{"id":42431,"date":"2021-02-14T11:27:00","date_gmt":"2021-02-14T04:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42431"},"modified":"2021-02-13T11:33:09","modified_gmt":"2021-02-13T04:33:09","slug":"apakah-dosanya-kota-sodom-dan-gomora","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-dosanya-kota-sodom-dan-gomora\/","title":{"rendered":"Apakah dosanya kota Sodom dan Gomora?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Rekaman Alkitab tentang Sodom dan Gomora dapat ditemui dalam kitab Kejadian pasal 18-19. Kejadian pasal 18 merekam bagaimana Tuhan dan dua malaikat datang untuk berbicara dengan Abraham. Tuhan memberitahu Abraham banhwa &quot;Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya&quot; (Kejadian 18:20). Ayat 22-23 merekam bagaimana Abraham memohon supaya Tuhan berbelas kasihan pada Sodom dan Gomora karena keponakannya, Lot, serta keluarganya sedang tinggal di Sodom. Kejadian pasal 19 merekam bagaimana kedua malaikat, yang menjelma sebagai pria, mengunjungi Sodom dan Gomora. Lot menemui para malaikat itu di alun-alun kota dan mendesak mereka untuk tinggal di rumahnya. Alkitab kemudian memberitahu kita bahwa, &quot;Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: &#039;Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka&#039;&quot; (Kejadian 19:4-5). Para malaikat itu kemudian membutakan semua pria Sodom dan Gomora dan mendesak supaya Lot serta keluarganya menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari kota itu demi menghindari murka Allah yang segera dicurahkan. Lot dan keluarganya melarikan diri, kemudian &quot;Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah&quot; (Kejadian 19:24-25). Mengingat bacaan ini, jawaban yang paling sering kita dengar dari pertanyaan &quot;Apakah dosanya kota Sodom dan Gomora?&quot; adalah bahwa dosanya adalah homoseksualitas. Dengan demikian muncullah istilah &quot;sodomi&quot; untuk merujuk pada hubungan seks anal antara dua pria, baik secara sukarela maupun dipaksa. Sudah cukup jelas bahwa hubungan homoseksual menjadi alasan mengapa Allah menghancurkan kedua kota itu. Para penduduk pria Sodom dan Gomora ingin ramai-ramai memperkosa kedua malaikat (yang tampak sebagai pria). Pada waktu bersamaan, secara alkitabiah kita tidak bisa menunjuk hanya kepada dosa homoseksualitas sebagai satu-satunya alasan Allah menghancurkan Sodom dan Gomora. Dosa yang dilakukan di kota Sodom dan Gomora bukan secara khusus dilakukan di kota-kota itu saja. Yehezkiel 16:49-50 menyatakan, &quot;Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin. Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di hadapan-Ku...&quot; Kata yang diterjemahkan sebagai &quot;kekejian&quot; merujuk kepada suatu hal yang nilai moralitasnya menjijikkan dan merupakan kata yang sama yang digunakan dalam Imamat 18:22 untuk merujuk kepada homoseksualitas. Sejalan dengan itu, Yudas 7 menyatakan, &quot;...Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar.&quot; Sekali lagi, walaupun hubungan seks sesama jenis bukan satu-satunya dosa yang dilakukan penduduk kota Sodom dan Gomora, sepertinya dosa tersebut menjadi alasan utama mengapa kedua kota itu dilenyapkan. Adapun orang yang berusaha membela homoseksualitas dengan mengklaim bahwa kutukan Alkitab dalam kasus Sodom dan Gomora sebetulnya mengarah kepada ketidakramahan mereka. Tentunya para penduduk pria Sodom dan Gomora tidak ramah. Namun sepertinya tidak ada tindakan yang lebih tidak ramah daripada pemerkosaan ramai-ramai. Mengklaim bahwa Allah menghancurkan kedua kota serta penduduknya hanya dengan alasan ketidakramahan adalah salah. Meskipun Sodom dan Gomora telah bersalah atas dosa keji lainnya, homoseksualitas adalah penyebab mengapa Allah mencurahkan hujan belerang dan api di atas kota-kota itu, dan sepenuhnya melenyapkan kota-kota itu bersama penduduknya. Sampai pada hari ini, daerah kedudukan Sodom dan Gomora menjadi tanak kosong yang tak terdiami. Sodom dan Gomora merupakan contoh bagaimana Allah menyikapi dosa pada umumnya, dan homoseksualitas secara khusus. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Rekaman Alkitab tentang Sodom dan Gomora dapat ditemui dalam kitab Kejadian pasal 18-19. Kejadian pasal 18 merekam bagaimana Tuhan dan dua malaikat datang untuk berbicara dengan Abraham. Tuhan memberitahu Abraham banhwa &#8220;Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya&#8221; (Kejadian 18:20). Ayat 22-23 merekam bagaimana Abraham memohon supaya Tuhan berbelas kasihan pada Sodom dan Gomora karena keponakannya, Lot, serta keluarganya sedang tinggal di Sodom.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kejadian pasal 19 merekam bagaimana kedua malaikat, yang menjelma sebagai pria, mengunjungi Sodom dan Gomora. Lot menemui para malaikat itu di alun-alun kota dan mendesak mereka untuk tinggal di rumahnya. Alkitab kemudian memberitahu kita bahwa, &#8220;Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: &#8216;Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka'&#8221; (Kejadian 19:4-5). Para malaikat itu kemudian membutakan semua pria Sodom dan Gomora dan mendesak supaya Lot serta keluarganya menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari kota itu demi menghindari murka Allah yang segera dicurahkan. Lot dan keluarganya melarikan diri, kemudian &#8220;Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah&#8221; (Kejadian 19:24-25).<\/p>\n<p>Mengingat bacaan ini, jawaban yang paling sering kita dengar dari pertanyaan &#8220;Apakah dosanya kota Sodom dan Gomora?&#8221; adalah bahwa dosanya adalah homoseksualitas. Dengan demikian muncullah istilah &#8220;sodomi&#8221; untuk merujuk pada hubungan seks anal antara dua pria, baik secara sukarela maupun dipaksa. Sudah cukup jelas bahwa hubungan homoseksual menjadi alasan mengapa Allah menghancurkan kedua kota itu. Para penduduk pria Sodom dan Gomora ingin ramai-ramai memperkosa kedua malaikat (yang tampak sebagai pria). Pada waktu bersamaan, secara alkitabiah kita tidak bisa menunjuk hanya kepada dosa homoseksualitas sebagai satu-satunya alasan Allah menghancurkan Sodom dan Gomora. Dosa yang dilakukan di kota Sodom dan Gomora bukan secara khusus dilakukan di kota-kota itu saja.<\/p>\n<p>Yehezkiel 16:49-50 menyatakan, &#8220;Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin. Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan <b>kekejian<\/b> di hadapan-Ku&#8230;&#8221; Kata yang diterjemahkan sebagai &#8220;kekejian&#8221; merujuk kepada suatu hal yang nilai moralitasnya menjijikkan dan merupakan kata yang sama yang digunakan dalam Imamat 18:22 untuk merujuk kepada homoseksualitas. Sejalan dengan itu, Yudas 7 menyatakan, &#8220;&#8230;Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan <b>percabulan<\/b> dan mengejar <b>kepuasan-kepuasan yang tak wajar<\/b>.&#8221; Sekali lagi, walaupun hubungan seks sesama jenis bukan satu-satunya dosa yang dilakukan penduduk kota Sodom dan Gomora, sepertinya dosa tersebut menjadi alasan utama mengapa kedua kota itu dilenyapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun orang yang berusaha membela homoseksualitas dengan mengklaim bahwa kutukan Alkitab dalam kasus Sodom dan Gomora sebetulnya mengarah kepada ketidakramahan mereka. Tentunya para penduduk pria Sodom dan Gomora tidak ramah. Namun sepertinya tidak ada tindakan yang lebih tidak ramah daripada pemerkosaan ramai-ramai. Mengklaim bahwa Allah menghancurkan kedua kota serta penduduknya hanya dengan alasan ketidakramahan adalah salah. Meskipun Sodom dan Gomora telah bersalah atas dosa keji lainnya, homoseksualitas adalah penyebab mengapa Allah mencurahkan hujan belerang dan api di atas kota-kota itu, dan sepenuhnya melenyapkan kota-kota itu bersama penduduknya. Sampai pada hari ini, daerah kedudukan Sodom dan Gomora menjadi tanak kosong yang tak terdiami. Sodom dan Gomora merupakan contoh bagaimana Allah menyikapi dosa pada umumnya, dan homoseksualitas secara khusus. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Rekaman Alkitab tentang Sodom dan Gomora dapat ditemui dalam kitab Kejadian pasal 18-19. Kejadian pasal 18 merekam bagaimana Tuhan dan dua malaikat datang untuk berbicara dengan Abraham. Tuhan memberitahu Abraham banhwa &#8220;Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya&#8221; (Kejadian 18:20). Ayat 22-23 merekam bagaimana Abraham memohon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[],"class_list":["post-42431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"5513","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42431"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42431\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}