{"id":42347,"date":"2020-09-28T11:21:12","date_gmt":"2020-09-28T04:21:12","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42347"},"modified":"2020-11-15T11:14:36","modified_gmt":"2020-11-15T04:14:36","slug":"apakah-semua-dosa-sama-di-hadapan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-semua-dosa-sama-di-hadapan-tuhan\/","title":{"rendered":"Apakah semua dosa sama di hadapan Tuhan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam Matius 5:21-28 Yesus menyatakan dosa perzinahan dengan nafsu yang ada di dalam hati sama-sama merupakan dosa; menyamakan pembunuhan dengan membenci di dalam hati sama-sama merupakan. Namun, ini tidak berarti semua dosa adalah sama. Apa yang Yesus berusaha jelaskan kepada orang Farisi itu lebih mengenai kenyataan kalau hanya memikirkan atau benar-benar melakukan perbuatan dosa, sama-sama sudah dianggap dosa. Karena pada masa itu, para pemimpin agama mengajarkan bahwa orang boleh memikirkan tentang apapun yang orang itu inginkan, selama keinginan itu tidak dilakukan. Yesus membuat mereka menyadari bahwa Allah menghakimi pikiran orang dan juga perbuatan-perbuatan mereka. Yesus memproklamirkan bahwa perbuatan kita adalah hasil dari apa yang ada dalam hati kita (Matius 12:34). Jadi, walaupun Yesus mengatakan bahwa nafsu dan perzinahan kedua-keduanya adalah dosa, tidak berarti keduanya sama. Membunuh orang itu jauh lebih jahat dibanding dengan sekedar membenci \u2013 sekalipun di hadapan Tuhan keduanya memang dosa. Ada tingkatan dosa. Ada dosa yang lebih jahat dari yang lainnya. Namun pada saat yang sama, dalam hubungannya dengan konsekuensinya dalam kekekalan dan keselamatan, semua dosa sama. Semua dosa membawa kepada penghukuman kekal (Roma 6:23). Semua dosa, tidak peduli betapapun \u201ckecilnya,\u201d tetaplah merupakan pemberontakan melawan Allah yang kekal dan tidak terbatas. Sebagai konsekuensinya, ia harus mendapat hukuman yang kekal dan tidak terbatas. Lebih lanjut, tidak ada dosa yang terlalu \u201cbesar\u201d yang tidak dapat Allah ampuni. Yesus mati membayar hutang dosa kita (1 Yohanes 2:2). Yesus mati untuk SEMUA dosa kita (2 Korintus 5:21). Apakah semua dosa sama di hadapan Tuhan? Ya dan tidak. Dalam kedahsyatannya? Tidak. Dalam hukumannya? Ya. Dalam pengampunannya? Ya. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Dalam Matius 5:21-28 Yesus menyatakan dosa perzinahan dengan nafsu yang ada di dalam hati sama-sama merupakan dosa; menyamakan pembunuhan dengan membenci di dalam hati sama-sama merupakan. Namun, ini tidak berarti semua dosa adalah sama.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Apa yang Yesus berusaha jelaskan kepada orang Farisi itu lebih mengenai kenyataan kalau hanya memikirkan atau benar-benar melakukan perbuatan dosa, sama-sama sudah dianggap dosa. Karena pada masa itu, para pemimpin agama mengajarkan bahwa orang boleh memikirkan tentang apapun yang orang itu inginkan, selama keinginan itu tidak dilakukan.<\/p>\n<p>Yesus membuat mereka menyadari bahwa Allah menghakimi pikiran orang dan juga perbuatan-perbuatan mereka. Yesus memproklamirkan bahwa perbuatan kita adalah hasil dari apa yang ada dalam hati kita (Matius 12:34).<\/p>\n<p>Jadi, walaupun Yesus mengatakan bahwa nafsu dan perzinahan kedua-keduanya adalah dosa, tidak berarti keduanya sama. Membunuh orang itu jauh lebih jahat dibanding dengan sekedar membenci \u2013 sekalipun di hadapan Tuhan keduanya memang dosa.<\/p>\n<p>Ada tingkatan dosa. Ada dosa yang lebih jahat dari yang lainnya. Namun pada saat yang sama, dalam hubungannya dengan konsekuensinya dalam kekekalan dan keselamatan, semua dosa sama. Semua dosa membawa kepada penghukuman kekal (Roma 6:23).<\/p>\n<p>Semua dosa, tidak peduli betapapun \u201ckecilnya,\u201d tetaplah merupakan pemberontakan melawan Allah yang kekal dan tidak terbatas. Sebagai konsekuensinya, ia harus mendapat hukuman yang kekal dan tidak terbatas.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, tidak ada dosa yang terlalu \u201cbesar\u201d yang tidak dapat Allah ampuni. Yesus mati membayar hutang dosa kita (1 Yohanes 2:2). Yesus mati untuk SEMUA dosa kita (2 Korintus 5:21).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah semua dosa sama di hadapan Tuhan? Ya dan tidak. Dalam kedahsyatannya? Tidak. Dalam hukumannya? Ya. Dalam pengampunannya? Ya. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam Matius 5:21-28 Yesus menyatakan dosa perzinahan dengan nafsu yang ada di dalam hati sama-sama merupakan dosa; menyamakan pembunuhan dengan membenci di dalam hati sama-sama merupakan. Namun, ini tidak berarti semua dosa adalah sama. Apa yang Yesus berusaha jelaskan kepada orang Farisi itu lebih mengenai kenyataan kalau hanya memikirkan atau benar-benar melakukan perbuatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[8,122],"class_list":["post-42347","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-dosa","tag-eskatologi"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2860","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42347"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42347\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}