{"id":42275,"date":"2021-02-25T01:27:00","date_gmt":"2021-02-24T18:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42275"},"modified":"2021-02-13T12:10:50","modified_gmt":"2021-02-13T05:10:50","slug":"apakah-umat-kristen-boleh-merayakan-ulang-tahun-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-umat-kristen-boleh-merayakan-ulang-tahun-mereka\/","title":{"rendered":"Apakah umat Kristen boleh merayakan ulang tahun mereka?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tentang orang Kristen yang hendak merayakan ulang tahunnya, tidak ada larangan ataupun dukungan di dalam Alkitab mengenai hal itu. Secara alkitabiah, perayaan ulang tahun orang Kristen adalah non-isu. Alkitab membahas dua orang yang merayakan ulang tahun mereka: Firaun Mesir di zaman Yusuf (Kejadian 40:20) dan Raja Herodes di zaman Yesus (Matius 14:6; Markus 6:21). Ada yang berkata bahwa kedua contoh itu merupakan bukti bahwa perayaan ulang tahun itu salah; karena kedua orang itu bukan orang percaya, dan perayaan ulang tahun mereka dianggap sebagai ritual paganisme. Akan tetapi, konklusi yang mereka capai bukan pengertian umum yang akan ditangkap semua orang. Alkitab tidak menyiratkan bahwa Firaun atau Herodes salah karena merayakan ulang tahun mereka. Alkitab juga tidak pernah menghalangi perayaan ulang tahun orang Kristen. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus membahas hari khusus yang digunakan untuk beribadah, dan mungkin kita dapat mengenakan pengertian ini pada perayaan ulang tahun: &quot;Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan...&quot; (Roma 14:5-6). Jika seorang Kristen merayakan ulang tahunnya sebagai hari yang penting, maka hal itu bukan masalah; jika seorang percaya tidak merayakan ulang tahunnya, tidak masalah juga. Biarlah setiap orang &quot;benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.&quot; Yang lebih penting dalam kaitannya dengan perayaan ulang tahun adalah apakah seorang Kristen memuliakan Tuhan dalam semua aktifitasnya (1 Korintus 10:31). Jika seorang Kristen mengadakan pesta, pesat itu sebaiknya memuliakan Tuhan; perilaku berdosa tidak boleh menjadi bagian dari perayaan ulang tahun itu. Jika seorang Kristen tidak merayakan ulang tahunnya, ia perlu mengisi waktunya dengan hal-hal yang memuliakan Tuhan. Baik seorang Kristen merayakan ulang tahunnya atau tidak, ia perlu mengusahakan sebuah hati nurani yang bersih dan mengasihi saudara-saudarinya di dalam Kristus. Mereka yang merayakan tidak boleh membenci mereka yang tidak merayakan, dan sebaliknya mereka yang tidak merayakan ulang tahun tidak boleh meremehkan mereka yang memilih untuk merayakannya. Sebagaimana halnya dengan isu-isu lain yang tidak diulas secara khusus dalam Alkitab, kita mempunyai kebebasan untuk merayakan atau tidak merayakan ulang tahun, menurut pilihan pribadi kita.\u00a0 (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Tentang orang Kristen yang hendak merayakan ulang tahunnya, tidak ada larangan ataupun dukungan di dalam Alkitab mengenai hal itu. Secara alkitabiah, perayaan ulang tahun orang Kristen adalah non-isu. Alkitab membahas dua orang yang merayakan ulang tahun mereka: Firaun Mesir di zaman Yusuf (Kejadian 40:20) dan Raja Herodes di zaman Yesus (Matius 14:6; Markus 6:21). Ada yang berkata bahwa kedua contoh itu merupakan bukti bahwa perayaan ulang tahun itu salah; karena kedua orang itu bukan orang percaya, dan perayaan ulang tahun mereka dianggap sebagai ritual paganisme. Akan tetapi, konklusi yang mereka capai bukan pengertian umum yang akan ditangkap semua orang. Alkitab tidak menyiratkan bahwa Firaun atau Herodes salah karena merayakan ulang tahun mereka. Alkitab juga tidak pernah menghalangi perayaan ulang tahun orang Kristen.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus membahas hari khusus yang digunakan untuk beribadah, dan mungkin kita dapat mengenakan pengertian ini pada perayaan ulang tahun: &#8220;Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan&#8230;&#8221; (Roma 14:5-6). Jika seorang Kristen merayakan ulang tahunnya sebagai hari yang penting, maka hal itu bukan masalah; jika seorang percaya tidak merayakan ulang tahunnya, tidak masalah juga. Biarlah setiap orang &#8220;benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.&#8221;<\/p>\n<p>Yang lebih penting dalam kaitannya dengan perayaan ulang tahun adalah apakah seorang Kristen memuliakan Tuhan dalam semua aktifitasnya (1 Korintus 10:31). Jika seorang Kristen mengadakan pesta, pesat itu sebaiknya memuliakan Tuhan; perilaku berdosa tidak boleh menjadi bagian dari perayaan ulang tahun itu. Jika seorang Kristen tidak merayakan ulang tahunnya, ia perlu mengisi waktunya dengan hal-hal yang memuliakan Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baik seorang Kristen merayakan ulang tahunnya atau tidak, ia perlu mengusahakan sebuah hati nurani yang bersih dan mengasihi saudara-saudarinya di dalam Kristus. Mereka yang merayakan tidak boleh membenci mereka yang tidak merayakan, dan sebaliknya mereka yang tidak merayakan ulang tahun tidak boleh meremehkan mereka yang memilih untuk merayakannya. Sebagaimana halnya dengan isu-isu lain yang tidak diulas secara khusus dalam Alkitab, kita mempunyai kebebasan untuk merayakan atau tidak merayakan ulang tahun, menurut pilihan pribadi kita.\u00a0 (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tentang orang Kristen yang hendak merayakan ulang tahunnya, tidak ada larangan ataupun dukungan di dalam Alkitab mengenai hal itu. Secara alkitabiah, perayaan ulang tahun orang Kristen adalah non-isu. Alkitab membahas dua orang yang merayakan ulang tahun mereka: Firaun Mesir di zaman Yusuf (Kejadian 40:20) dan Raja Herodes di zaman Yesus (Matius 14:6; Markus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39826,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-42275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":39826,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png?fit=768%2C341&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png?fit=900%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2090","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42275"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42275\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}