{"id":42662,"date":"2025-06-20T18:15:58","date_gmt":"2025-06-20T11:15:58","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42662"},"modified":"2025-06-20T18:16:01","modified_gmt":"2025-06-20T11:16:01","slug":"beritahukanlah-aku-mengapa-engkau-beperkara-dengan-aku-ayub-102-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/beritahukanlah-aku-mengapa-engkau-beperkara-dengan-aku-ayub-102-2\/","title":{"rendered":"Sebab sesungguhnya, Aku memberi perintah, dan Aku mengiraikan [mengayak] kaum Israel di antara segala bangsa, seperti orang mengiraikan ayak [gandum], dan sebiji batu kecil pun tidak akan jatuh ke tanah. [Amos 9:9]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Setiap iraian datang dari perintah dan izin ilahi. Iblis harus meminta izin sebelum dia bisa mengulurkan jarinya pada Ayub. Bahkan, pengiraian [pengayakan] kita adalah pekerjaan Sorga, seperti yang tertulis \u201cAku mengiraikan kaum Israel.\\\" Iblis bersusah payah mencoba memegang pengayak, dan menghancurkan gandum; namun tangan Sang Tuan mengubah pengayakan itu sehingga malah memurnikan gandum melalui proses yang sama, yang tadinya dimaksudkan jahat oleh sang musuh. Wahai engkau, gandum yang berharga namun telah banyak diayak di mimbar Tuhan, berbahagialah oleh kenyataan bahwa pecut dan pengayak dipakai demi kemuliaan-Nya, dan demi faedah kita yang kekal. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Setiap iraian datang dari <i>perintah dan izin ilahi<\/i>. Iblis harus meminta izin sebelum dia bisa mengulurkan jarinya pada Ayub. Bahkan, pengiraian [pengayakan] kita <i>adalah pekerjaan<\/i> Sorga, seperti yang tertulis \u201cAku mengiraikan kaum Israel.&#8221; Iblis bersusah payah mencoba memegang pengayak, dan menghancurkan gandum; namun tangan Sang Tuan mengubah pengayakan itu sehingga malah memurnikan gandum melalui proses yang sama, yang tadinya dimaksudkan jahat oleh sang musuh. Wahai engkau, gandum yang berharga namun telah banyak diayak di mimbar Tuhan, berbahagialah oleh kenyataan bahwa pecut dan pengayak dipakai demi kemuliaan-Nya, dan demi faedah kita yang kekal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Setiap iraian datang dari perintah dan izin ilahi. Iblis harus meminta izin sebelum dia bisa mengulurkan jarinya pada Ayub. Bahkan, pengiraian [pengayakan] kita adalah pekerjaan Sorga, seperti yang tertulis \u201cAku mengiraikan kaum Israel.&#8221; Iblis bersusah payah mencoba memegang pengayak, dan menghancurkan gandum; namun tangan Sang Tuan mengubah pengayakan itu sehingga malah memurnikan gandum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-42662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"229","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42662"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67912,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42662\/revisions\/67912"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}