{"id":42634,"date":"2020-11-21T09:23:39","date_gmt":"2020-11-21T02:23:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42634"},"modified":"2020-11-14T18:08:48","modified_gmt":"2020-11-14T11:08:48","slug":"apakah-mungkin-nama-seseorang-dihapuskan-dari-kitab-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-mungkin-nama-seseorang-dihapuskan-dari-kitab-kehidupan\/","title":{"rendered":"Apakah mungkin nama seseorang dihapuskan dari Kitab Kehidupan?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Wahyu 22:19 mengatakan, \u201cDan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan- perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.\u201d Ayat ini biasanya dilibatkan dalam debat mengenai jaminan kekal. Apakah Wahyu 22:19 berarti bahwa setelah nama seseorang tertulis dalam Kitab Kehidupan Sang Anak Domba, nama tersebut dapat dihapuskan di masa yang akan datang? Dengan kata lain, dapatkan orang Kristen kehilangan keselamatannya? Pertama-tama, Alkitab menegaskan bahwa orang-percaya yang sejati sudah dijamin keselamatannya oleh kuasa Allah, dimeteraikan untuk hari penyelamatan (Ef 4:30). Dari semua yang telah diberikan Allah Bapa kepada Allah Anak, Dia tidak akan kehilangan satu pun dari mereka (Yoh 6:39). Yesus Kristus menyatakan, \u201cdan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa\u201d (Yoh 10:28-29). Keselamatan adalah karya Allah, bukan karya kita (Tit 3:5). Kuasa-Nyalah yang memelihara kita. Jika \u201cseorang\u201d yang disebut dalam Wahyu 22:19 bukanlah orang-percaya, maka siapakah mereka? Dengan kata lain, siapakah yang ingin menambah atau mengurangi perkataan dari Alkitab? Besar kemungkinan, sabotase Firman Allah ini bukan dilakukan oleh orang-percaya yang sejati, namun oleh mereka yang hanya mengaku-aku sebagai orang Kristen dan mengira bahwa nama mereka ada di dalam Kitab Kehidupan. Secara umum, dua kelompok utama yang turun-temurun menyabotase kitab Wahyu adalah aliran pseudo-Kristen (atau Kristen palsu) dan mereka yang memiliki kepercayaan teologi yang liberal. Orang-orang ini juga mengakui Kristus, namun mereka tidak pernah dilahir-barukan \u2013 yang merupakan definisi orang Kristen secara alkitabiah. Alkitab mencantumkan beberapa contoh mengenai mereka yang mengira dirinya adalah orang-percaya, namun ternyata pengakuan imannya terbukti palsu. Dalam Yohanes pasal 15, Yesus menyebut mereka sebagai ranting yang tidak tinggal di dalam Dia, Pokok Anggur yang Benar, dan karenanya tidak akan menghasilkan buah. Kita bisa tahu mereka palsu atau tidak karena \u201cdari buahnyalah kamu akan mengenal mereka\u201d (Mat 7:16, 20). Murid yang sejati akan terlihat dari adanya buah-buah Roh Kudus, yang tinggal diam dalam mereka (Gal 5:22). Di 2 Petrus 2:22, guru-guru palsu dikatakan seperti anjing yang kembali lagi ke muntahnya dan seperti babi yang \u201csetelah mandi lalu kembali lagi ke kubangannya.\u201d Ranting yang tak berbuah, anjing, dan babi merupakan simbol dari mereka yang mengaku memiliki keselamatan, namun tidak memiliki apapun untuk diandalkan selain dari pengakuannya sendiri, dan bukan karena kebenaran Kristus yang sungguh-sungguh menyelamatkannya. Sangat diragukan kalau mereka yang telah bertobat dari dosa-dosa dan yang telah lahir-baru sanggup untuk menyabotase Firman Tuhan, baik menambahkan atau menguranginya. Tentu saja, kita menghargai orang-orang yang berterus terang bahwa mereka punya pemikiran berbeda dalam konteks pembahasan tekstual. Namun, kita dapat melihat bagaimana ajaran-ajaran sesat dan liberal secara berulang-ulang berusaha \u201cmenambahkan\u201d dan \u201cmenguranginya.\u201d Karena itu, kita dapat memahami peringatan Allah di Wahyu 22:19 sebagai berikut: siapapun yang merusak pesan penting ini, maka Allah tidak akan menempatkan namanya di dalam Kitab Kehidupan. Dia tidak akan masuk ke dalam Kota Kudus. Dia akan kehilangan semua pengharapan atas semua hal baik yang telah dijanjikan-Nya kepada para orang kudus-Nya di dalam kitab ini. Dari sudut pandang logika, mengapa Allah yang berdaulat dan Mahatahu \u2013 Dia yang \u201cmemberitahukan dari mulanya hal yang kemudian\u201d (Yes 46:10) \u2013 tetap menuliskan sebuah nama dalam Kitab Kehidupan kalau Dia tahu bahwa Dia akan menghapusnya saat orang tersebut murtad dan mengingkari imannya? Selain itu, dengan membaca peringatan ini sesuai dengan konteks dari paragrafnya (Why 22:6-9), dengan jelas menunjukkan bahwa Allah tetap konsisten: hanya mereka yang merespon peringatan-Nya, bertobat, dan dilahir-barukan yang akan memiliki hal-hal baik untuk dinantikan di dalam kekekalan. Bagi yang lainnya, sayangnya, masa depan yang menakutkan dan mengerikan sedang menanti mereka. Wahyu 3:5 merupakan ayat lain yang mempengaruhi persoalan ini. \u201cBarangsiapa menang ...Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan.\u201d \u201cYang menang\u201d yang disebutkan dalam surat kepada jemaat di Sardis ini adalah orang Kristen. Bandingkan dengan 1 Yohanes 5:4: \u201cSebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.\u201d Dan ayat 5:\u201dSiapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?\u201d (Lihat juga 1 Yoh 2:13). Semua orang-percaya adalah \u201cyang menang,\u201d karena mereka telah dianugerahkan kemenangan atas dosa dan dusta dunia. Beberapa orang memiliki gambaran kalau pena Allah telah bersiap-siap dalam Wahyu 3:5, siap untuk mencoret nama orang-orang Kristen yang berdosa. Mereka membacanya menjadi seolah-olah: \u201cJika kamu mengacaukannya dan tidak mendapatkan kemenangan, maka kamu akan kehilangan keselamatanmu! Bahkan, Aku akan menghapus namamu dari Kitab Kehidupan!\u201d Namun, ini BUKAN apa yang dinyatakan ayat tersebut. Di sini, Yesus sedang memberikan janji, bukan peringatan. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menghapus nama orang-percaya dari Kitab Kehidupan; bahkan tidak ada satu peringatan pun bahwa Allah mempertimbangkan hal tersebut! Janji yang luar biasa dari Wahyu 3:5 adalah bahwa Yesus TIDAK akan menghapuskan nama seseorang. Berbicara kepada \u201cyang menang\u201d \u2013 semua yang telah ditebus oleh darah Anak Domba \u2013 Yesus memberikan janji-Nya bahwa Dia tidak akan menghapus nama mereka. Dia menegaskan kalau nama itu sekali ada di sana, maka nama itu akan ada untuk selamanya. Hal ini dikarenakan kesetiaan Allah. Janji dalam Wahyu 3:5 diberikan kepada orang-percaya, yang memiliki jaminan atas keselamatan mereka. Sebaliknya, peringatan dalam Wahyu 3:5 diberikan kepada orang yang tidak percaya, yang bukannya mengubah hati mereka supaya berbalik kepada Allah, malahan berusaha untuk mengubah Firman Allah agar cocok dengan mereka. gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Wahyu 22:19 mengatakan, \u201cDan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan- perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.\u201d Ayat ini biasanya dilibatkan dalam debat mengenai jaminan kekal. Apakah Wahyu 22:19 berarti bahwa setelah nama seseorang tertulis dalam Kitab Kehidupan Sang Anak Domba, nama tersebut dapat dihapuskan di masa yang akan datang? Dengan kata lain, dapatkan orang Kristen kehilangan keselamatannya?<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Pertama-tama, Alkitab menegaskan bahwa orang-percaya yang sejati sudah dijamin keselamatannya oleh kuasa Allah, dimeteraikan untuk hari penyelamatan (Ef 4:30). Dari semua yang telah diberikan Allah Bapa kepada Allah Anak, Dia tidak akan kehilangan satu pun dari mereka (Yoh 6:39). Yesus Kristus menyatakan, \u201cdan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa\u201d (Yoh 10:28-29). Keselamatan adalah karya Allah, bukan karya kita (Tit 3:5). Kuasa-Nyalah yang memelihara kita.<\/p>\n<p>Jika \u201cseorang\u201d yang disebut dalam Wahyu 22:19 bukanlah orang-percaya, maka siapakah mereka? Dengan kata lain, siapakah yang ingin menambah atau mengurangi perkataan dari Alkitab? Besar kemungkinan, sabotase Firman Allah ini bukan dilakukan oleh orang-percaya yang sejati, namun oleh mereka yang hanya mengaku-aku sebagai orang Kristen dan mengira bahwa nama mereka ada di dalam Kitab Kehidupan. Secara umum, dua kelompok utama yang turun-temurun menyabotase kitab Wahyu adalah aliran pseudo-Kristen (atau Kristen palsu) dan mereka yang memiliki kepercayaan teologi yang liberal. Orang-orang ini juga mengakui Kristus, namun mereka tidak pernah dilahir-barukan \u2013 yang merupakan definisi orang Kristen secara alkitabiah.<\/p>\n<p>Alkitab mencantumkan beberapa contoh mengenai mereka yang mengira dirinya adalah orang-percaya, namun ternyata pengakuan imannya terbukti palsu. Dalam Yohanes pasal 15, Yesus menyebut mereka sebagai ranting yang tidak tinggal di dalam Dia, Pokok Anggur yang Benar, dan karenanya tidak akan menghasilkan buah. Kita bisa tahu mereka palsu atau tidak karena \u201cdari buahnyalah kamu akan mengenal mereka\u201d (Mat 7:16, 20).<\/p>\n<p>Murid yang sejati akan terlihat dari adanya buah-buah Roh Kudus, yang tinggal diam dalam mereka (Gal 5:22). Di 2 Petrus 2:22, guru-guru palsu dikatakan seperti anjing yang kembali lagi ke muntahnya dan seperti babi yang \u201csetelah mandi lalu kembali lagi ke kubangannya.\u201d Ranting yang tak berbuah, anjing, dan babi merupakan simbol dari mereka yang mengaku memiliki keselamatan, namun tidak memiliki apapun untuk diandalkan selain dari pengakuannya sendiri, dan bukan karena kebenaran Kristus yang sungguh-sungguh menyelamatkannya.<\/p>\n<p>Sangat diragukan kalau mereka yang telah bertobat dari dosa-dosa dan yang telah lahir-baru sanggup untuk menyabotase Firman Tuhan, baik menambahkan atau menguranginya. Tentu saja, kita menghargai orang-orang yang berterus terang bahwa mereka punya pemikiran berbeda dalam konteks pembahasan tekstual. Namun, kita dapat melihat bagaimana ajaran-ajaran sesat dan liberal secara berulang-ulang berusaha \u201cmenambahkan\u201d dan \u201cmenguranginya.\u201d Karena itu, kita dapat memahami peringatan Allah di Wahyu 22:19 sebagai berikut: siapapun yang merusak pesan penting ini, maka Allah tidak akan menempatkan namanya di dalam Kitab Kehidupan. Dia tidak akan masuk ke dalam Kota Kudus. Dia akan kehilangan semua pengharapan atas semua hal baik yang telah dijanjikan-Nya kepada para orang kudus-Nya di dalam kitab ini.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang logika, mengapa Allah yang berdaulat dan Mahatahu \u2013 Dia yang \u201cmemberitahukan dari mulanya hal yang kemudian\u201d (Yes 46:10) \u2013 tetap menuliskan sebuah nama dalam Kitab Kehidupan kalau Dia tahu bahwa Dia akan menghapusnya saat orang tersebut murtad dan mengingkari imannya? Selain itu, dengan membaca peringatan ini sesuai dengan konteks dari paragrafnya (Why 22:6-9), dengan jelas menunjukkan bahwa Allah tetap konsisten: hanya mereka yang merespon peringatan-Nya, bertobat, dan dilahir-barukan yang akan memiliki hal-hal baik untuk dinantikan di dalam kekekalan. Bagi yang lainnya, sayangnya, masa depan yang menakutkan dan mengerikan sedang menanti mereka.<\/p>\n<p>Wahyu 3:5 merupakan ayat lain yang mempengaruhi persoalan ini. \u201cBarangsiapa menang &#8230;Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan.\u201d \u201cYang menang\u201d yang disebutkan dalam surat kepada jemaat di Sardis ini adalah orang Kristen. Bandingkan dengan 1 Yohanes 5:4: \u201cSebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.\u201d Dan ayat 5:\u201dSiapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?\u201d (Lihat juga 1 Yoh 2:13). Semua orang-percaya adalah \u201cyang menang,\u201d karena mereka telah dianugerahkan kemenangan atas dosa dan dusta dunia.<\/p>\n<p>Beberapa orang memiliki gambaran kalau pena Allah telah bersiap-siap dalam Wahyu 3:5, siap untuk mencoret nama orang-orang Kristen yang berdosa. Mereka membacanya menjadi seolah-olah: \u201cJika kamu mengacaukannya dan tidak mendapatkan kemenangan, maka kamu akan kehilangan keselamatanmu! Bahkan, Aku akan menghapus namamu dari Kitab Kehidupan!\u201d Namun, ini BUKAN apa yang dinyatakan ayat tersebut. Di sini, Yesus sedang memberikan janji, bukan peringatan.<\/p>\n<p>Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menghapus nama orang-percaya dari Kitab Kehidupan; bahkan tidak ada satu peringatan pun bahwa Allah mempertimbangkan hal tersebut! Janji yang luar biasa dari Wahyu 3:5 adalah bahwa Yesus TIDAK akan menghapuskan nama seseorang. Berbicara kepada \u201cyang menang\u201d \u2013 semua yang telah ditebus oleh darah Anak Domba \u2013 Yesus memberikan janji-Nya bahwa Dia tidak akan menghapus nama mereka. Dia menegaskan kalau nama itu sekali ada di sana, maka nama itu akan ada untuk selamanya. Hal ini dikarenakan kesetiaan Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Janji dalam Wahyu 3:5 diberikan kepada orang-percaya, yang memiliki jaminan atas keselamatan mereka. Sebaliknya, peringatan dalam Wahyu 3:5 diberikan kepada orang yang tidak percaya, yang bukannya mengubah hati mereka supaya berbalik kepada Allah, malahan berusaha untuk mengubah Firman Allah agar cocok dengan mereka. gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Wahyu 22:19 mengatakan, \u201cDan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan- perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.\u201d Ayat ini biasanya dilibatkan dalam debat mengenai jaminan kekal. Apakah Wahyu 22:19 berarti bahwa setelah nama seseorang tertulis dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33649,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[152],"class_list":["post-42634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-keselamatan"],"better_featured_image":{"id":33649,"alt_text":"","caption":"","description":"26bb59c637766433bfaaad96060f3871","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/oleh-injil-mana-anda-diselamatkan-injil-kasih_5df75abe6ad93.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/oleh-injil-mana-anda-diselamatkan-injil-kasih_5df75abe6ad93.jpeg?fit=240%2C179&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1522","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42634\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}