{"id":42375,"date":"2020-10-21T09:27:05","date_gmt":"2020-10-21T02:27:05","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42375"},"modified":"2020-11-15T11:14:36","modified_gmt":"2020-11-15T04:14:36","slug":"apakah-anak-anak-dihukum-karena-dosa-dosa-orangtua-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-anak-anak-dihukum-karena-dosa-dosa-orangtua-mereka\/","title":{"rendered":"Apakah anak-anak dihukum karena dosa-dosa orangtua mereka?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Anak-anak tidak dihukum untuk dosa yang dilakukan oleh orangtua mereka, demikian pula orangtua tidak dihukum untuk dosa anak-anak mereka. Setiap manusia bertanggung jawab atas dosanya masing-masing. Yehezkiel 18:20 memberitahu kita, \u201cOrang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya\u201d (Yehezkiel 18:20). Ayat ini jelas menunjukkan bahwa hukuman untuk dosa seseorang ditanggung oleh orang itu sendiri. Ada ayat yang mengakibatkan sebagian orang berpikir bahwa Alkitab mengajarkan hukuman dosa yang diturunkan lintas generasi. Namun, penafsiran demikian tidaklah benar. Ayat yang dimaksud ada di Keluaran 20:5, yang dalam konteks dengan berhala, menyatakan, \u201cJangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku\u201d (Keluaran 20:5). Ayat ini tidak berbicara mengenai hukuman, tapi mengenai konsekuensi. Yang dimaksud ayat ini bahwa konsekuensi dosa seseorang dapat dirasakan sampai beberapa generasi kemudian. Allah memberitahu orang-orang Israel bahwa anak-anak mereka akan merasakan dampak dari generasi orangtua mereka sebagai konsekuensi alamiah ketidaktaatan dan sikap mereka yang membenci Allah. Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan demikian akan mempraktekkan penyembahan berhala yang serupa, dan dengan demikian meneruskan pola ketidaktaatan yang sudah ada. Akibat dari generasi yang tidak taat akan menanamkan kejahatan begitu dalamnya sehingga akan memakan waktu beberapa generasi untuk memulihkannya. Allah tidak menuntut pertanggungjawaban kita untuk dosa-dosa orangtua kita, namun kadang kala kita menderita sebagai akibat dari dosa-dosa orangtua kita, sebagaimana yang digambarkan dalam Keluaran 20:5. Sebagaimana diperlihatkan dalam Yehezkiel 18:20, setiap manusia bertanggungjawab untuk dosanya masing-masing dan karenanya kita harus menanggung hukumannya. Kita tidak bisa mengoper kesalahan kita dengan orang lain, dan orang lain tidak bisa bertanggung jawab untuk itu. Namun demikian, ada satu pengecualian pada aturan ini, dan itu berlaku untuk semua umat manusia. Satu orang telah menanggung dosa orang-orang lain dan membayar hukuman dosa bagi mereka sehingga orang-orang berdosa menjadi benar dan suci di hadapan Allah. Orang itu ialah Yesus Kristus. Allah mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia untuk mengganti kesempurnaan-Nya dengan dosa kita. \u201cDia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah\u201d (2 Korintus 5:21). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Anak-anak tidak dihukum untuk dosa yang dilakukan oleh orangtua mereka, demikian pula orangtua tidak dihukum untuk dosa anak-anak mereka. Setiap manusia bertanggung jawab atas dosanya masing-masing.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Yehezkiel 18:20 memberitahu kita, \u201cOrang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya\u201d (Yehezkiel 18:20).<\/p>\n<p>Ayat ini jelas menunjukkan bahwa hukuman untuk dosa seseorang ditanggung oleh orang itu sendiri.<\/p>\n<p>Ada ayat yang mengakibatkan sebagian orang berpikir bahwa Alkitab mengajarkan hukuman dosa yang diturunkan lintas generasi. Namun, penafsiran demikian tidaklah benar. Ayat yang dimaksud ada di Keluaran 20:5, yang dalam konteks dengan berhala, menyatakan, \u201cJangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku\u201d (Keluaran 20:5).<\/p>\n<p>Ayat ini tidak berbicara mengenai hukuman, tapi mengenai konsekuensi. Yang dimaksud ayat ini bahwa konsekuensi dosa seseorang dapat dirasakan sampai beberapa generasi kemudian.<\/p>\n<p>Allah memberitahu orang-orang Israel bahwa anak-anak mereka akan merasakan dampak dari generasi orangtua mereka sebagai konsekuensi alamiah ketidaktaatan dan sikap mereka yang membenci Allah.<\/p>\n<p>Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan demikian akan mempraktekkan penyembahan berhala yang serupa, dan dengan demikian meneruskan pola ketidaktaatan yang sudah ada.<\/p>\n<p>Akibat dari generasi yang tidak taat akan menanamkan kejahatan begitu dalamnya sehingga akan memakan waktu beberapa generasi untuk memulihkannya. Allah tidak menuntut pertanggungjawaban kita untuk dosa-dosa orangtua kita, namun kadang kala kita menderita sebagai akibat dari dosa-dosa orangtua kita, sebagaimana yang digambarkan dalam Keluaran 20:5.<\/p>\n<p>Sebagaimana diperlihatkan dalam Yehezkiel 18:20, setiap manusia bertanggungjawab untuk dosanya masing-masing dan karenanya kita harus menanggung hukumannya.<\/p>\n<p>Kita tidak bisa mengoper kesalahan kita dengan orang lain, dan orang lain tidak bisa bertanggung jawab untuk itu. Namun demikian, ada satu pengecualian pada aturan ini, dan itu berlaku untuk semua umat manusia.<\/p>\n<p>Satu orang telah menanggung dosa orang-orang lain dan membayar hukuman dosa bagi mereka sehingga orang-orang berdosa menjadi benar dan suci di hadapan Allah. Orang itu ialah Yesus Kristus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allah mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia untuk mengganti kesempurnaan-Nya dengan dosa kita. \u201cDia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah\u201d (2 Korintus 5:21). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Anak-anak tidak dihukum untuk dosa yang dilakukan oleh orangtua mereka, demikian pula orangtua tidak dihukum untuk dosa anak-anak mereka. Setiap manusia bertanggung jawab atas dosanya masing-masing. Yehezkiel 18:20 memberitahu kita, \u201cOrang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[8],"class_list":["post-42375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-dosa"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2453","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42375"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42375\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}