{"id":42668,"date":"2026-06-19T18:15:55","date_gmt":"2026-06-19T11:15:55","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42668"},"modified":"2026-06-19T18:15:56","modified_gmt":"2026-06-19T11:15:56","slug":"beginilah-firman-tuhan-allah-dalam-hal-ini-juga-aku-menginginkan-supaya-kaum-israel-meminta-dari-pada-ku-apa-yang-hendak-kulakukan-bagi-mereka-yehezkiel-3637-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/beginilah-firman-tuhan-allah-dalam-hal-ini-juga-aku-menginginkan-supaya-kaum-israel-meminta-dari-pada-ku-apa-yang-hendak-kulakukan-bagi-mereka-yehezkiel-3637-2\/","title":{"rendered":"Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus. [Kis 2:4]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Melimpahlah berkat hari ini jika kita semua dipenuhi oleh Roh Kudus. Efek dari pemenuhan kudus bagi jiwa kita ini tak mungkin terlalu tinggi. Hidup, penghiburan, terang, kemurnian, kuasa, kedamaian; dan banyak lagi berkah berharga yang tak terpisahkan dari kehadiran Roh Kudus yang lembut. Sebagai Minyak kudus, Dia mengurapi kepala orang percaya, memisahkan dan membawanya ke dalam keimaman orang-orang kudus, dan memberinya rahmat untuk menjalankan jabatannya. Sebagai satu-satunya Air hidup yang memurnikan kita dari kuasa dosa dan menyucikan kita menuju kekudusan, Roh Kudus memampukan kita untuk menginginkan kehendak Allah dan melaksanakannya. Sebagai Terang, Dia menunjukkan keadaan kita yang terhilang, dan sekarang Dia mengungkapkan Tuhan Yesus kepada kita dan di dalam kita, memandu kita di jalan kebenaran. Diterangi oleh sinar sorgawi-Nya, kita tidak lagi berada dalam kegelapan namun dalam cahaya Tuhan. Sebagai Api, Dia memurnikan kita dari karat, selayaknya memurnikan logam mulia dan mengobarkan natur kudus kita. Dialah api pengorbanan yang menyanggupkan kita mempersembahkan seluruh jiwa kita sebagai persembahan yang hidup bagi Tuhan. Sebagai Embun surgawi, Dia melenyapkan hidup kita yang gersang dan membuatnya menjadi subur. O, jikalau Dia akan meneteskan embun itu pagi ini! Embun pagi surgawi itu akan mengawali hari dengan manisnya. Sebagai Merpati, dengan sayap kedamaian dan kasih, Dia menaungi jemaat-Nya dan segenap orang percaya, dan sebagai Penghibur, Dia menghalau segala kekhawatiran dan keraguan yang mencemarkan kedamaian umat terkasih-Nya. Penghibur turun kepada umat terpilih layaknya turun kepada Tuhan di Sungai Yordan, dan menjadi saksi pengesahan status anak [Tuhan] bagi orang percaya, dan mengerjakan suatu ikatan seperti orang tua-anak, sehingga mereka dapat berseru, &quot;Abba, Bapa&quot;. Sebagai Angin, Dia memberikan nafas hidup kepada manusia; ke mana pun Angin itu berhembus, Dia melakukan pekerjaan yang menghidupkan, yang olehnya ciptaan rohani digerakkan dan ditopang. Alangkah baiknya, jika kita merasakan kehadiran-Nya hari ini, dan setiap hari. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Melimpahlah berkat hari ini jika kita semua dipenuhi oleh Roh Kudus. Efek dari pemenuhan kudus bagi jiwa kita ini tak mungkin terlalu tinggi. Hidup, penghiburan, terang, kemurnian, kuasa, kedamaian; dan banyak lagi berkah berharga yang tak terpisahkan dari kehadiran Roh Kudus yang lembut. Sebagai <i>Minyak<\/i> kudus, Dia mengurapi kepala orang percaya, memisahkan dan membawanya ke dalam keimaman orang-orang kudus, dan memberinya rahmat untuk menjalankan jabatannya. Sebagai satu-satunya <i>Air<\/i> hidup yang memurnikan kita dari kuasa dosa dan menyucikan kita menuju kekudusan, Roh Kudus memampukan kita untuk menginginkan kehendak Allah dan melaksanakannya. Sebagai <i>Terang<\/i>, Dia menunjukkan keadaan kita yang terhilang, dan sekarang Dia mengungkapkan Tuhan Yesus kepada kita dan di dalam kita, memandu kita di jalan kebenaran. Diterangi oleh sinar sorgawi-Nya, kita tidak lagi berada dalam kegelapan namun dalam cahaya Tuhan. Sebagai <i>Api<\/i>, Dia memurnikan kita dari karat, selayaknya memurnikan logam mulia dan mengobarkan natur kudus kita. Dialah api pengorbanan yang menyanggupkan kita mempersembahkan seluruh jiwa kita sebagai persembahan yang hidup bagi Tuhan. Sebagai <i>Embun<\/i> surgawi, Dia melenyapkan hidup kita yang gersang dan membuatnya menjadi subur. O, jikalau Dia akan meneteskan embun itu pagi ini! Embun pagi surgawi itu akan mengawali hari dengan manisnya. Sebagai <i>Merpati<\/i>, dengan sayap kedamaian dan kasih, Dia menaungi jemaat-Nya dan segenap orang percaya, dan sebagai Penghibur, Dia menghalau segala kekhawatiran dan keraguan yang mencemarkan kedamaian umat terkasih-Nya. Penghibur turun kepada umat terpilih layaknya turun kepada Tuhan di Sungai Yordan, dan menjadi saksi pengesahan status anak [Tuhan] bagi orang percaya, dan mengerjakan suatu ikatan seperti orang tua-anak, sehingga mereka dapat berseru, &#8220;Abba, Bapa&#8221;. Sebagai <i>Angin<\/i>, Dia memberikan nafas hidup kepada manusia; ke mana pun Angin itu berhembus, Dia melakukan pekerjaan yang menghidupkan, yang olehnya ciptaan rohani digerakkan dan ditopang. Alangkah baiknya, jika kita merasakan kehadiran-Nya hari ini, dan setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Melimpahlah berkat hari ini jika kita semua dipenuhi oleh Roh Kudus. Efek dari pemenuhan kudus bagi jiwa kita ini tak mungkin terlalu tinggi. Hidup, penghiburan, terang, kemurnian, kuasa, kedamaian; dan banyak lagi berkah berharga yang tak terpisahkan dari kehadiran Roh Kudus yang lembut. Sebagai Minyak kudus, Dia mengurapi kepala orang percaya, memisahkan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-42668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"15","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42668"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69097,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42668\/revisions\/69097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}