{"id":42239,"date":"2020-02-16T10:26:44","date_gmt":"2020-02-16T03:26:44","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42239"},"modified":"2020-04-24T13:23:40","modified_gmt":"2020-04-24T06:23:40","slug":"mengapa-banyak-orang-menolak-yesus-sebagai-juru-selamat-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-banyak-orang-menolak-yesus-sebagai-juru-selamat-mereka\/","title":{"rendered":"Mengapa banyak orang menolak Yesus sebagai Juru Selamat mereka?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Keputusan untuk menerima atau menolak Yesus sebagai Juru Selamat adalah keputusan hidup yang paling utama. Mengapa banyak orang memilih untuk menolak Yesus sebagai Juru Selamat mereka? Alasan untuk menolak Kristus barangkali sebanyak jumlah orang yang menolak Dia. Empat alasan berikut mungkin bisa dianggap sebagai alasan utama: 1) Kebanyakan orang menganggap mereka tidak memerlukan Juru Selamat. Orang-orang ini menganggap dirinya &quot;pada dasarnya baik&quot; dan tidak menyadari bahwa mereka, seperti semua orang, adalah orang berdosa yang tidak bisa datang kepada Allah dengan usaha mereka sendiri. Tetapi Yesus berkata, &quot;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku&quot; (Yoh 14:6). Mereka yang menolak Kristus tidak akan dapat berdiri di hadapan Allah. Mereka tidak akan berhasil terlihat baik di hadapan Allah melalui kemampuannya sendiri. 2) Rasa takut terhadap penolakan sosial atau penganiayaan menghalangi beberapa orang untuk menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Orang-orang-yang-tidak-percaya di kisah Injil Yohanes 12:42-43 (AYT) tidak mau mengakui Kristus karena lebih peduli dengan status mereka di kelompoknya ketimbang melakukan kehendak Allah. Mereka adalah orang-orang Farisi yang dibutakan oleh kecintaan mereka terhadap status dan harga diri mereka, &quot;sebab, mereka lebih suka menerima kemuliaan dari manusia daripada kemuliaan dari Allah.&quot; 3) Bagi sebagian orang, hal-hal yang ditawarkan oleh dunia ini jauh lebih menarik ketimbang hal-hal yang bersifat kekal. Kita membaca kisah mengenai orang seperti itu di Injil Matius 19:16-23. Orang ini tidak mau menukar harta bendanya di bumi dengan hidup kekal bersama Yesus (baca juga di surat 2 Kor 4:16-18). 4) Banyak orang yang menolak upaya Roh Kudus untuk menarik mereka kepada iman di dalam Kristus. Stefanus, pemimpin di gereja mula-mula, berkata kepada orang-orang yang hendak membunuhnya, &quot;Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu&quot; (Kis 7:51). Rasul Paulus membuat pernyataan serupa kepada sekelompok orang yang menolak Injil di kitab Kisah Para Rasul 28:23-27. Apapun alasan mengapa seseorang menolak Yesus Kristus, penolakan mereka memiliki konsekuensi yang kekal. &quot;Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan&quot; selain dari nama Yesus (Kis 4:12). Mereka yang menolak Yesus, karena alasan apapun, akan menghadapi kekekalan dalam &quot;kegelapan yang paling gelap&quot; di neraka, di mana akan ada &quot;ratap dan kertak gigi&quot; (Mat 25:30). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Keputusan untuk menerima atau menolak Yesus sebagai Juru Selamat adalah keputusan hidup yang paling utama. Mengapa banyak orang memilih untuk menolak Yesus sebagai Juru Selamat mereka? Alasan untuk menolak Kristus barangkali sebanyak jumlah orang yang menolak Dia. Empat alasan berikut mungkin bisa dianggap sebagai alasan utama:<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">1) Kebanyakan orang menganggap mereka tidak memerlukan Juru Selamat. Orang-orang ini menganggap dirinya &#8220;pada dasarnya baik&#8221; dan tidak menyadari bahwa mereka, seperti semua orang, adalah orang berdosa yang tidak bisa datang kepada Allah dengan usaha mereka sendiri. Tetapi Yesus berkata, &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku&#8221; (Yoh 14:6). Mereka yang menolak Kristus tidak akan dapat berdiri di hadapan Allah. Mereka tidak akan berhasil terlihat baik di hadapan Allah melalui kemampuannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2) Rasa takut terhadap penolakan sosial atau penganiayaan menghalangi beberapa orang untuk menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Orang-orang-yang-tidak-percaya di kisah Injil Yohanes 12:42-43 (AYT) tidak mau mengakui Kristus karena lebih peduli dengan status mereka di kelompoknya ketimbang melakukan kehendak Allah. Mereka adalah orang-orang Farisi yang dibutakan oleh kecintaan mereka terhadap status dan harga diri mereka, &#8220;sebab, mereka lebih suka menerima kemuliaan dari manusia daripada kemuliaan dari Allah.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3) Bagi sebagian orang, hal-hal yang ditawarkan oleh dunia ini jauh lebih menarik ketimbang hal-hal yang bersifat kekal. Kita membaca kisah mengenai orang seperti itu di Injil Matius 19:16-23. Orang ini tidak mau menukar harta bendanya di bumi dengan hidup kekal bersama Yesus (baca juga di surat 2 Kor 4:16-18).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4) Banyak orang yang menolak upaya Roh Kudus untuk menarik mereka kepada iman di dalam Kristus. Stefanus, pemimpin di gereja mula-mula, berkata kepada orang-orang yang hendak membunuhnya, &#8220;Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu&#8221; (Kis 7:51). Rasul Paulus membuat pernyataan serupa kepada sekelompok orang yang menolak Injil di kitab Kisah Para Rasul 28:23-27.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apapun alasan mengapa seseorang menolak Yesus Kristus, penolakan mereka memiliki konsekuensi yang kekal. &#8220;Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan&#8221; selain dari nama Yesus (Kis 4:12). Mereka yang menolak Yesus, karena alasan apapun, akan menghadapi kekekalan dalam &#8220;kegelapan yang paling gelap&#8221; di neraka, di mana akan ada &#8220;ratap dan kertak gigi&#8221; (Mat 25:30). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Keputusan untuk menerima atau menolak Yesus sebagai Juru Selamat adalah keputusan hidup yang paling utama. Mengapa banyak orang memilih untuk menolak Yesus sebagai Juru Selamat mereka? Alasan untuk menolak Kristus barangkali sebanyak jumlah orang yang menolak Dia. Empat alasan berikut mungkin bisa dianggap sebagai alasan utama: 1) Kebanyakan orang menganggap mereka tidak memerlukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35131,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-42239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":35131,"alt_text":"","caption":"","description":"f9464e37d6aef16043ec96c9fb45e052","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3752","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42239"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42239\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}