{"id":42368,"date":"2020-09-23T09:27:05","date_gmt":"2020-09-23T02:27:05","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42368"},"modified":"2020-09-21T17:42:13","modified_gmt":"2020-09-21T10:42:13","slug":"apakah-kita-semua-mewarisi-doa-adam-dan-hawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-kita-semua-mewarisi-doa-adam-dan-hawa\/","title":{"rendered":"Apakah kita semua mewarisi doa Adam dan Hawa?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apakah kita semua mewarisi doa Adam dan Hawa? Ya, semua orang mewarisi dosa dari Adam dan Hawa, khususnya dari Adam. Dosa dilukiskan dalam Alkitab sebagai pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4) dan pemberontakan melawan Allah (Ulangan 9:7; Yosua 1:18). Kejadian pasal 3 menggambarkan pemberontakan Adam dan Hawa melawan Allah dan perintah-Nya. Karena ketidaktaatan Adam dan Hawa, dosa telah menjadi \u201cwarisan\u201d untuk semua keturunan-keturunan mereka. Roma 5:12 juga menyatakan kepada kita bahwa melalui Adam dosa telah masuk ke dalam dunia dan kematian diteruskan kepada semua manusia karena semua orang telah berbuat dosa. Dosa yang diteruskan ini dikenal sebagai dosa warisan. Sebagaimana kita mewarisi karakter-karakter fisik dari orangtua kita, maka kita juga mewarisi natur dosa kita dari Adam. Adam dan Hawa diciptakan dalam gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6). Karena itu, kita juga diciptakan dalam gambar dan rupa Adam (Kejadian 5:3). Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, maka setiap orang dari keturunannya juga \u201cdijangkiti\u201d dengan dosa. Daud meratapi kenyataan ini di dalam salah satu mazmurnya: \u201cSesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku\u201d (Mazmur 51:7). Ini tidak berarti bahwa ibunya melahirkan dia secara tidak sah; tetapi, ibunya telah mewarisi dosa natur dari orang tuanya, dan mereka dari orang tua mereka, dan seterusnya. Daud mewarisi dosa dari orang tuanya, sama seperti kita semua. Bahkan sekalipun kita hidup dengan kehidupan yang sebaik mungkin, kita tetap orang berdosa sebagai akibat dari dosa asal. Dilahirkan sebagai orang berdosa mengakibatkan kita semua berdosa. Perhatikan perkembangan dosa. Dalam Roma 5:12: dosa masuk ke dalam dunia melalui Adam, maut mengikuti dosa, maut menjalar kepada semua manusia, semua manusia berdosa karena mereka mewarisi dosa dari Adam. Karena \u201csemua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah\u201d (Roma 3:23), maka kita memerlukan satu korban yang sempurna, seseorang yang tidak berdosa untuk membasuh dosa-dosa kita; sesuatu yang kita tidak berdaya untuk melakukannya sendiri. Syukurlah, Yesus Kristus itu Juruselamat dari dosa! Dosa kita telah disalibkan melalui karya salib Yesuss. Sekarang \u201cdi dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya\u201d (Efesus 1:7). Allah, di dalam hikmat-Nya yang tidak terbatas, telah menyediakan obat untuk dosa yang kita warisi, dan obat itu tersedia untuk semua orang: \u201cJadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa\u201d (Kisah 13:38).\u00a0 (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;<em> Apakah kita semua mewarisi doa Adam dan Hawa? <\/em>Ya, semua orang mewarisi dosa dari Adam dan Hawa, khususnya dari Adam. Dosa dilukiskan dalam Alkitab sebagai pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4) dan pemberontakan melawan Allah (Ulangan 9:7; Yosua 1:18).<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian pasal 3 menggambarkan pemberontakan Adam dan Hawa melawan Allah dan perintah-Nya. Karena ketidaktaatan Adam dan Hawa, dosa telah menjadi \u201cwarisan\u201d untuk semua keturunan-keturunan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Roma 5:12 juga menyatakan kepada kita bahwa melalui Adam dosa telah masuk ke dalam dunia dan kematian diteruskan kepada semua manusia karena semua orang telah berbuat dosa. Dosa yang diteruskan ini dikenal sebagai dosa warisan. Sebagaimana kita mewarisi karakter-karakter fisik dari orangtua kita, maka kita juga mewarisi natur dosa kita dari Adam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adam dan Hawa diciptakan dalam gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6). Karena itu, kita juga diciptakan dalam gambar dan rupa Adam (Kejadian 5:3). Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, maka setiap orang dari keturunannya juga \u201cdijangkiti\u201d dengan dosa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daud meratapi kenyataan ini di dalam salah satu mazmurnya: \u201cSesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku\u201d (Mazmur 51:7). Ini tidak berarti bahwa ibunya melahirkan dia secara tidak sah; tetapi, ibunya telah mewarisi dosa natur dari orang tuanya, dan mereka dari orang tua mereka, dan seterusnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daud mewarisi dosa dari orang tuanya, sama seperti kita semua. Bahkan sekalipun kita hidup dengan kehidupan yang sebaik mungkin, kita tetap orang berdosa sebagai akibat dari dosa asal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dilahirkan sebagai orang berdosa mengakibatkan kita semua berdosa. Perhatikan perkembangan dosa. Dalam Roma 5:12: dosa masuk ke dalam dunia melalui Adam, maut mengikuti dosa, maut menjalar kepada semua manusia, semua manusia berdosa karena mereka mewarisi dosa dari Adam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena \u201csemua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah\u201d (Roma 3:23), maka kita memerlukan satu korban yang sempurna, seseorang yang tidak berdosa untuk membasuh dosa-dosa kita; sesuatu yang kita tidak berdaya untuk melakukannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syukurlah, Yesus Kristus itu Juruselamat dari dosa! Dosa kita telah disalibkan melalui karya salib Yesuss. Sekarang \u201cdi dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya\u201d (Efesus 1:7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allah, di dalam hikmat-Nya yang tidak terbatas, telah menyediakan obat untuk dosa yang kita warisi, dan obat itu tersedia untuk semua orang: \u201cJadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa\u201d (Kisah 13:38).\u00a0 (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apakah kita semua mewarisi doa Adam dan Hawa? Ya, semua orang mewarisi dosa dari Adam dan Hawa, khususnya dari Adam. Dosa dilukiskan dalam Alkitab sebagai pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4) dan pemberontakan melawan Allah (Ulangan 9:7; Yosua 1:18). Kejadian pasal 3 menggambarkan pemberontakan Adam dan Hawa melawan Allah dan perintah-Nya. Karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-42368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"1779","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42368"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42368\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}