{"id":42745,"date":"2025-08-20T18:15:30","date_gmt":"2025-08-20T11:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/allah-telah-berfirman-ibrani-135-2\/"},"modified":"2025-08-20T18:15:31","modified_gmt":"2025-08-20T11:15:31","slug":"aliansi-bela-islam-abi-desak-gereja-gki-ampana-dibongkar-gki-kami-sudah-turunkan-salib-dan-papan-nama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aliansi-bela-islam-abi-desak-gereja-gki-ampana-dibongkar-gki-kami-sudah-turunkan-salib-dan-papan-nama\/","title":{"rendered":"Pemazmur yang disenangi di Israel. [2 Samuel 23:1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Di antara semua orang kudus yang hidupnya tercatat dalam Kitab Suci, Daud memiliki pengalaman dengan karakteristik yang paling mencolok, bervariasi, dan mengajar. Dalam riwayatnya, kita menemukan cobaan dan godaan yang tidak kita temukan, secara keseluruhan, pada orang kudus zaman kuno lainnya, karena itu, Daud merupakan penggambaran yang paling menyerupai Tuhan kita. Daud mengetahui pencobaan yang dihadapi semua golongan dan keadaan manusia. Para raja memiliki masalah mereka sendiri, Daud mengenakan mahkota; para petani memiliki urusan-urusannya, Daud memegang tongkat gembala; pengembara memiliki banyak kesukaran, Daud tinggal di gua En-Gedi; seorang kapten memiliki kesulitannya, dan Daud menemukan anak-anak Zeruya terlalu sulit baginya. Pemazmur juga dicobai oleh teman-temannya, penasihatnya Ahitofel meninggalkan dia, &quot;Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.&quot; [Mazmur 41:9] Musuh terburuk Daud berasal dari rumah tangganya sendiri: anak-anaknya adalah penderitaan yang terbesar. Godaan kemiskinan dan kekayaan, kehormatan dan celaan, kesehatan dan kelemahan, semua melepaskan serangannya kepada Daud. Dia mendapat godaan dari luar yang mengganggu kedamaiannya, dan dari dalam yang merusak sukacitanya. Setelah lepas dari satu pencobaan Daud langsung masuk ke pencobaan lain; dari satu masa putus asa dan penuh kewaspadaan, kembali ia dibawa ke tempat terendah, dan segala gelombang dan ombak dari Allah menerpanya. Mungkin karena hal-hal tersebut, mazmur-mazmur Daud secara universal menjadi penghiburan bagi orang-orang Kristen yang berpengalaman. Apapun cara pikir kita, dalam kegembiraan dan keputusasaan, Daud secara tepat menggambarkan emosi kita. Dia adalah seorang ahli yang mengerti hati manusia, karena ia telah diajar dalam sekolah yang paling baik\u2014sekolah pengalaman pribadi yang menyentuh hati. Sebagaimana kita juga diajar di sekolah yang sama, sebagaimana kita tumbuh dewasa dalam kasih karunia dan dalam usia yang bertambah, kita semakin lama akan semakin menghargai mazmur-mazmur Daud, dan menemukan mazmur tersebut sebagai &quot;padang rumput yang hijau.&quot; Jiwaku, biarkan pengalaman Daud menghibur dan menasihatimu pada hari ini. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Di antara semua orang kudus yang hidupnya tercatat dalam Kitab Suci, Daud memiliki pengalaman dengan karakteristik yang paling mencolok, bervariasi, dan mengajar. Dalam riwayatnya, kita menemukan cobaan dan godaan yang tidak kita temukan, secara keseluruhan, pada orang kudus zaman kuno lainnya, karena itu, Daud merupakan penggambaran yang paling menyerupai Tuhan kita. Daud mengetahui pencobaan yang dihadapi semua golongan dan keadaan manusia. Para raja memiliki masalah mereka sendiri, Daud mengenakan mahkota; para petani memiliki urusan-urusannya, Daud memegang tongkat gembala; pengembara memiliki banyak kesukaran, Daud tinggal di gua En-Gedi; seorang kapten memiliki kesulitannya, dan Daud menemukan anak-anak Zeruya terlalu sulit baginya. Pemazmur juga dicobai oleh teman-temannya, penasihatnya Ahitofel meninggalkan dia, &#8220;Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2041:9\">Mazmur 41:9<\/a>] Musuh terburuk Daud berasal dari rumah tangganya sendiri: anak-anaknya adalah penderitaan yang terbesar. Godaan kemiskinan dan kekayaan, kehormatan dan celaan, kesehatan dan kelemahan, semua melepaskan serangannya kepada Daud. Dia mendapat godaan dari luar yang mengganggu kedamaiannya, dan dari dalam yang merusak sukacitanya. Setelah lepas dari satu pencobaan Daud langsung masuk ke pencobaan lain; dari satu masa putus asa dan penuh kewaspadaan, kembali ia dibawa ke tempat terendah, dan segala gelombang dan ombak dari Allah menerpanya. Mungkin karena hal-hal tersebut, mazmur-mazmur Daud secara universal menjadi penghiburan bagi orang-orang Kristen yang berpengalaman. Apapun cara pikir kita, dalam kegembiraan dan keputusasaan, Daud secara tepat menggambarkan emosi kita. Dia adalah seorang ahli yang mengerti hati manusia, karena ia telah diajar dalam sekolah yang paling baik\u2014sekolah pengalaman pribadi yang menyentuh hati. Sebagaimana kita juga diajar di sekolah yang sama, sebagaimana kita tumbuh dewasa dalam kasih karunia dan dalam usia yang bertambah, kita semakin lama akan semakin menghargai mazmur-mazmur Daud, dan menemukan mazmur tersebut sebagai &#8220;padang rumput yang hijau.&#8221; Jiwaku, biarkan pengalaman Daud menghibur dan menasihatimu pada hari ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Di antara semua orang kudus yang hidupnya tercatat dalam Kitab Suci, Daud memiliki pengalaman dengan karakteristik yang paling mencolok, bervariasi, dan mengajar. Dalam riwayatnya, kita menemukan cobaan dan godaan yang tidak kita temukan, secara keseluruhan, pada orang kudus zaman kuno lainnya, karena itu, Daud merupakan penggambaran yang paling menyerupai Tuhan kita. Daud mengetahui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-42745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":34,"views":"748","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42745"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68067,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42745\/revisions\/68067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}