{"id":42474,"date":"2020-11-17T09:23:43","date_gmt":"2020-11-17T02:23:43","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42474"},"modified":"2020-11-14T17:55:48","modified_gmt":"2020-11-14T10:55:48","slug":"mengapa-berdoa-apa-gunanya-berdoa-jika-tuhan-mengetahui-masa-depan-dan-mengontrol-segala-sesuatu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-berdoa-apa-gunanya-berdoa-jika-tuhan-mengetahui-masa-depan-dan-mengontrol-segala-sesuatu\/","title":{"rendered":"Mengapa berdoa? Apa gunanya berdoa jika Tuhan mengetahui masa depan dan mengontrol segala sesuatu?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mengapa berdoa? Mengapa berdoa kalau Allah sudah secara sempurna menguasai segala sesuatu? Mengapa berdoa kalau Allah telah mengetahui apa yang akan kita minta sebelum kita memintanya? (1) Doa itu wujud pelayanan kepada Allah (Lukas 2:36-38). Kita berdoa karena Allah memerintahkan kita untuk berdoa (Filipi 4:6-7). (2) Yesus dan Gereja mula-mula memberikan kita contoh doa (Markus 1:35; Kisah Rasul 1:14; 2:42; 3:1; 4:23-32; 6:4; 13:1-3). Jika Yesus memandang diriNya perlu untuk berdoa, maka kita juga perlu. (3) Allah menghendaki doa menjadi sarana untuk memperoleh jalan keluar dalam berbagai situasi: a. Mempersiapkan keputusan-keputusan besar (Lukas 6:12-13) b. Mengatasi halangan kuasa kegelapan dalam hidup (Matius 17:14-21) c. Meminta pengerja-pengerja untuk tuaian rohani (Lukas 10:2) d. Mendapatkan kekuatan untuk mengatasi pencobaan (Matius 26:41) e. Cara untuk menguatkan orang lain secara rohani (Efesus 6:18-19) (4) Kita memiliki janji Allah bahwa doa kita tidak akan sia-sia bahkan jika kita tidak mendapatkan apa yang secara khusus kita minta (Matius 6:6; Roma 8:26-27). (5) Dia berjanji bahwa jika kita meminta hal-hal yang sesuai dengan kehendakNya, Dia akan memberi apa yang kita minta (1 Yohanes 5:14-15). Kadang-kadang Dia menunda jawabanNya sesuai dengan hikmatNya, terutama untuk kebaikan kita. Dalam situasi-situasi ini, kita perlu dengan rajin dan bertekun dalam doa (Matius7:7; Lukas 18:1-8). Doa tidak boleh dipandang sebagai cara memaksa Allah melakukan kemauan kita dalam dunia, tapi sebagai cara menggenapi kehendak Allah di atas bumi ini. Hikmat Allah jauh melampaui hikmat manusia. Dalam situasi-situasi di mana kita tidak tahu secara persis apa kehendak Tuhan, doa merupakan cara menemukan kehendak Tuhan. Jika Petrus tidak meminta Yesus memanggil dia keluar dari perahu ke atas air, dia pasti sudah kehilangan kesempatan itu (Matius 14:28-29). Jika wanita Siro-Fenisia yang putrinya diganggu setan tidak berdoa kepada Kristus, putrinya tidak akan sembuh (Markus 7:26-30). Jika orang buta di luar kota Yerikho tidak berseru kepada Kristus, dia akan tetap buta (Lukas 18:35-43). Allah telah mengatakan bahwa kita sering tidak memperoleh sesuatu karena kita tidak meminta (Yakobus 4:2). Dalam pengertian tertentu, doa itu seperti membagikan Injil dengan orang-orang lain. Kita tidak tahu siapa yang akan meresponi berita Injil sampai kita mulai membagikannya. Demikian pula dengan doa. Kita tidak akan pernah melihat hasil doa, sampai kita berdoa. Tidak berdoa sama saja menyatakan tidak adanya iman dan tidak adanya kepercayaan kepada Firman Tuhan. Kita berdoa untuk menyatakan iman kita kepada Allah, bahwa Dia akan melakukan apa yang telah dijanjikanNya dalam FirmanNya, dan akan memberkati hidup kita dengan berlimpah lebih dari apa yang dapat kita minta atau harapkan (Efesus 3:20). Doa itu sarana utama untuk melihat Allah bekerja dalam hidup orang-orang lain. Karena doa merupakan cara kita \u201cterkoneksi\u201d dengan kuasa Allah; cara kita untuk mengalahkan musuh dan pasukannya (Iblis dan tentara-tentaranya) yang jika mengandalkan diri sendiri pasti tidak akan berdaya. Karena itu kiranya Allah kerap kali menemukan kita di hadapan tahtaNya, sebab kita memiliki Imam Besar di surga yang dapat memahami segala yang kita alami (Ibrani 4:15-16). Kita memiliki janji bahwa doa orang benar apabila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16-18). Kiranya Allah memuliakan namaNya dalam hidup kita, saat kita percaya dan sering datang kepadanya di dalam doa. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Mengapa berdoa? Mengapa berdoa kalau Allah sudah secara sempurna menguasai segala sesuatu? Mengapa berdoa kalau Allah telah mengetahui apa yang akan kita minta sebelum kita memintanya?<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>(1) Doa itu wujud pelayanan kepada Allah (Lukas 2:36-38). Kita berdoa karena Allah memerintahkan kita untuk berdoa (Filipi 4:6-7).<\/p>\n<p>(2) Yesus dan Gereja mula-mula memberikan kita contoh doa (Markus 1:35; Kisah Rasul 1:14; 2:42; 3:1; 4:23-32; 6:4; 13:1-3). Jika Yesus memandang diriNya perlu untuk berdoa, maka kita juga perlu.<\/p>\n<p>(3) Allah menghendaki doa menjadi sarana untuk memperoleh jalan keluar dalam berbagai situasi:<\/p>\n<p>a. Mempersiapkan keputusan-keputusan besar (Lukas 6:12-13)<\/p>\n<p>b. Mengatasi halangan kuasa kegelapan dalam hidup (Matius 17:14-21)<\/p>\n<p>c. Meminta pengerja-pengerja untuk tuaian rohani (Lukas 10:2)<\/p>\n<p>d. Mendapatkan kekuatan untuk mengatasi pencobaan (Matius 26:41)<\/p>\n<p>e. Cara untuk menguatkan orang lain secara rohani (Efesus 6:18-19)<\/p>\n<p>(4) Kita memiliki janji Allah bahwa doa kita tidak akan sia-sia bahkan jika kita tidak mendapatkan apa yang secara khusus kita minta (Matius 6:6; Roma 8:26-27).<\/p>\n<p>(5) Dia berjanji bahwa jika kita meminta hal-hal yang sesuai dengan kehendakNya, Dia akan memberi apa yang kita minta (1 Yohanes 5:14-15).<\/p>\n<p>Kadang-kadang Dia menunda jawabanNya sesuai dengan hikmatNya, terutama untuk kebaikan kita. Dalam situasi-situasi ini, kita perlu dengan rajin dan bertekun dalam doa (Matius7:7; Lukas 18:1-8).<\/p>\n<p>Doa tidak boleh dipandang sebagai cara memaksa Allah melakukan kemauan kita dalam dunia, tapi sebagai cara menggenapi kehendak Allah di atas bumi ini. Hikmat Allah jauh melampaui hikmat manusia.<\/p>\n<p>Dalam situasi-situasi di mana kita tidak tahu secara persis apa kehendak Tuhan, doa merupakan cara menemukan kehendak Tuhan.<\/p>\n<p>Jika Petrus tidak meminta Yesus memanggil dia keluar dari perahu ke atas air, dia pasti sudah kehilangan kesempatan itu (Matius 14:28-29). Jika wanita Siro-Fenisia yang putrinya diganggu setan tidak berdoa kepada Kristus, putrinya tidak akan sembuh (Markus 7:26-30). Jika orang buta di luar kota Yerikho tidak berseru kepada Kristus, dia akan tetap buta (Lukas 18:35-43).<\/p>\n<p>Allah telah mengatakan bahwa kita sering tidak memperoleh sesuatu karena kita tidak meminta (Yakobus 4:2). Dalam pengertian tertentu, doa itu seperti membagikan Injil dengan orang-orang lain. Kita tidak tahu siapa yang akan meresponi berita Injil sampai kita mulai membagikannya. Demikian pula dengan doa. Kita tidak akan pernah melihat hasil doa, sampai kita berdoa.<\/p>\n<p>Tidak berdoa sama saja menyatakan tidak adanya iman dan tidak adanya kepercayaan kepada Firman Tuhan.<\/p>\n<p>Kita berdoa untuk menyatakan iman kita kepada Allah, bahwa Dia akan melakukan apa yang telah dijanjikanNya dalam FirmanNya, dan akan memberkati hidup kita dengan berlimpah lebih dari apa yang dapat kita minta atau harapkan (Efesus 3:20).<\/p>\n<p>Doa itu sarana utama untuk melihat Allah bekerja dalam hidup orang-orang lain. Karena doa merupakan cara kita \u201cterkoneksi\u201d dengan kuasa Allah; cara kita untuk mengalahkan musuh dan pasukannya (Iblis dan tentara-tentaranya) yang jika mengandalkan diri sendiri pasti tidak akan berdaya.<\/p>\n<p>Karena itu kiranya Allah kerap kali menemukan kita di hadapan tahtaNya, sebab kita memiliki Imam Besar di surga yang dapat memahami segala yang kita alami (Ibrani 4:15-16).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita memiliki janji bahwa doa orang benar apabila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16-18). Kiranya Allah memuliakan namaNya dalam hidup kita, saat kita percaya dan sering datang kepadanya di dalam doa. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mengapa berdoa? Mengapa berdoa kalau Allah sudah secara sempurna menguasai segala sesuatu? Mengapa berdoa kalau Allah telah mengetahui apa yang akan kita minta sebelum kita memintanya? (1) Doa itu wujud pelayanan kepada Allah (Lukas 2:36-38). Kita berdoa karena Allah memerintahkan kita untuk berdoa (Filipi 4:6-7). (2) Yesus dan Gereja mula-mula memberikan kita contoh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":34316,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[151],"class_list":["post-42474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-doa"],"better_featured_image":{"id":34316,"alt_text":"","caption":"","description":"7a7e3ac3db4c91efd4c1589a74bd2aae","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/doa-yang-terhalang-1-petrus-37_5df77e8823bcf.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/doa-yang-terhalang-1-petrus-37_5df77e86da007.jpeg?fit=720%2C540&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/doa-yang-terhalang-1-petrus-37_5df77e86da007.jpeg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/doa-yang-terhalang-1-petrus-37_5df77e8823bcf.jpeg?fit=960%2C720&ssl=1","comment_count":0,"views":"1525","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42474"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42474\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}