{"id":42235,"date":"2021-06-19T17:27:00","date_gmt":"2021-06-19T10:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42235"},"modified":"2021-06-19T14:50:27","modified_gmt":"2021-06-19T07:50:27","slug":"bolehkah-orang-kristen-membeli-polis-asuransi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bolehkah-orang-kristen-membeli-polis-asuransi\/","title":{"rendered":"Bolehkah orang Kristen membeli polis asuransi?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Orang Kristen terkadang bergumul apakah membeli polis asuransi diperbolehkan atau tidak \u2013 apakah orang Kristen yang memiliki asuransi menunjukkan kalau imannya kurang? Ini merupakan pergumulan yang sehat. Setiap orang-percaya perlu mendalami Alkitab dan memegang jawaban yang bisa dipertahankan secara alkitabiah. Pertama-tama, perlu kita pahami kalau soal asuransi ini tidak disebutkan secara khusus di dalam Alkitab. Jika ada sesuatu yang tidak secara khusus dibahas Alkitab, maka kita harus menggunakan prinsip-prinsip alkitabiah yang terkait soal ini. Tiap-tiap orang-percaya mungkin memiliki keyakinan pribadi yang berbeda mengenai soal ini. Itu sama sekali bukan masalah. Surat Roma pasal 14 mengajarkan bahwa pada situasi-situasi seperti itu, kita harus tetap menghormati keyakinan orang lain. Setiap orang-percaya memiliki tanggung jawab untuk memiliki keyakinan di dalam dirinya sendiri (Rom 14:5). Ayat 23 menyatakan bahwa apa pun yang kita putuskan harus berdasarkan iman. Memiliki asuransi bagi orang Kristen merupakan soal keyakinan. Orang Kristen yang memiliki asuransi harus secara pribadi menyakini kalau Allah menginginkan dia untuk memiliki asuransi. Begitu juga sebaliknya. Beberapa prinsip alkitabiah yang bisa digunakan: kita memang harus mematuhi otoritas yang berkuasa atas kita. Jadi, ketika kita diwajibkan oleh hukum untuk memiliki asuransi,\u00a0 maka kita harus mematuhinya. Karena kita harus mengurus keluarga kita, orang Kristen memang harus membuat perencanaan ke depan demi kepentingan masa depan keluarga mereka. Memiliki asuransi dapat menjadi bagian dari perencanaan tersebut. Perencanaan ke depan juga berarti mencakup persiapan bagi kematian dini yang tak terduga yang terjadi pada setiap anggota keluarga. Oleh beberapa pihak, memiliki asuransi jiwa bisa dipandang sebagai tindakan yang menandakan kurangnya iman atau bahkan sebagai bentuk kecintaan terhadap uang. Pihak lain menganggapnya sebagai bentuk perencanaan yang hati-hati dan pengelolaan uang yang dilakukan dengan bijak. Keyakinan masing-masing orang mengenai soal ini mungkin berbeda satu sama lainnya. Tapi, kita perlu pahami kalau Allah memang mengajarkan soal perencanaan ke depan. Kisah Yusuf dan perencanaannya yang bijak tidak hanya menyelamatkan bangsa Mesir, tetapi juga orang-orang Israel dan garis keturunan Kristus (Kej pasal 41). Intinya adalah kita harus mempelajari Firman Tuhan; berseru dan bertanya kepada-Nya mengenai apa yang Dia ingin kita lakukan terkait soal ini. Begitu juga untuk seluruh bidang kehidupan lainnya. Allah ingin memberikan hikmat kepada kita (Yak 1:5). Surat Ibrani 11:6 menyatakan bahwa tidak mungkin untuk menyenangkan-Nya tanpa iman. Inilah pertanyaan yang sebenarnya harus kita tanyakan: &quot;Akankah hal ini akan menyenangkan Bapa-Ku yang di surga?&quot; Ayat lain untuk dipertimbangkan adalah Yakobus 4:17, yang mengajarkan kalau kita memiliki kesempatan untuk berbuat baik, maka kita harus melakukannya. Jika kita tidak melakukannya, maka kita berbuat dosa. Ayat lain yang terkait soal ini adalah 1 Timotius 5:8, yang mengajarkan kalau kita ingin melayani orang lain, maka kita harus memulainya dari keluarga sendiri. Orang Kristen dapat memandang asuransi sebagai alat untuk membantu dirinya untuk mencapai tujuan ini. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Orang Kristen terkadang bergumul apakah membeli polis asuransi diperbolehkan atau tidak \u2013 apakah orang Kristen yang memiliki asuransi menunjukkan kalau imannya kurang? Ini merupakan pergumulan yang sehat. Setiap orang-percaya perlu mendalami Alkitab dan memegang jawaban yang bisa dipertahankan secara alkitabiah.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Pertama-tama, perlu kita pahami kalau soal asuransi ini tidak disebutkan secara khusus di dalam Alkitab. Jika ada sesuatu yang tidak secara khusus dibahas Alkitab, maka kita harus menggunakan prinsip-prinsip alkitabiah yang terkait soal ini. Tiap-tiap orang-percaya mungkin memiliki keyakinan pribadi yang berbeda mengenai soal ini. Itu sama sekali bukan masalah. Surat Roma pasal 14 mengajarkan bahwa pada situasi-situasi seperti itu, kita harus tetap menghormati keyakinan orang lain.<\/p>\n<p>Setiap orang-percaya memiliki tanggung jawab untuk memiliki keyakinan di dalam dirinya sendiri (Rom 14:5). Ayat 23 menyatakan bahwa apa pun yang kita putuskan harus berdasarkan iman. Memiliki asuransi bagi orang Kristen merupakan soal keyakinan. Orang Kristen yang memiliki asuransi harus secara pribadi menyakini kalau Allah menginginkan dia untuk memiliki asuransi. Begitu juga sebaliknya.<\/p>\n<p>Beberapa prinsip alkitabiah yang bisa digunakan: kita memang harus mematuhi otoritas yang berkuasa atas kita. Jadi, ketika kita diwajibkan oleh hukum untuk memiliki asuransi,\u00a0 maka kita harus mematuhinya. Karena kita harus mengurus keluarga kita, orang Kristen memang harus membuat perencanaan ke depan demi kepentingan masa depan keluarga mereka. Memiliki asuransi dapat menjadi bagian dari perencanaan tersebut. Perencanaan ke depan juga berarti mencakup persiapan bagi kematian dini yang tak terduga yang terjadi pada setiap anggota keluarga.<\/p>\n<p>Oleh beberapa pihak, memiliki asuransi jiwa bisa dipandang sebagai tindakan yang menandakan kurangnya iman atau bahkan sebagai bentuk kecintaan terhadap uang. Pihak lain menganggapnya sebagai bentuk perencanaan yang hati-hati dan pengelolaan uang yang dilakukan dengan bijak. Keyakinan masing-masing orang mengenai soal ini mungkin berbeda satu sama lainnya. Tapi, kita perlu pahami kalau Allah memang mengajarkan soal perencanaan ke depan. Kisah Yusuf dan perencanaannya yang bijak tidak hanya menyelamatkan bangsa Mesir, tetapi juga orang-orang Israel dan garis keturunan Kristus (Kej pasal 41).<\/p>\n<p>Intinya adalah kita harus mempelajari Firman Tuhan; berseru dan bertanya kepada-Nya mengenai apa yang Dia ingin kita lakukan terkait soal ini. Begitu juga untuk seluruh bidang kehidupan lainnya. Allah ingin memberikan hikmat kepada kita (Yak 1:5). Surat Ibrani 11:6 menyatakan bahwa tidak mungkin untuk menyenangkan-Nya tanpa iman. Inilah pertanyaan yang sebenarnya harus kita tanyakan: &#8220;Akankah hal ini akan menyenangkan Bapa-Ku yang di surga?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat lain untuk dipertimbangkan adalah Yakobus 4:17, yang mengajarkan kalau kita memiliki kesempatan untuk berbuat baik, maka kita harus melakukannya. Jika kita tidak melakukannya, maka kita berbuat dosa. Ayat lain yang terkait soal ini adalah 1 Timotius 5:8, yang mengajarkan kalau kita ingin melayani orang lain, maka kita harus memulainya dari keluarga sendiri. Orang Kristen dapat memandang asuransi sebagai alat untuk membantu dirinya untuk mencapai tujuan ini. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Orang Kristen terkadang bergumul apakah membeli polis asuransi diperbolehkan atau tidak \u2013 apakah orang Kristen yang memiliki asuransi menunjukkan kalau imannya kurang? Ini merupakan pergumulan yang sehat. Setiap orang-percaya perlu mendalami Alkitab dan memegang jawaban yang bisa dipertahankan secara alkitabiah. Pertama-tama, perlu kita pahami kalau soal asuransi ini tidak disebutkan secara khusus di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58379,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[472,473],"class_list":["post-42235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-asuransi","tag-polis"],"better_featured_image":{"id":58379,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/asuransi.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/asuransi.jpg?fit=768%2C429&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/asuransi.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/asuransi.jpg?fit=770%2C430&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1966","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42235"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42235\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}