{"id":42568,"date":"2026-06-14T18:15:33","date_gmt":"2026-06-14T11:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42568"},"modified":"2026-06-14T18:15:34","modified_gmt":"2026-06-14T11:15:34","slug":"aku-telah-belajar-mencukupkan-diri-dalam-segala-keadaan-filipi-411-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-telah-belajar-mencukupkan-diri-dalam-segala-keadaan-filipi-411-2\/","title":{"rendered":"Dan bergembiralah karena TUHAN. [Maz 37:4]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengajaran kata-kata ini tampak sangat mengejutkan bagi mereka yang asing dengan ketuhanan vital, tetapi untuk orang yang sungguh-sungguh percaya kata-kata ini hanya mengulang kembali kebenaran yang sudah dikenal. Kehidupan seorang yang percaya di sini digambarkan sebagai kesukaan dalam Allah, dan dengan demikian kita mendapat peresmian akan fakta yang agung ini, bahwa agama yang benar berlimpah dengan kebahagiaan dan sukacita. Orang yang tak bertuhan, bahkan seorang profesor pun tidak pernah memandang agama sebagai hal yang menggembirakan; bagi mereka agama adalah pelayanan, kewajiban, atau kebutuhan, tetapi tidak pernah menyenangkan atau menyukakan. Andaikata mereka menganut suatu agama, itu karena mereka mendapat keuntungan dari agama, atau mereka takut untuk tidak menganut agama apapun. Bagi banyak orang, ide &quot;kenikmatan&quot; dalam beragama adalah aneh, dalam bahasa mereka, &quot;kekudusan&quot; dan &quot;kenikmatan&quot; adalah dua kata yang berjarak paling jauh. Tetapi orang percaya yang mengenal Kristus, mengerti bahwa kenikmatan dan iman dipersatukan dengan berkat, sehingga gerbang-gerbang neraka tidak dapat menang untuk memisahkan keduanya. Mereka yang mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya, menemukan bahwa cara-Nya itu menyenangkan, dan seluruh jalan-Nya adalah damai. Kesukacitaan, kesenangan berlimpah, dan berkat yang meluap, ditemukan oleh orang-orang kudus di dalam Tuhan, yang melayani Dia walaupun tidak biasa [non-konvensional], mereka akan mengikuti-Nya meski seluruh dunia mengusir nama-Nya yang dianggap jahat. Kita takut akan Tuhan bukan karena paksaan; iman kita tidak terbelenggu, profesi kita bukanlah perhambaan, kita tidak diseret ke arah kesucian, ataupun didorong karena kewajiban. Tidak, kesalehan kita adalah kesenangan bagi kita, harapan kita adalah kebahagiaan kita, tugas kita adalah kegembiraan bagi kita. Kegembiraan dan agama yang benar bersatu seperti akar dan bunga; tidak terpisahkan seperti kebenaran dan kepastian; keduanya, sebenarnya, adalah dua permata berharga yang berkilauan yang berdampingan dipasang di atas emas. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pengajaran kata-kata ini tampak sangat mengejutkan bagi mereka yang asing dengan ketuhanan vital, tetapi untuk orang yang sungguh-sungguh percaya kata-kata ini hanya mengulang kembali kebenaran yang sudah dikenal. Kehidupan seorang yang percaya di sini digambarkan sebagai kesukaan dalam Allah, dan dengan demikian kita mendapat peresmian akan fakta yang agung ini, bahwa agama yang benar berlimpah dengan kebahagiaan dan sukacita. Orang yang tak bertuhan, bahkan seorang profesor pun tidak pernah memandang agama sebagai hal yang menggembirakan; bagi mereka agama adalah pelayanan, kewajiban, atau kebutuhan, tetapi tidak pernah menyenangkan atau menyukakan. Andaikata mereka menganut suatu agama, itu karena mereka mendapat keuntungan dari agama, atau mereka takut untuk tidak menganut agama apapun. Bagi banyak orang, ide &#8220;kenikmatan&#8221; dalam beragama adalah aneh, dalam bahasa mereka, &#8220;kekudusan&#8221; dan &#8220;kenikmatan&#8221; adalah dua kata yang berjarak paling jauh. Tetapi orang percaya yang mengenal Kristus, mengerti bahwa kenikmatan dan iman dipersatukan dengan berkat, sehingga gerbang-gerbang neraka tidak dapat menang untuk memisahkan keduanya. Mereka yang mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya, menemukan bahwa cara-Nya itu menyenangkan, dan seluruh jalan-Nya adalah damai. Kesukacitaan, kesenangan berlimpah, dan berkat yang meluap, ditemukan oleh orang-orang kudus di dalam Tuhan, yang melayani Dia walaupun tidak biasa [non-konvensional], mereka akan mengikuti-Nya meski seluruh dunia mengusir nama-Nya yang dianggap jahat. Kita takut akan Tuhan bukan karena paksaan; iman kita tidak terbelenggu, profesi kita bukanlah perhambaan, kita tidak diseret ke arah kesucian, ataupun didorong karena kewajiban. Tidak, kesalehan kita adalah kesenangan bagi kita, harapan kita adalah kebahagiaan kita, tugas kita adalah kegembiraan bagi kita. Kegembiraan dan agama yang benar bersatu seperti akar dan bunga; tidak terpisahkan seperti kebenaran dan kepastian; keduanya, sebenarnya, adalah dua permata berharga yang berkilauan yang berdampingan dipasang di atas emas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengajaran kata-kata ini tampak sangat mengejutkan bagi mereka yang asing dengan ketuhanan vital, tetapi untuk orang yang sungguh-sungguh percaya kata-kata ini hanya mengulang kembali kebenaran yang sudah dikenal. Kehidupan seorang yang percaya di sini digambarkan sebagai kesukaan dalam Allah, dan dengan demikian kita mendapat peresmian akan fakta yang agung ini, bahwa agama yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-42568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"22","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42568"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69087,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42568\/revisions\/69087"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}