{"id":42459,"date":"2020-12-18T09:23:43","date_gmt":"2020-12-18T02:23:43","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42459"},"modified":"2020-11-15T10:19:42","modified_gmt":"2020-11-15T03:19:42","slug":"apa-kata-alkitab-mengenai-pelacuran-apakah-allah-dapat-mengampuni-seorang-pelacur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-kata-alkitab-mengenai-pelacuran-apakah-allah-dapat-mengampuni-seorang-pelacur\/","title":{"rendered":"Apa kata Alkitab mengenai pelacuran? Apakah Allah dapat mengampuni seorang pelacur?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pelacuran seringkali disebut sebagai &quot;profesi tertua.&quot; Dan memang profesi tersebut merupakan cara yang cukup umum bagi wanita untuk mendapatkan uang, bahkan di jaman Alkitab. Alkitab mengajar bahwa pelacuran adalah profesi yang asusila. Amsal 23:27-28 mengajar, &quot;Karena perempuan jalang adalah lobang yang dalam, dan perempuan asing adalah sumur yang sempit. Bahkan, seperti penyamun ia menghadang, dan memperbanyak pengkhianat di antara manusia.&quot; Allah melarang keterlibatan dalam pelacuran karena Ia tahu bahwa hal itu merugikan pria maupun wanita. &quot;Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati&quot; (Amsal 5:3-5). Pelacuran tidak hanya menghancurkan pernikahan, keluarga, dan hidup pelakunya, melainkan juga roh dan jiwa sehingga berujung pada kematian jasmani dan rohani. Keinginan Allah ialah supaya kita mempertahankan kesucian kita dan menggunakan tubuh kita sebagai alat bagi kemuliaan-Nya (Roma 6:13). Satu Korintus 6:13 mengajar, &quot;Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.&quot; Walaupun pelacuran itu berdosa, para pelacur masih terjangkau oleh pengampunan Allah. Alkitab merekam bagaimana Allah menggunakan seorang pelacur bernama Rahab dalam menggenapi rencana-Nya. Atas ketaatannya, baik dia maupun keluarganya selamat dan diberkati (Yosua 2:1; 6:17-25). Di dalam Perjanjian Baru, seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa secara seksual - sebelum diampuni dan disucikan oleh Yesus - melayani Yesus ketika Ia sedang bertamu di rumah seorang Farisi. Wanita itu, karena mengenali siapa sebenarnya sosok Kristus, dan membawa persembahan minyak wangi yang mahal pada-Nya. Dalam penyesalan dan pertobatan, wanita itu menangis dan mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi itu, dan mengelapnya dengan rambutnya. Ketika para Farisi mengajukan keberatan mengapa Yesus menerima tindakan kasih tersebut dari wanita yang &quot;asusila,&quot; Ia menegur mereka dan menerima persembahan wanita itu. Oleh karena imannya, Kristus telah mengampuni semua dosanya, dan ia diterima ke dalam kerajaan-Nya (Lukas 7:36-50). Ketika berbicara tentang mereka yang menolak kebenaran tentang DiriNya, Yesus Kristus berkata, &quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya&quot; (Matius 21:31-32). Sama-halnya dengan orang lain, para pelacur juga berkesempatan menerima keselamatan dan hidup kekal dari Allah, untuk disucikan dari ketidakbenaran mereka dan diberi hidup baru! Yang perlu mereka lakukan adalah berpaling dari gaya hidup mereka yang berdosa kepada Allah yang hidup, yang kasih karunia dan belas kasihnya tidak terbatas. &quot;Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang&quot; (2 Korintus 5:17). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pelacuran seringkali disebut sebagai &#8220;profesi tertua.&#8221; Dan memang profesi tersebut merupakan cara yang cukup umum bagi wanita untuk mendapatkan uang, bahkan di jaman Alkitab. Alkitab mengajar bahwa pelacuran adalah profesi yang asusila. Amsal 23:27-28 mengajar, &#8220;Karena perempuan jalang adalah lobang yang dalam, dan perempuan asing adalah sumur yang sempit. Bahkan, seperti penyamun ia menghadang, dan memperbanyak pengkhianat di antara manusia.&#8221;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Allah melarang keterlibatan dalam pelacuran karena Ia tahu bahwa hal itu merugikan pria maupun wanita. &#8220;Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati&#8221; (Amsal 5:3-5).<\/p>\n<p>Pelacuran tidak hanya menghancurkan pernikahan, keluarga, dan hidup pelakunya, melainkan juga roh dan jiwa sehingga berujung pada kematian jasmani dan rohani. Keinginan Allah ialah supaya kita mempertahankan kesucian kita dan menggunakan tubuh kita sebagai alat bagi kemuliaan-Nya (Roma 6:13). Satu Korintus 6:13 mengajar, &#8220;Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.&#8221;<\/p>\n<p>Walaupun pelacuran itu berdosa, para pelacur masih terjangkau oleh pengampunan Allah. Alkitab merekam bagaimana Allah menggunakan seorang pelacur bernama Rahab dalam menggenapi rencana-Nya. Atas ketaatannya, baik dia maupun keluarganya selamat dan diberkati (Yosua 2:1; 6:17-25). Di dalam Perjanjian Baru, seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa secara seksual &#8211; sebelum diampuni dan disucikan oleh Yesus &#8211; melayani Yesus ketika Ia sedang bertamu di rumah seorang Farisi. Wanita itu, karena mengenali siapa sebenarnya sosok Kristus, dan membawa persembahan minyak wangi yang mahal pada-Nya. Dalam penyesalan dan pertobatan, wanita itu menangis dan mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi itu, dan mengelapnya dengan rambutnya. Ketika para Farisi mengajukan keberatan mengapa Yesus menerima tindakan kasih tersebut dari wanita yang &#8220;asusila,&#8221; Ia menegur mereka dan menerima persembahan wanita itu. Oleh karena imannya, Kristus telah mengampuni semua dosanya, dan ia diterima ke dalam kerajaan-Nya (Lukas 7:36-50).<\/p>\n<p>Ketika berbicara tentang mereka yang menolak kebenaran tentang DiriNya, Yesus Kristus berkata, &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya&#8221; (Matius 21:31-32).<\/p>\n<p>Sama-halnya dengan orang lain, para pelacur juga berkesempatan menerima keselamatan dan hidup kekal dari Allah, untuk disucikan dari ketidakbenaran mereka dan diberi hidup baru! Yang perlu mereka lakukan adalah berpaling dari gaya hidup mereka yang berdosa kepada Allah yang hidup, yang kasih karunia dan belas kasihnya tidak terbatas. &#8220;Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang&#8221; (2 Korintus 5:17). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pelacuran seringkali disebut sebagai &#8220;profesi tertua.&#8221; Dan memang profesi tersebut merupakan cara yang cukup umum bagi wanita untuk mendapatkan uang, bahkan di jaman Alkitab. Alkitab mengajar bahwa pelacuran adalah profesi yang asusila. Amsal 23:27-28 mengajar, &#8220;Karena perempuan jalang adalah lobang yang dalam, dan perempuan asing adalah sumur yang sempit. Bahkan, seperti penyamun ia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[8,122,234],"class_list":["post-42459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-dosa","tag-eskatologi","tag-pelacuran"],"better_featured_image":{"id":33511,"alt_text":"","caption":"","description":"8acade6fafae0d999304dbd2924da6f5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/masalah-anda-bukan-dosa-anda_5df753c799a58.jpeg?fit=310%2C318&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"4922","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42459\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}