{"id":42442,"date":"2020-11-28T09:23:43","date_gmt":"2020-11-28T02:23:43","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42442"},"modified":"2020-11-14T18:23:38","modified_gmt":"2020-11-14T11:23:38","slug":"bagaimana-dosa-pribadi-saya-berdampak-pada-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bagaimana-dosa-pribadi-saya-berdampak-pada-orang-lain\/","title":{"rendered":"Bagaimana dosa pribadi saya berdampak pada orang lain?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Jika Anda terisolir di sebuah pulau di tengah laut, mungkin dosa pribadi Anda tidak akan berdampak pada orang lain. Akan tetapi, Anda tidak hidup di luar jangkauan orang lain, dan besar kemungkinannya dengan rutin Anda berhubungan dengan keluarga, teman, dan rekan lainnya. Mereka semua akan dipengaruhi oleh dosa karena dosa selalu membawa dampak (Roma 6:23). Itulah pola yang kita lihat melalui proses penciptaan. Segala sesuatu berasal dari benih yang bertumbuh menurut jenisnya (Kejadian 1:11,21,25). Dalam kata lain, Anda tidak mungkin menanam padi dan berharap memanen jagung. Anda tidak dapat &quot;menabur&quot; dosa - sekalipun dengan sembunyi-sembunyi - dan berharap supaya tidak &quot;menuai&quot; konsekuensinya. Konsekuensi dosa kita seringkali mempengaruhi orang yang berhubungan dengan kita karena prinsip &quot;asosiasi.&quot; Ini berarti orang lain dapat diberkati atau disakiti karena telah berasosiasi dengan Anda melalui pilihan dan tindakan yang Anda ambil, baik secara terbuka maupun secara pribadi. Seseorang hanya perlu melihat contoh skandal yang melibatkan petinggi-petinggi gereja untuk memahami dampak dosa &quot;pribadi&quot; terhadap orang lain. Ketika dosa mereka terungkap - dan Alkitab menyatakan bahwa &quot;ketahuilah olehmu bahwa dosamu itu akan pulang kepadamu kelak&quot; (Bilangan 32:23, versi TL) - keluarga, kerabat, jemaat, dan komunitas besar Kristen akan menderita. Lebih parah lagi, nama Kristus tercemar ketika orang tidak percaya mengejek dan mencemooh pengikut Kristus dan menghujat nama-Nya. Memang tampaknya seolah-olah dosa tidak membawa dampak yang dapat diamati, namun segala sesuatu yang tersembunyi pada suatu hari akan terungkap. &quot;Karena suatu pun tiada yang tersembunyi, yang tiada dinyatakan kelak; atau tiadalah rahasia yang tiada akan diketahui, melainkan ketara kelak&quot; (Lukas 8:17). Apakah Anda yakin bahwa tidak ada yang terdampak oleh dosa pribadi Anda jika terungkap? Dosa yang disembunyikan akan menghasilkan rasa bersalah, dan rasa bersalah itu berpotensi merubah kita. Orang lain merasakan perubahan kita dan terpengaruh olehnya. Sebagai contoh, mungkin seorang istri tidak meyadari bahwa suaminya kecanduan pornografi, namun kecanduannya membuat dirinya tertutup dan sikapnya terhadap istrinya juga berubah. Sang istri merasa ada yang berubah dan mencoba menebak penyebabnya - apakah suaminya tidak tertarik padanya, atau mungkin sudah tidak cinta lagi padanya, atau mungkin ada wanita lain. Meskipun spekulasi sang istri salah, konsekuensi dari dosa &quot;pribadinya&quot; berpotensi merusak pernikahan mereka, keluarga mereka, dan menyakiti sang istri. Adapun prinsip lain yang perlu dipertimbangkan. &quot;Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu...supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu&quot; (Matius 6:6,18). Ketika nalar kita dibentuk oleh Alkitab, maka kita menyadari ada prinsip yang berlaku baik secara positif maupun secara negatif. Apa yang kita lakukan secara tersembunyi, Allah akan membalasnya secara terbuka. Jika kita berdoa dan berpuasa secara tertutup hanya kepada Tuhan, maka kita akan menerima imbalan-Nya. Jika dibalik, maka jika kita berdosa secara sembunyi-sembunyi, balasan kita akan datang secara terbuka. Sudah jelas bahwa Allah melihat dan mengetahui dosa kita, baik secara publik maupun secara privat, dan Ia tidak akan membiarkan dosa tanpa dihukum. Konsekuensi terbesar dari dosa pribadi yang tersembunyi adalah jiwa kita. Yehezkiel 18:4 mengajar bahwa jiwa yang berdosa akan mati, dan Roma 6:23 mengajar bahwa upah dosa adalah maut. Ajaran ini bersasaran pada orang berdosa secara kebiasaan tanpa dilahirkan baru. Bagi mereka yang sudah lahir baru sebagai anak Allah - yakni orang yang telah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamatnya - ada sebuah standar yang perlu dipenuhi, baik secara tertutup maupun secara terbuka: &quot;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah&quot; (1 Korintus 10:31). Seorang anak Allah yang lahir baru berkeinginan untuk hidup memuliakan Allah, walaupun ada kalanya kita gagal dan tersandung, Allah telah menyediakan cara supaya persekutuan kita dengan-Nya tidak terputus. Ia berjanji, &quot;Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan&quot; (1 Yohanes 1:9).\u00a0 (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Jika Anda terisolir di sebuah pulau di tengah laut, mungkin dosa pribadi Anda tidak akan berdampak pada orang lain. Akan tetapi, Anda tidak hidup di luar jangkauan orang lain, dan besar kemungkinannya dengan rutin Anda berhubungan dengan keluarga, teman, dan rekan lainnya. Mereka semua akan dipengaruhi oleh dosa karena dosa selalu membawa dampak (Roma 6:23). Itulah pola yang kita lihat melalui proses penciptaan. Segala sesuatu berasal dari benih yang bertumbuh menurut jenisnya (Kejadian 1:11,21,25). Dalam kata lain, Anda tidak mungkin menanam padi dan berharap memanen jagung. Anda tidak dapat &#8220;menabur&#8221; dosa &#8211; sekalipun dengan sembunyi-sembunyi &#8211; dan berharap supaya tidak &#8220;menuai&#8221; konsekuensinya. Konsekuensi dosa kita seringkali mempengaruhi orang yang berhubungan dengan kita karena prinsip &#8220;asosiasi.&#8221; Ini berarti orang lain dapat diberkati atau disakiti karena telah berasosiasi dengan Anda melalui pilihan dan tindakan yang Anda ambil, baik secara terbuka maupun secara pribadi.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Seseorang hanya perlu melihat contoh skandal yang melibatkan petinggi-petinggi gereja untuk memahami dampak dosa &#8220;pribadi&#8221; terhadap orang lain. Ketika dosa mereka terungkap &#8211; dan Alkitab menyatakan bahwa &#8220;ketahuilah olehmu bahwa dosamu itu akan pulang kepadamu kelak&#8221; (Bilangan 32:23, versi TL) &#8211; keluarga, kerabat, jemaat, dan komunitas besar Kristen akan menderita. Lebih parah lagi, nama Kristus tercemar ketika orang tidak percaya mengejek dan mencemooh pengikut Kristus dan menghujat nama-Nya. Memang tampaknya seolah-olah dosa tidak membawa dampak yang dapat diamati, namun segala sesuatu yang tersembunyi pada suatu hari akan terungkap. &#8220;Karena suatu pun tiada yang tersembunyi, yang tiada dinyatakan kelak; atau tiadalah rahasia yang tiada akan diketahui, melainkan ketara kelak&#8221; (Lukas 8:17). Apakah Anda yakin bahwa tidak ada yang terdampak oleh dosa pribadi Anda jika terungkap?<\/p>\n<p>Dosa yang disembunyikan akan menghasilkan rasa bersalah, dan rasa bersalah itu berpotensi merubah kita. Orang lain merasakan perubahan kita dan terpengaruh olehnya. Sebagai contoh, mungkin seorang istri tidak meyadari bahwa suaminya kecanduan pornografi, namun kecanduannya membuat dirinya tertutup dan sikapnya terhadap istrinya juga berubah. Sang istri merasa ada yang berubah dan mencoba menebak penyebabnya &#8211; apakah suaminya tidak tertarik padanya, atau mungkin sudah tidak cinta lagi padanya, atau mungkin ada wanita lain. Meskipun spekulasi sang istri salah, konsekuensi dari dosa &#8220;pribadinya&#8221; berpotensi merusak pernikahan mereka, keluarga mereka, dan menyakiti sang istri.<\/p>\n<p>Adapun prinsip lain yang perlu dipertimbangkan. &#8220;Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu&#8230;supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu&#8221; (Matius 6:6,18). Ketika nalar kita dibentuk oleh Alkitab, maka kita menyadari ada prinsip yang berlaku baik secara positif maupun secara negatif. Apa yang kita lakukan secara tersembunyi, Allah akan membalasnya secara terbuka. Jika kita berdoa dan berpuasa secara tertutup hanya kepada Tuhan, maka kita akan menerima imbalan-Nya. Jika dibalik, maka jika kita berdosa secara sembunyi-sembunyi, balasan kita akan datang secara terbuka. Sudah jelas bahwa Allah melihat dan mengetahui dosa kita, baik secara publik maupun secara privat, dan Ia tidak akan membiarkan dosa tanpa dihukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsekuensi terbesar dari dosa pribadi yang tersembunyi adalah jiwa kita. Yehezkiel 18:4 mengajar bahwa jiwa yang berdosa akan mati, dan Roma 6:23 mengajar bahwa upah dosa adalah maut. Ajaran ini bersasaran pada orang berdosa secara kebiasaan tanpa dilahirkan baru. Bagi mereka yang sudah lahir baru sebagai anak Allah &#8211; yakni orang yang telah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamatnya &#8211; ada sebuah standar yang perlu dipenuhi, baik secara tertutup maupun secara terbuka: &#8220;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah&#8221; (1 Korintus 10:31). Seorang anak Allah yang lahir baru berkeinginan untuk hidup memuliakan Allah, walaupun ada kalanya kita gagal dan tersandung, Allah telah menyediakan cara supaya persekutuan kita dengan-Nya tidak terputus. Ia berjanji, &#8220;Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan&#8221; (1 Yohanes 1:9).\u00a0 (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Jika Anda terisolir di sebuah pulau di tengah laut, mungkin dosa pribadi Anda tidak akan berdampak pada orang lain. Akan tetapi, Anda tidak hidup di luar jangkauan orang lain, dan besar kemungkinannya dengan rutin Anda berhubungan dengan keluarga, teman, dan rekan lainnya. Mereka semua akan dipengaruhi oleh dosa karena dosa selalu membawa dampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[8],"class_list":["post-42442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-dosa"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1281","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42442"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42442\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}