{"id":42388,"date":"2020-10-22T09:27:04","date_gmt":"2020-10-22T02:27:04","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42388"},"modified":"2020-11-15T11:14:36","modified_gmt":"2020-11-15T04:14:36","slug":"dalam-halnya-pengampunan-apakah-ada-perbedaan-antara-dosa-yang-disengaja-dan-dosa-yang-tidak-disengaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dalam-halnya-pengampunan-apakah-ada-perbedaan-antara-dosa-yang-disengaja-dan-dosa-yang-tidak-disengaja\/","title":{"rendered":"Dalam halnya pengampunan, apakah ada perbedaan antara dosa yang disengaja dan dosa yang tidak disengaja?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Walaupun Allah membedakan antara mereka yang tidak sengaja berdosa dan mereka yang dosanya disengaja (Bilangan 15:27-31), pertobatan masih disyaratkan demi menerima pengampunan (Markus 1:15; Kisah 2:38; Kisah 26:18). Pertobatan secara harafiah berarti perubahan sikap seseorang tentang Allah dan merupakan ciri khas dari iman di dalam Kristus (Kisah 3:19; 20:21; 26:20). Tanpanya tidak ada pengampunan. Yesus berkata, &quot;Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian&quot; (Lukas 13:3; baca juga 17:3-4; 2 Petrus 3:9). Sengaja berdosa adalah sama dengan menentang Allah secara terbuka dan lantang (Mazmur 19:13; Ibrani 10:26). Dosa yang disengaja mengundang hukuman Allah, baik datangnya cepat maupun lambat, namun dosa yang tidak disengaja juga bukan dalih yang kuat: &quot; Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran&quot; Efesus 4:17-19; baca juga Kisah 3:17-19; Kisah 17:30-31). Pengampunan dapat diperoleh siapapun, namun pertobatan sejati yang disyaratkan untuk pengampunan diberikan menurut kedaulatan Allah (Efesus 2:4). Mereka yang dengan tidak sadar menolak Yesus dan injil-Nya harus menerima-Nya dalam pertobatan supaya dosanya diampuni. Yesus telah mengungkapkan hal ini dengan sangat jelas: &quot;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku&quot; (Yohanes 14:6). Tanpa mempedulikan apakah seseorang tersesat karena ketidaktahuannya ataupun karena pemberontakan yang disengaja \u2014 mereka tetap berada di jalan yang salah. Akan tetapi manusia tidak dapat berdalih sama sekali tidak tahu. Tidak ada orang yang tidak mengetahui apa-apa tentang Allah, dan tidak seorangpun mempunyai alasan untuk hidup dalam ketidaktaatan. Rasul Paulus mengajar, &quot;Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih&quot; (Roma 1:18-20). Walaupun ada kalanya kita tidak sengaja berdosa, kita dapat memiliki kepastian tentang penampunan Allah. Rasul Paulus adalah contoh yang baik atas kebenaran ini: &quot;Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman&quot; (1 Timotius 1:13). Akan tetapi bagi mereka yang terbiasa hidup dalam dosa yang disengaja, Petrus menjelaskan bahwa &quot;jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka&quot; (2 Petrus 2:20-21). Yohanes memberi ulasan yang baik atas topik pengampunan: &quot;Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan&quot; (1 Yohanes 1:8-9).\u00a0 (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Walaupun Allah membedakan antara mereka yang tidak sengaja berdosa dan mereka yang dosanya disengaja (Bilangan 15:27-31), pertobatan masih disyaratkan demi menerima pengampunan (Markus 1:15; Kisah 2:38; Kisah 26:18). Pertobatan secara harafiah berarti perubahan sikap seseorang tentang Allah dan merupakan ciri khas dari iman di dalam Kristus (Kisah 3:19; 20:21; 26:20). Tanpanya tidak ada pengampunan. Yesus berkata, &#8220;Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian&#8221; (Lukas 13:3; baca juga 17:3-4; 2 Petrus 3:9).<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Sengaja berdosa adalah sama dengan menentang Allah secara terbuka dan lantang (Mazmur 19:13; Ibrani 10:26). Dosa yang disengaja mengundang hukuman Allah, baik datangnya cepat maupun lambat, namun dosa yang tidak disengaja juga bukan dalih yang kuat: &#8221; Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran&#8221; Efesus 4:17-19; baca juga Kisah 3:17-19; Kisah 17:30-31). Pengampunan dapat diperoleh siapapun, namun pertobatan sejati yang disyaratkan untuk pengampunan diberikan menurut kedaulatan Allah (Efesus 2:4).<\/p>\n<p>Mereka yang dengan tidak sadar menolak Yesus dan injil-Nya harus menerima-Nya dalam pertobatan supaya dosanya diampuni. Yesus telah mengungkapkan hal ini dengan sangat jelas: &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku&#8221; (Yohanes 14:6). Tanpa mempedulikan apakah seseorang tersesat karena ketidaktahuannya ataupun karena pemberontakan yang disengaja \u2014 mereka tetap berada di jalan yang salah.<\/p>\n<p>Akan tetapi manusia tidak dapat berdalih sama sekali tidak tahu. Tidak ada orang yang tidak mengetahui apa-apa tentang Allah, dan tidak seorangpun mempunyai alasan untuk hidup dalam ketidaktaatan. Rasul Paulus mengajar, &#8220;Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih&#8221; (Roma 1:18-20).<\/p>\n<p>Walaupun ada kalanya kita tidak sengaja berdosa, kita dapat memiliki kepastian tentang penampunan Allah. Rasul Paulus adalah contoh yang baik atas kebenaran ini: &#8220;Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman&#8221; (1 Timotius 1:13). Akan tetapi bagi mereka yang terbiasa hidup dalam dosa yang disengaja, Petrus menjelaskan bahwa &#8220;jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka&#8221; (2 Petrus 2:20-21).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yohanes memberi ulasan yang baik atas topik pengampunan: &#8220;Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan&#8221; (1 Yohanes 1:8-9).\u00a0 (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Walaupun Allah membedakan antara mereka yang tidak sengaja berdosa dan mereka yang dosanya disengaja (Bilangan 15:27-31), pertobatan masih disyaratkan demi menerima pengampunan (Markus 1:15; Kisah 2:38; Kisah 26:18). Pertobatan secara harafiah berarti perubahan sikap seseorang tentang Allah dan merupakan ciri khas dari iman di dalam Kristus (Kisah 3:19; 20:21; 26:20). Tanpanya tidak ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[8],"class_list":["post-42388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-dosa"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1812","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42388"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42388\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}