{"id":42691,"date":"2020-12-24T09:23:37","date_gmt":"2020-12-24T02:23:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42691"},"modified":"2020-11-15T11:07:13","modified_gmt":"2020-11-15T04:07:13","slug":"dapatkah-allah-menyelamatkan-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dapatkah-allah-menyelamatkan-saya\/","title":{"rendered":"Dapatkah Allah menyelamatkan saya?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pertanyaan &quot;Dapatkah Allah menyelamatkan saya?&quot; telah diajukan berjuta-juta orang sejak dahulu kala. Allah tidak hanya dapat menyelamatkan Anda, lebih dari itu hanya Allah yang dapat menyelamatkan Anda. Demi mengerti mengapa jawaban &quot;Dapatkah Allah menyelamatkan saya?&quot; adalah &quot;ya!&quot;, secara pertama kita harus mengerti mengapa kita butuh diselamatkan. Ketika Adam melanggar Allah di Taman Eden, dosanya telah meracuni keseluruhan ciptaan lainnya (Roma 5:12), dan khodrat berdosa yang telah diwariskan pada kita oleh Adam telah memisahkan kita dari Allah. Namun oleh karena kasih Allah yang besar, Ia mempunyai rencana (Kejadian 3:15). Ia akan datang ke dunia sebagai seorang manusia di dalam sosok Yesus Kristus dan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, dengan menerima hukuman yang seharusnya kita tanggung. Ketika Juruselamat kita berseru dari atas kayu salib, &quot;Sudah selesai&quot; (Yohanes 19:30), hutang dosa kita telah dilunasi selamanya. Yesus Kristus menyelamatkan kita dari kematian dan kekekalan kelam terpisah dari-Nya. Supaya kita memperoleh manfaat pendamaian dari pengorbanan Kristus, kita harus mempercayai-Nya dan pengorbanan-Nya saja sebagai satu-satunya pelunas dosa (Yohanes 3:16; Kisah 16:31). Dan Allah akan membungkus kita dalam kebenaran Kristus ketika kita melakukan hal ini (Roma 3:22). Tanpa kebenaran-Nya yang dikenakan pada kita, kita tidak mungkin dapat masuk ke dalam hadirat Allah kita yang kudus (Ibrani 10:19-25). Keselamatan kita mempengaruhi jauh lebih banyak dari takdir kekal kita; &quot;diselamatkan&quot; juga membawa akibat langsung sekarang juga. Kabar baiknya ialah bahwa karya Kristus yang sudah terpenuhi di atas kayu salib menyelamatkan kita dari perpisahan kekal dengan Allah, dan kita juga diselamatkan dari kuasa yang dimiliki dosa dalam kehidupan kita. Ketika kita menerima Kristus, Roh-Nya mendiami kita sehingga kita tidak lagi dikendalikan oleh khodrat berdosa. Kebebasan ini memampukan kita untuk berkata &quot;tidak&quot; pada dosa dan menaklukkan perbudakan kita pada keinginan daging yang berdosa. &quot;Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu&quot; (Roma 8:9). Apa yang telah Anda lakukan atau siapakah Anda sebelumnya tidaklah penting. Yesus Kristus telah datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa (1 Timotius 1:15), dan kita semua orang berdosa (Roma 3:23). Tidak ada satupun orang yang berada di luar jangkuan kasih karunia Allah yang menyelamatkan (Yesaya 59:1). Rasul Paulus merupakan teladan hebat akan luasnya kasih karunia Allah. Paulus menghabiskan bagian pertama kehidupannya dengan membenci, memenjarakan, menganiaya, dan membunuh umat Kristen. Kemudian, satu saja perjumpaan dengan Yesus Kristus menjadikan Paulus salah satu misionaris Kristen terdahsyat yang pernah hidup. Jika Allah dapat menyelamatkan Paulus, &quot;orang berdosa yang paling jahat&quot; (1 Timotius 1:15, versi BIS), Ia dapat menyelamatkan siapapun juga. Umat manusia adalah puncak tertinggi dari ciptaan Allah, yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:26). Allah ingin supaya kita semua selamat (1 Timotius 2:4) dan supaya tidak ada yang binasa (2 Petrus 3:9; Yehezkiel 18:32). Bagi mereka yang percaya di dalam nama Yesus, Allah telah memberikan hak untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Apa yang akan dilakukan Tuhan bagi anak-anakNya telah direkam dalam Mazmur 91: &quot;&#039;Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku&#039;&quot; (Mazmur 91:14-16). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pertanyaan &#8220;Dapatkah Allah menyelamatkan saya?&#8221; telah diajukan berjuta-juta orang sejak dahulu kala. Allah tidak hanya dapat menyelamatkan Anda, lebih dari itu hanya Allah yang dapat menyelamatkan Anda. Demi mengerti mengapa jawaban &#8220;Dapatkah Allah menyelamatkan saya?&#8221; adalah &#8220;ya!&#8221;, secara pertama kita harus mengerti mengapa kita butuh diselamatkan. Ketika Adam melanggar Allah di Taman Eden, dosanya telah meracuni keseluruhan ciptaan lainnya (Roma 5:12), dan khodrat berdosa yang telah diwariskan pada kita oleh Adam telah memisahkan kita dari Allah. Namun oleh karena kasih Allah yang besar, Ia mempunyai rencana (Kejadian 3:15). Ia akan datang ke dunia sebagai seorang manusia di dalam sosok Yesus Kristus dan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, dengan menerima hukuman yang seharusnya kita tanggung. Ketika Juruselamat kita berseru dari atas kayu salib, &#8220;Sudah selesai&#8221; (Yohanes 19:30), hutang dosa kita telah dilunasi selamanya. Yesus Kristus menyelamatkan kita dari kematian dan kekekalan kelam terpisah dari-Nya.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Supaya kita memperoleh manfaat pendamaian dari pengorbanan Kristus, kita harus mempercayai-Nya dan pengorbanan-Nya saja sebagai satu-satunya pelunas dosa (Yohanes 3:16; Kisah 16:31). Dan Allah akan membungkus kita dalam kebenaran Kristus ketika kita melakukan hal ini (Roma 3:22). Tanpa kebenaran-Nya yang dikenakan pada kita, kita tidak mungkin dapat masuk ke dalam hadirat Allah kita yang kudus (Ibrani 10:19-25).<\/p>\n<p>Keselamatan kita mempengaruhi jauh lebih banyak dari takdir kekal kita; &#8220;diselamatkan&#8221; juga membawa akibat langsung sekarang juga. Kabar baiknya ialah bahwa karya Kristus yang sudah terpenuhi di atas kayu salib menyelamatkan kita dari perpisahan kekal dengan Allah, dan kita juga diselamatkan dari kuasa yang dimiliki dosa dalam kehidupan kita. Ketika kita menerima Kristus, Roh-Nya mendiami kita sehingga kita tidak lagi dikendalikan oleh khodrat berdosa. Kebebasan ini memampukan kita untuk berkata &#8220;tidak&#8221; pada dosa dan menaklukkan perbudakan kita pada keinginan daging yang berdosa. &#8220;Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu&#8221; (Roma 8:9).<\/p>\n<p>Apa yang telah Anda lakukan atau siapakah Anda sebelumnya tidaklah penting. Yesus Kristus telah datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa (1 Timotius 1:15), dan kita semua orang berdosa (Roma 3:23). Tidak ada satupun orang yang berada di luar jangkuan kasih karunia Allah yang menyelamatkan (Yesaya 59:1). Rasul Paulus merupakan teladan hebat akan luasnya kasih karunia Allah. Paulus menghabiskan bagian pertama kehidupannya dengan membenci, memenjarakan, menganiaya, dan membunuh umat Kristen. Kemudian, satu saja perjumpaan dengan Yesus Kristus menjadikan Paulus salah satu misionaris Kristen terdahsyat yang pernah hidup. Jika Allah dapat menyelamatkan Paulus, &#8220;orang berdosa yang paling jahat&#8221; (1 Timotius 1:15, versi BIS), Ia dapat menyelamatkan siapapun juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umat manusia adalah puncak tertinggi dari ciptaan Allah, yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:26). Allah ingin supaya kita semua selamat (1 Timotius 2:4) dan supaya tidak ada yang binasa (2 Petrus 3:9; Yehezkiel 18:32). Bagi mereka yang percaya di dalam nama Yesus, Allah telah memberikan hak untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Apa yang akan dilakukan Tuhan bagi anak-anakNya telah direkam dalam Mazmur 91: &#8220;&#8216;Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku'&#8221; (Mazmur 91:14-16). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pertanyaan &#8220;Dapatkah Allah menyelamatkan saya?&#8221; telah diajukan berjuta-juta orang sejak dahulu kala. Allah tidak hanya dapat menyelamatkan Anda, lebih dari itu hanya Allah yang dapat menyelamatkan Anda. Demi mengerti mengapa jawaban &#8220;Dapatkah Allah menyelamatkan saya?&#8221; adalah &#8220;ya!&#8221;, secara pertama kita harus mengerti mengapa kita butuh diselamatkan. Ketika Adam melanggar Allah di Taman Eden, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33649,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[153,152],"class_list":["post-42691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-kehidupan-kristen","tag-keselamatan"],"better_featured_image":{"id":33649,"alt_text":"","caption":"","description":"26bb59c637766433bfaaad96060f3871","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/oleh-injil-mana-anda-diselamatkan-injil-kasih_5df75abe6ad93.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/oleh-injil-mana-anda-diselamatkan-injil-kasih_5df75abe6ad93.jpeg?fit=240%2C179&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1129","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42691"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42691\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}