{"id":42407,"date":"2021-02-26T09:27:00","date_gmt":"2021-02-26T02:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42407"},"modified":"2021-02-13T12:13:08","modified_gmt":"2021-02-13T05:13:08","slug":"apa-kata-alkitab-mengenai-biseksualitas-mengapa-biseksualitas-merupakan-dosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-kata-alkitab-mengenai-biseksualitas-mengapa-biseksualitas-merupakan-dosa\/","title":{"rendered":"Apa kata Alkitab mengenai biseksualitas? Mengapa biseksualitas merupakan dosa?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Alkitab tidak secara harafiah membahas biseksualitas. Akan tetapi, sudah jelas dari kecaman Alkitab terhadap homoseksualitas (hubungan seksual antar sesama jenis kelamin) bahwa biseksualitas juga merupakan dosa. Imamat 18:22 mengajar bahwa hubungan seks dengan sesama jenis adalah kekejian. Roma 1:26-27 mengutuk hubungan intim antar sesama jenis karena pelakunya telah meninggalkan yang alami. Satu Korintus 6:9 menyatakan bahwa pelaku homoseksual tidak akan diwariskan kerajaan Allah. Kebenaran ini berlaku baik bagi mereka yang homoseksual dan biseksual. Alkitab memberitahu bahwa seseorang menjadi biseksual atau homoseksual karena dosa (Roma 1:24-27). Ini bukan berarti disebabkan oleh dosa orang itu sendiri, melainkan dosa pada umumnya. Dosa menyimpangkan, menyesatkan, dan memutar-balikkan segala sesuatu. Biseksualitas dan homoseksualitas disebabkan oleh dosa yang &quot;merusak&quot; orang secara rohani, mental, emosional, dan jasmani. Dosa adalah wabah, dan biseksualitas hanyalah salah satu dari gejalanya. Banyak orang Kristen yang beranggapan bahwa biseksualitas dan homoseksualitas merupakan dosa yang amat sangat keji. Alkitab tidak pernah menggambarkan homoseksualitas sebagai dosa yang lebih sulit diampuni dibanding dosa lainnya. Seorang biseksual tidak lebih jauh dari keselamatan dibanding seorang yang legalistik. Allah menawarkan pengampunan bagi semua orang yang hendak mempercayakan keselamatannya kepada Yesus Kristus. Ketika keselamatan melalui Kristus diterima, Allah akan memulai sebuah proses penghancuran kedagingan orang itu (Galatia 5:19-21) dan mengembangkan pertumbuhan buah-buah Roh (Galatia 5:22-23). Kadang Allah menghilangkan keinginan bagi dosa tertentu, namun pada waktu yang lain Ia memberi kita kekuatan untuk melawannya. Proses perubahan ini berlangsung seumur hidup kita. Ketika kita gagal, dengan setia Allah mengampuni dan menyucikan kita (1 Yohanes 1:9). Ia juga setia dalam menyelesaikan karya-Nya di dalam kita (Filipi 1:6). Janji menjadi &quot;ciptaan baru&quot; tersedia bagi semua orang yang hendak percaya pada Kristus (2 Korintus 5:17). English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apa kata Alkitab mengenai biseksualitas? Mengapa biseksualitas merupakan dosa? . (gotquestions) https:\/\/www.gotquestions.org\/indonesia\/biseksualitas.html\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Alkitab tidak secara harafiah membahas biseksualitas. Akan tetapi, sudah jelas dari kecaman Alkitab terhadap homoseksualitas (hubungan seksual antar sesama jenis kelamin) bahwa biseksualitas juga merupakan dosa. Imamat 18:22 mengajar bahwa hubungan seks dengan sesama jenis adalah kekejian. Roma 1:26-27 mengutuk hubungan intim antar sesama jenis karena pelakunya telah meninggalkan yang alami. Satu Korintus 6:9 menyatakan bahwa pelaku homoseksual tidak akan diwariskan kerajaan Allah. Kebenaran ini berlaku baik bagi mereka yang homoseksual dan biseksual.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alkitab memberitahu bahwa seseorang menjadi biseksual atau homoseksual karena dosa (Roma 1:24-27). Ini bukan berarti disebabkan oleh dosa orang itu sendiri, melainkan dosa pada umumnya. Dosa menyimpangkan, menyesatkan, dan memutar-balikkan segala sesuatu. Biseksualitas dan homoseksualitas disebabkan oleh dosa yang &#8220;merusak&#8221; orang secara rohani, mental, emosional, dan jasmani. Dosa adalah wabah, dan biseksualitas hanyalah salah satu dari gejalanya.<\/p>\n<p>Banyak orang Kristen yang beranggapan bahwa biseksualitas dan homoseksualitas merupakan dosa yang amat sangat keji. Alkitab tidak pernah menggambarkan homoseksualitas sebagai dosa yang lebih sulit diampuni dibanding dosa lainnya. Seorang biseksual tidak lebih jauh dari keselamatan dibanding seorang yang legalistik. Allah menawarkan pengampunan bagi semua orang yang hendak mempercayakan keselamatannya kepada Yesus Kristus. Ketika keselamatan melalui Kristus diterima, Allah akan memulai sebuah proses penghancuran kedagingan orang itu (Galatia 5:19-21) dan mengembangkan pertumbuhan buah-buah Roh (Galatia 5:22-23). Kadang Allah menghilangkan keinginan bagi dosa tertentu, namun pada waktu yang lain Ia memberi kita kekuatan untuk melawannya. Proses perubahan ini berlangsung seumur hidup kita. Ketika kita gagal, dengan setia Allah mengampuni dan menyucikan kita (1 Yohanes 1:9). Ia juga setia dalam menyelesaikan karya-Nya di dalam kita (Filipi 1:6). Janji menjadi &#8220;ciptaan baru&#8221; tersedia bagi semua orang yang hendak percaya pada Kristus (2 Korintus 5:17).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gotquestions.org\/bisexual-bisexuality.html\">English<\/a><\/p>\n<hr \/>\n<p><center><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.gotquestions.org\/Indonesia\"><strong>Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Apa kata Alkitab mengenai biseksualitas? Mengapa biseksualitas merupakan dosa?<\/p>\n<p><\/center><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">. (gotquestions)<br \/>\nhttps:\/\/www.gotquestions.org\/indonesia\/biseksualitas.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Alkitab tidak secara harafiah membahas biseksualitas. Akan tetapi, sudah jelas dari kecaman Alkitab terhadap homoseksualitas (hubungan seksual antar sesama jenis kelamin) bahwa biseksualitas juga merupakan dosa. Imamat 18:22 mengajar bahwa hubungan seks dengan sesama jenis adalah kekejian. Roma 1:26-27 mengutuk hubungan intim antar sesama jenis karena pelakunya telah meninggalkan yang alami. Satu Korintus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[122],"class_list":["post-42407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-eskatologi"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1187","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42407\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}