sebagai kutukan. Juga bukan sebagai tanda kalau ada &quot;sesuatu yang salah&quot; dengan orang itu. Meskipun kebanyakan orang memang menikah, dan Alkitab tampaknya menyatakan bahwa menikah merupakan kehendak Allah bagi kebanyakan orang, orang Kristen yang melajang bukanlah orang Kristen &quot;kelas dua&quot;. Seperti yang dinyatakan di surat 1 Korintus 7, melajang merupakan panggilan yang khusus. Seperti segala sesuatu yang terkait hidup ini, kita harus meminta hikmat kepada Allah (Yak 1:5) terkait soal pernikahan. Mengikuti rencana Allah, menikah ataupun hidup melajang, akan menghasilkan produktivitas dan sukacita yang Allah inginkan bagi kita. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Apa yang Alkitab nyatakan tentang orang Kristen yang tidak pernah menikah sering disalahpahami. Di surat 1 Korintus 7:7-8, Paulus menyatakan, &#8220;Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.&#8221;<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paulus menyatakan bahwa beberapa orang memang memiliki karunia melajang, sementara yang lainnya akan menikah. Meskipun tampaknya hampir semua orang menikah, pernikahan belum tentu merupakan kehendak Allah bagi semua orang. Paulus, misalnya, tidak perlu khawatir tentang berbagai masalah dan tekanan yang datang dari pernikahan dan\/atau keluarga. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk memberitakan Firman Tuhan. Paulus mungkin tidak bisa menjadi utusan yang setekun seperti yang dikisahkan Alkitab jika ia menikah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, beberapa orang bekerja lebih baik sebagai sebuah tim, ketika mereka melayani Allah sebagai pasangan dan keluarga. Kedua jenis orang ini sama-sama penting. Tetap melajang bukanlah dosa, bahkan jika Saudara tetap melajang sepanjang hidup. Hal yang paling penting dalam hidup ini bukanlah berhasil menemukan jodoh dan memiliki anak, tapi melayani Allah. Kita seharusnya mendidik diri kita untuk mempelajari Firman Tuhan dengan membaca Alkitab dan berdoa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita meminta Allah untuk menyatakan diri-Nya kepada kita, maka Dia akan menanggapinya (Mat 7:7). Jika kita meminta kepada-Nya untuk memakai kita untuk menggenapi pekerjaan-pekerjaan-Nya yang baik, maka Dia juga akan melakukannya. &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna&#8221; (Rom 12:2).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melajang jangan dipandang sebagai kutukan. Juga bukan sebagai tanda kalau ada &#8220;sesuatu yang salah&#8221; dengan orang itu. Meskipun kebanyakan orang memang menikah, dan Alkitab tampaknya menyatakan bahwa menikah merupakan kehendak Allah bagi kebanyakan orang, orang Kristen yang melajang bukanlah orang Kristen &#8220;kelas dua&#8221;. Seperti yang dinyatakan di surat 1 Korintus 7, melajang merupakan panggilan yang khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti segala sesuatu yang terkait hidup ini, kita harus meminta hikmat kepada Allah (Yak 1:5) terkait soal pernikahan. Mengikuti rencana Allah, menikah ataupun hidup melajang, akan menghasilkan produktivitas dan sukacita yang Allah inginkan bagi kita. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apa yang Alkitab nyatakan tentang orang Kristen yang tidak pernah menikah sering disalahpahami. Di surat 1 Korintus 7:7-8, Paulus menyatakan, &#8220;Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42367,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-42231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":42367,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/marry-nikah-lajang.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/marry-nikah-lajang.png?fit=593%2C537&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/marry-nikah-lajang.png"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/marry-nikah-lajang.png?fit=593%2C537&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1922","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42231"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42231\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}