{"id":42291,"date":"2024-05-10T08:49:09","date_gmt":"2024-05-10T01:49:09","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-tahu-apa-itu-kelimpahan-filipi-412\/"},"modified":"2024-05-10T08:49:11","modified_gmt":"2024-05-10T01:49:11","slug":"aku-tahu-apa-itu-kelimpahan-filipi-412","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-tahu-apa-itu-kelimpahan-filipi-412\/","title":{"rendered":"Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati. [1 Korintus 15:20]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Seluruh sistem kekristenan berdasarkan fakta bahwa \u201cKristus telah dibangkitkan dari antara orang mati.\u201d Sebab, \u201cjika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.\u201d [1 Korintus 15:17] Keilahian Kristus terbukti paling jelas melalui kebangkitan-Nya, karena \u201cmenurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa.\u201d [Roma 1:4] Lumrah jika kita meragukan keilahian-Nya kalau saja Ia tidak bangkit. Tidak hanya itu, kedaulatan Kristus tergantung dari kebangkitan-Nya, \u201cSebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.\u201d [Roma 14:9] Demikian pula pembenaran kita, yaitu berkat istimewa dari perjanjian itu, berkaitan dengan kemenangan Kristus atas maut dan dunia orang mati, karena \u201cYesus telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.\u201d [Roma 4:25] Lebih daripada itu, kelahiran baru kita pun berhubungan dengan kebangkitan-Nya, karena kita \u201cdilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.\u201d [1 Petrus 1:3] Dan sudah pasti kebangkitan terakhir kita berdasarkan hal ini, sebab, \u201cDan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.\u201d [Roma 8:11] Kalau Kristus tidak bangkit, kita pun tidak bangkit; tetapi jika Ia bangkit, semua yang meninggal dalam Kristus tidak binasa, melainkan mereka, di dalam daging mereka, pasti akan melihat Allah. Jadi, benang perak kebangkitan itu melintasi semua berkat milik orang percaya, mulai dari kelahiran baru miliknya sampai kemuliaan kekal miliknya, dan mengikat semua itu menjadi satu. Kalau begitu, dia akan menilai betapa pentingnya fakta yang agung ini, dan betapa besar sukacitanya sebab tanpa ragu, sudah pasti bahwa \u201cyang benar ialah Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati\u201d! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Seluruh sistem kekristenan berdasarkan fakta bahwa \u201cKristus telah dibangkitkan dari antara orang mati.\u201d Sebab, \u201cjika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Korintus%2015:17\">1 Korintus 15:17<\/a>] <i>Keilahian<\/i> Kristus terbukti paling jelas melalui kebangkitan-Nya, karena \u201cmenurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%201:4\">Roma 1:4<\/a>] Lumrah jika kita meragukan keilahian-Nya kalau saja Ia tidak bangkit. Tidak hanya itu, <i>kedaulatan<\/i> Kristus tergantung dari kebangkitan-Nya, \u201cSebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%2014:9\">Roma 14:9<\/a>] Demikian pula <i>pembenaran<\/i> kita, yaitu berkat istimewa dari perjanjian itu, berkaitan dengan kemenangan Kristus atas maut dan dunia orang mati, karena \u201cYesus telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%204:25\">Roma 4:25<\/a>] Lebih daripada itu, <i>kelahiran baru<\/i> kita pun berhubungan dengan kebangkitan-Nya, karena kita \u201cdilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Petrus%201:3\">1 Petrus 1:3<\/a>] Dan sudah pasti <i>kebangkitan terakhir<\/i> kita berdasarkan hal ini, sebab, \u201cDan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:11\">Roma 8:11<\/a>] Kalau Kristus tidak bangkit, kita pun tidak bangkit; tetapi jika Ia bangkit, semua yang meninggal dalam Kristus tidak binasa, melainkan mereka, di dalam daging mereka, pasti akan melihat Allah. Jadi, benang perak kebangkitan itu melintasi semua berkat milik orang percaya, mulai dari kelahiran baru miliknya sampai kemuliaan kekal miliknya, dan mengikat semua itu menjadi satu. Kalau begitu, dia akan menilai betapa pentingnya fakta yang agung ini, dan betapa besar sukacitanya sebab tanpa ragu, sudah pasti bahwa \u201cyang benar ialah Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati\u201d!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Seluruh sistem kekristenan berdasarkan fakta bahwa \u201cKristus telah dibangkitkan dari antara orang mati.\u201d Sebab, \u201cjika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.\u201d [1 Korintus 15:17] Keilahian Kristus terbukti paling jelas melalui kebangkitan-Nya, karena \u201cmenurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-42291","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"281","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42291"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66633,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42291\/revisions\/66633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}