{"id":42438,"date":"2020-11-29T09:23:43","date_gmt":"2020-11-29T02:23:43","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42438"},"modified":"2020-11-14T18:47:12","modified_gmt":"2020-11-14T11:47:12","slug":"apakah-batas-dosa-yang-dapat-dilakukan-orang-kristen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-batas-dosa-yang-dapat-dilakukan-orang-kristen\/","title":{"rendered":"Apakah batas dosa yang dapat dilakukan orang Kristen?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Orang Kristen masih melakukan dosa setelah mereka selamat - kita tidak akan sepenuhnya bebas dari dosa sampai kita mati atau sampai di waktu Yesus kembali untuk kedua kalinya. Akan tetapi, menjadi orang Kristen sejati akan menghasilkan sebuah kehidupan yang telah berubah (2 Korintus 5:17). Seseorang Kristen tidak lagi menghasilkan perbuatan-perbuatan kedagingan (Galatia 5:19-21), melainkan menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5:22-23), seiring dengan derajatnya seseorang dikendalikan oleh Roh Kudus. Perubahan ini tidak terjadi secara instan, melainkan secara bertahap. Jika seseorang tidak menunjukkan kehidupan yang berubah, ia bukanlah orang percaya sejati. Orang Kristen dapat melakukan dosa yang keji. Halaman sejarah dipenuhi dengan rekaman kejahatan yang dilakukan oleh orang Kristen (orang yang mengklaim dirinya Kristen). Walaupun Yesus mati untuk dosa mereka, ini suatu alasan yang kuat untuk menghindari perbuatan-perbuatan berdosa itu! Di dalam 1 Korintus 6:9-11, rasul Paulus menggambarkan berbagai gaya hidup berdosa. Di dalam ayat 11, ia berkata, &quot;Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.&quot; Perhatikan kata &quot;dahulu.&quot; Dahulu, pembacanya turut mengambil bagian dalam gaya hidup yang didaftarkan dalam ayat 9-10, tetapi sekarang mereka sudah berbeda. Apakah seseorang pezinah, pemabuk, homoseksual, peleceh anak, dsb. dapat diselamatkan? Ya. Apakah seseorang yang meneruskan gaya hidup yang sama merupakan orang percaya? Tidak. Ketika kita menjadi orang Kristen, kehidupan kita berubah. Siapapun yang hidup dalam gaya hidup yang berdosa dan mengklaim dirinya seorang Kristen sedang berbohong, menipu dirinya, atau orang yang bakal dihakimi dan di disiplin oleh Allah (Ibrani 12:5-11). Perbedaan antara orang berdosa yang tidak percaya dan orang berdosa yang percaya ialah bahwa yang pertama menikmati dosanya sedangkan yang terakhir membenci dosanya. Orang percaya yang tersandung dalam perjalanannya bersama Tuhan akan menyesali perbuatannya, mengakuinya, menginginkan supaya tidak terulang lagi, dan berusaha mengandalkan kuasa dan kasih karunia Allah untuk menghindarinya. Ia tidak menghitung seberapa banyak dosa yang dapat ia lakukan. Sebaliknya, ia berusaha untuk menghindari segala bentuk dan penampilan yang berdosa. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Orang Kristen masih melakukan dosa setelah mereka selamat &#8211; kita tidak akan sepenuhnya bebas dari dosa sampai kita mati atau sampai di waktu Yesus kembali untuk kedua kalinya. Akan tetapi, menjadi orang Kristen sejati akan menghasilkan sebuah kehidupan yang telah berubah (2 Korintus 5:17). Seseorang Kristen tidak lagi menghasilkan perbuatan-perbuatan kedagingan (Galatia 5:19-21), melainkan menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5:22-23), seiring dengan derajatnya seseorang dikendalikan oleh Roh Kudus. Perubahan ini tidak terjadi secara instan, melainkan secara bertahap. Jika seseorang tidak menunjukkan kehidupan yang berubah, ia bukanlah orang percaya sejati. Orang Kristen dapat melakukan dosa yang keji. Halaman sejarah dipenuhi dengan rekaman kejahatan yang dilakukan oleh orang Kristen (orang yang mengklaim dirinya Kristen). Walaupun Yesus mati untuk dosa mereka, ini suatu alasan yang kuat untuk menghindari perbuatan-perbuatan berdosa itu!<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Di dalam 1 Korintus 6:9-11, rasul Paulus menggambarkan berbagai gaya hidup berdosa. Di dalam ayat 11, ia berkata, &#8220;Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.&#8221; Perhatikan kata &#8220;dahulu.&#8221; Dahulu, pembacanya turut mengambil bagian dalam gaya hidup yang didaftarkan dalam ayat 9-10, tetapi sekarang mereka sudah berbeda. Apakah seseorang pezinah, pemabuk, homoseksual, peleceh anak, dsb. dapat diselamatkan? Ya. Apakah seseorang yang meneruskan gaya hidup yang sama merupakan orang percaya? Tidak. Ketika kita menjadi orang Kristen, kehidupan kita berubah. Siapapun yang hidup dalam gaya hidup yang berdosa dan mengklaim dirinya seorang Kristen sedang berbohong, menipu dirinya, atau orang yang bakal dihakimi dan di disiplin oleh Allah (Ibrani 12:5-11).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan antara orang berdosa yang tidak percaya dan orang berdosa yang percaya ialah bahwa yang pertama menikmati dosanya sedangkan yang terakhir membenci dosanya. Orang percaya yang tersandung dalam perjalanannya bersama Tuhan akan menyesali perbuatannya, mengakuinya, menginginkan supaya tidak terulang lagi, dan berusaha mengandalkan kuasa dan kasih karunia Allah untuk menghindarinya. Ia tidak menghitung seberapa banyak dosa yang dapat ia lakukan. Sebaliknya, ia berusaha untuk menghindari segala bentuk dan penampilan yang berdosa. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Orang Kristen masih melakukan dosa setelah mereka selamat &#8211; kita tidak akan sepenuhnya bebas dari dosa sampai kita mati atau sampai di waktu Yesus kembali untuk kedua kalinya. Akan tetapi, menjadi orang Kristen sejati akan menghasilkan sebuah kehidupan yang telah berubah (2 Korintus 5:17). Seseorang Kristen tidak lagi menghasilkan perbuatan-perbuatan kedagingan (Galatia 5:19-21), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[8],"class_list":["post-42438","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-dosa"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1340","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42438"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42438\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}