{"id":42401,"date":"2020-06-15T12:33:50","date_gmt":"2020-06-15T05:33:50","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42401"},"modified":"2020-11-15T11:14:37","modified_gmt":"2020-11-15T04:14:37","slug":"apakah-artinya-bahwa-upah-dosa-adalah-maut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-artinya-bahwa-upah-dosa-adalah-maut\/","title":{"rendered":"Apakah artinya bahwa upah dosa adalah maut?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Roma 6:23 menyatakan, &quot;Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.&quot; Pada dasarnya, dosa adalah pemberontakan terhadap Allah. Dosa memisahkan kita dari Allah, sang pencipta dan pemelihara kehidupan. Yesus berkata, &quot;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&quot; (Yohanes 14:6). Allah dikenal sebagai &quot;AKULAH AKU.&quot; Kehidupan ada di dalam Allah. Jadi, ketika kita berdosa dan menjadi terpisah dari Allah, kita terpisah dari sumber kehidupan sejati. Oleh karena itu, kita mengalami kematian. Ada tiga penjelasan yang perlu kita berikan: Pertama, dosa tidak selalu mengakibatkan kematian secara langsung. Roma 6 sedang memberitahu bahwa ketika kita berdosa kita sedang mati secara rohani, bukan secara jasmani. Kedua, ketika kita diselamatkan Kristus, kita diselamatkan dari kematian rohani terakhir dan dihidupkan secara rohani. Paulus memberitahu para jemaat di Roma, &quot;Karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita&quot; (Roma 6:23). Ketiga, dosa orang percaya pun dapat menimbulkan satu jenis &quot;kematian&quot; rohani. Walaupun kita diselamatkan dari hukuman dosa yang terakhir (perpisahan kekal dari Allah), kita tidak diluputkan dari akibat retaknya hubungan kita dengan sang Bapa Surgawi. Ketika kita berdosa, kita mengalami gejala-gejala kematian rohani. Kita merasa bersalah, hampa, bingung, atau terpisah dari Allah. Kita bertindak sebagai orang fasik, bukan sebagai orang benar. Dosa kita, meskipun sebagai orang percaya, menyakiti hati Allah dan mendukakan Roh-Nya (Efesus 4:30). Walaupun hubungan kita dengan-Nya tidak terputus bersih, dosa kita menghambat hubungan dengan-Nya. Bayangkan seorang anak dan orang tuanya. Ketika anak mereka tidak taat, hubungannya dengan orang tuanya tidak baik. Orang tua masih mengasihi anaknya dan masih memikirkan kebaikan anaknya. Anak itu tidak akan digadaikan atau dibuang. Akan tetapi, anak itu mungkin akan mengalami beberapa konsekuensi: ketidakpercayaan, pendisiplinan, rasa bersalah, dan sebagainya. Hubungan itu pada akhirnya dipulihkan, namun biasanya diawali dengan penderitaan terlebih dahulu. Begitulah kasusnya antara kita dengan Allah. Ketika kita memberontak melawan kuasa Allah dalam kehidupan kita, kita memberontak melawan Kehidupan, dan kita mengalami &quot;kematian&quot; (kondisi kehancuran yang membuat kita menderita). Ketika kita kembali kepada Allah, kondisi rohani kita dipulihkan \u2013 persekutuan dengan Allah, hidup yang bertujuan, kebenaran, kebebasan, dsb. Sang ayah yang bersyukur atas kembalinya anaknya yang hilang mengatakannya dengan baik: &quot;Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali&quot; (Lukas 15:24). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Roma 6:23 menyatakan, &#8220;Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.&#8221; Pada dasarnya, dosa adalah pemberontakan terhadap Allah. Dosa memisahkan kita dari Allah, sang pencipta dan pemelihara kehidupan. Yesus berkata, &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221; (Yohanes 14:6). Allah dikenal sebagai &#8220;AKULAH AKU.&#8221; Kehidupan ada di dalam Allah. Jadi, ketika kita berdosa dan menjadi terpisah dari Allah, kita terpisah dari sumber kehidupan sejati. Oleh karena itu, kita mengalami kematian. Ada tiga penjelasan yang perlu kita berikan:<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Pertama, dosa tidak selalu mengakibatkan kematian secara langsung. Roma 6 sedang memberitahu bahwa ketika kita berdosa kita sedang mati secara rohani, bukan secara jasmani.<\/p>\n<p>Kedua, ketika kita diselamatkan Kristus, kita diselamatkan dari kematian rohani terakhir dan dihidupkan secara rohani. Paulus memberitahu para jemaat di Roma, &#8220;Karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita&#8221; (Roma 6:23).<\/p>\n<p>Ketiga, dosa orang percaya pun dapat menimbulkan satu jenis &#8220;kematian&#8221; rohani. Walaupun kita diselamatkan dari hukuman dosa yang terakhir (perpisahan kekal dari Allah), kita tidak diluputkan dari akibat retaknya hubungan kita dengan sang Bapa Surgawi. Ketika kita berdosa, kita mengalami gejala-gejala kematian rohani. Kita merasa bersalah, hampa, bingung, atau terpisah dari Allah. Kita bertindak sebagai orang fasik, bukan sebagai orang benar. Dosa kita, meskipun sebagai orang percaya, menyakiti hati Allah dan mendukakan Roh-Nya (Efesus 4:30). Walaupun hubungan kita dengan-Nya tidak terputus bersih, dosa kita menghambat hubungan dengan-Nya.<\/p>\n<p>Bayangkan seorang anak dan orang tuanya. Ketika anak mereka tidak taat, hubungannya dengan orang tuanya tidak baik. Orang tua masih mengasihi anaknya dan masih memikirkan kebaikan anaknya. Anak itu tidak akan digadaikan atau dibuang. Akan tetapi, anak itu mungkin akan mengalami beberapa konsekuensi: ketidakpercayaan, pendisiplinan, rasa bersalah, dan sebagainya. Hubungan itu pada akhirnya dipulihkan, namun biasanya diawali dengan penderitaan terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Begitulah kasusnya antara kita dengan Allah. Ketika kita memberontak melawan kuasa Allah dalam kehidupan kita, kita memberontak melawan Kehidupan, dan kita mengalami &#8220;kematian&#8221; (kondisi kehancuran yang membuat kita menderita). Ketika kita kembali kepada Allah, kondisi rohani kita dipulihkan \u2013 persekutuan dengan Allah, hidup yang bertujuan, kebenaran, kebebasan, dsb. Sang ayah yang bersyukur atas kembalinya anaknya yang hilang mengatakannya dengan baik: &#8220;Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali&#8221; (Lukas 15:24). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Roma 6:23 menyatakan, &#8220;Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.&#8221; Pada dasarnya, dosa adalah pemberontakan terhadap Allah. Dosa memisahkan kita dari Allah, sang pencipta dan pemelihara kehidupan. Yesus berkata, &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[8,122],"class_list":["post-42401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-dosa","tag-eskatologi"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"6528","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42401"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42401\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}