{"id":42620,"date":"2020-11-20T09:23:39","date_gmt":"2020-11-20T02:23:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42620"},"modified":"2020-11-14T18:04:50","modified_gmt":"2020-11-14T11:04:50","slug":"apakah-orang-kristen-yang-murtad-tetap-diselamatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-orang-kristen-yang-murtad-tetap-diselamatkan\/","title":{"rendered":"Apakah orang Kristen yang murtad tetap diselamatkan?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ini adalah pertanyaan yang telah diperdebatkan selama bertahun-tahun. Kata &quot;pemurtadan&quot; atau &quot;murtad&quot; tidak muncul dalam Perjanjian Baru, tapi hanya digunakan dalam Perjanjian Lama terutama dari bangsa Israel. Orang-orang Yahudi, meskipun mereka adalah orang-orang pilihan Allah, terus berpaling dari-Nya dan memberontak terhadap Firman-Nya (Yer 8: 9). Itulah sebabnya mereka harus mempersembahkan korban untuk dosa-dosa yang telah mereka lakukan, untuk mengembalikan hubungan mereka dengan Allah karena mereka telah melukai hati Allah. Orang Kristen, yang telah berusaha untuk hidup kudus, pengorbanan Kristus yang sekali-dan-untuk-semua membuatnya tidak membutuhkan pengorbanan lain lagi untuk dosa-dosanya. Allah sendiri telah menganugerahi keselamatan bagi kita (2 Kor 5:21). Karena kita diselamatkan oleh-Nya, maka seorang Kristen yang sejati tidak bisa jatuh terlalu dalam dan tidak pernah kembali. Orang Kristen masih bisa berbuat dosa (1 Yoh 1: 8), tetapi kehidupan orang Kristen tidak ditandai dengan kehidupan yang penuh dosa. Orang-orang-percaya adalah ciptaan baru (2 Kor 5:17). Kita memiliki Roh Kudus di dalam kita yang menghasilkan buah-buah Roh (Gal 5: 22-23). Kehidupan Kristen haruslah kehidupan yang terlihat berubah. Orang Kristen akan diampuni, tidak peduli berapa kali pun mereka berbuat dosa. Tapi, pada saat yang bersamaan orang Kristen harus hidup semakin suci saat mereka lebih dekat kepada Allah. Mereka harus semakin serupa seperti Kristus. Kita harus meragukan iman seseorang yang mengaku sebagai orang-percaya, tapi menjalani kehidupan yang sebaliknya. Ya, orang Kristen yang sejati bisa terjatuh kembali ke dalam dosa, dan tetap akan diselamatkan. Tetapi, pada saat bersamaan, perlu dipahami kalau orang yang hidup di bawah kendali kuasa dosa bukanlah orang Kristen yang sejati. Bagaimana dengan orang yang menyangkal Kristus? Alkitab mengatakan bahwa jika seseorang menyangkal Kristus, berarti ia memang tidak pernah benar-benar mengenal Kristus. &quot;Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.&quot;(1 Yoh 2:19). Seseorang yang menolak Kristus dan berpaling dari imannya, menunjukkan bahwa ia tidak pernah menjadi milik Kristus. Mereka yang sungguh-sungguh milik Kristus akan tetap bersama Kristus. Mereka yang meninggalkan iman mereka, memang sejak awal tidak pernah memiliki iman. &quot;Benarlah perkataan ini: &quot;Jika kita mati dengan Dia,kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.&quot;(2 Tim 2:11-13).\u00a0 (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ini adalah pertanyaan yang telah diperdebatkan selama bertahun-tahun. Kata &#8220;pemurtadan&#8221; atau &#8220;murtad&#8221; tidak muncul dalam Perjanjian Baru, tapi hanya digunakan dalam Perjanjian Lama terutama dari bangsa Israel. Orang-orang Yahudi, meskipun mereka adalah orang-orang pilihan Allah, terus berpaling dari-Nya dan memberontak terhadap Firman-Nya (Yer 8: 9). Itulah sebabnya mereka harus mempersembahkan korban untuk dosa-dosa yang telah mereka lakukan, untuk mengembalikan hubungan mereka dengan Allah karena mereka telah melukai hati Allah. Orang Kristen, yang telah berusaha untuk hidup kudus, pengorbanan Kristus yang sekali-dan-untuk-semua membuatnya tidak membutuhkan pengorbanan lain lagi untuk dosa-dosanya. Allah sendiri telah menganugerahi keselamatan bagi kita (2 Kor 5:21). Karena kita diselamatkan oleh-Nya, maka seorang Kristen yang sejati tidak bisa jatuh terlalu dalam dan tidak pernah kembali.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Orang Kristen masih bisa berbuat dosa (1 Yoh 1: 8), tetapi kehidupan orang Kristen tidak ditandai dengan kehidupan yang penuh dosa. Orang-orang-percaya adalah ciptaan baru (2 Kor 5:17). Kita memiliki Roh Kudus di dalam kita yang menghasilkan buah-buah Roh (Gal 5: 22-23). Kehidupan Kristen haruslah kehidupan yang terlihat berubah. Orang Kristen akan diampuni, tidak peduli berapa kali pun mereka berbuat dosa. Tapi, pada saat yang bersamaan orang Kristen harus hidup semakin suci saat mereka lebih dekat kepada Allah. Mereka harus semakin serupa seperti Kristus.<\/p>\n<p>Kita harus meragukan iman seseorang yang mengaku sebagai orang-percaya, tapi menjalani kehidupan yang sebaliknya. Ya, orang Kristen yang sejati bisa terjatuh kembali ke dalam dosa, dan tetap akan diselamatkan. Tetapi, pada saat bersamaan, perlu dipahami kalau orang yang hidup di bawah kendali kuasa dosa bukanlah orang Kristen yang sejati.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan orang yang menyangkal Kristus? Alkitab mengatakan bahwa jika seseorang menyangkal Kristus, berarti ia memang tidak pernah benar-benar mengenal Kristus. &#8220;Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.&#8221;(1 Yoh 2:19). Seseorang yang menolak Kristus dan berpaling dari imannya, menunjukkan bahwa ia tidak pernah menjadi milik Kristus. Mereka yang sungguh-sungguh milik Kristus akan tetap bersama Kristus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka yang meninggalkan iman mereka, memang sejak awal tidak pernah memiliki iman. &#8220;Benarlah perkataan ini: &#8220;Jika kita mati dengan Dia,kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.&#8221;(2 Tim 2:11-13).\u00a0 (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ini adalah pertanyaan yang telah diperdebatkan selama bertahun-tahun. Kata &#8220;pemurtadan&#8221; atau &#8220;murtad&#8221; tidak muncul dalam Perjanjian Baru, tapi hanya digunakan dalam Perjanjian Lama terutama dari bangsa Israel. Orang-orang Yahudi, meskipun mereka adalah orang-orang pilihan Allah, terus berpaling dari-Nya dan memberontak terhadap Firman-Nya (Yer 8: 9). Itulah sebabnya mereka harus mempersembahkan korban untuk dosa-dosa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33649,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[152],"class_list":["post-42620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","tag-keselamatan"],"better_featured_image":{"id":33649,"alt_text":"","caption":"","description":"26bb59c637766433bfaaad96060f3871","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/oleh-injil-mana-anda-diselamatkan-injil-kasih_5df75abe6ad93.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/oleh-injil-mana-anda-diselamatkan-injil-kasih_5df75abe6ad93.jpeg?fit=240%2C179&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2402","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42620\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}