{"id":42800,"date":"2021-02-03T09:23:34","date_gmt":"2021-02-03T02:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42800"},"modified":"2020-11-16T08:40:44","modified_gmt":"2020-11-16T01:40:44","slug":"apakah-pedang-roh-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-pedang-roh-itu\/","title":{"rendered":"Apakah pedang Roh itu?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Istilah \u201cpedang Roh\u201d hanya ditemukan sekali di dalam Alkitab, yaitu di Efesus 6:17. Pedang ini merupakan bagian dari senjata rohani yang harus dikenakan oleh orang Kristen, seperti yang dikatakan oleh Paulus, untuk memampukan kita melawan kejahatan dengan efektif. Pedang merupakan senjata yang bisa dipakai untuk menyerang, sekaligus untuk bertahan. Juga, digunakan untuk melindungi diri dari bahaya, sekaligus untuk menyerang musuh dan mengalahkannya. Sangat penting bagi seorang prajurit untuk dilatih dengan keras supaya bisa menggunakan pedangnya dengan baik sehingga bisa memperoleh manfaat yang maksimal. Setiap prajurit Kristus memerlukan pelatihan yang sama untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menggunakan Pedang Roh ini, \u201cyaitu firman Allah.\u201d Karena setiap orang Kristen berada di dalam peperangan rohani melawan kekuatan Setan di dunia ini, kita perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan Firman dengan benar. Firman akan menjadi pertahanan yang efektif ketika dipakai untuk melawan kejahatan. Juga, senjata yang sangat penting untuk \u201cmeruntuhkan benteng-benteng\u201d kesesatan dan dusta (2 Kor 10:4-5). Firman juga disebut sebagai pedang di dalam Ibrani 4:12. Alkitab menyatakan bahwa Firman Allah itu hidup, kuat, dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. Pedang Romawi umumnya bermata dua, sehingga bisa digunakan untuk menusuk dan memotong, ataupun untuk keduanya sekaligus. Gagasan bahwa Alkitab menusuk amat dalam berarti bahwa Firman Allah bisa menyentuh sampai ke \u201chati,\u201d pusat dari segala tindakan. Firman bisa mengungkapkan niat dan perasaan mereka yang telah disentuhnya. Tujuan dari Pedang Roh \u2013 atau Alkitab \u2013 adalah untuk membuat kita kuat dan memampukan kita untuk menahan serangan Setan yang bertubi-tubi (Mzm 119:11; 119:33-40; 119:99-105). Roh Kudus menggunakan kuasa dari Firman untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan mengaruniakan kekuatan rohani kepada mereka supaya bisa menjadi prajurit yang terlatih bagi Allah. Semakin dalam kita mengetahui dan memahami Firman Allah, maka semakin efektif bagi kita untuk melakukan kehendak Allah. Termasuk, semakin efektif bagi kita untuk melawan musuh, yaitu Setan. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Istilah \u201cpedang Roh\u201d hanya ditemukan sekali di dalam Alkitab, yaitu di Efesus 6:17. Pedang ini merupakan bagian dari senjata rohani yang harus dikenakan oleh orang Kristen, seperti yang dikatakan oleh Paulus, untuk memampukan kita melawan kejahatan dengan efektif.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Pedang merupakan senjata yang bisa dipakai untuk menyerang, sekaligus untuk bertahan. Juga, digunakan untuk melindungi diri dari bahaya, sekaligus untuk menyerang musuh dan mengalahkannya. Sangat penting bagi seorang prajurit untuk dilatih dengan keras supaya bisa menggunakan pedangnya dengan baik sehingga bisa memperoleh manfaat yang maksimal. Setiap prajurit Kristus memerlukan pelatihan yang sama untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menggunakan Pedang Roh ini, \u201cyaitu firman Allah.\u201d<\/p>\n<p>Karena setiap orang Kristen berada di dalam peperangan rohani melawan kekuatan Setan di dunia ini, kita perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan Firman dengan benar. Firman akan menjadi pertahanan yang efektif ketika dipakai untuk melawan kejahatan. Juga, senjata yang sangat penting untuk \u201cmeruntuhkan benteng-benteng\u201d kesesatan dan dusta (2 Kor 10:4-5).<\/p>\n<p>Firman juga disebut sebagai pedang di dalam Ibrani 4:12. Alkitab menyatakan bahwa Firman Allah itu hidup, kuat, dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. Pedang Romawi umumnya bermata dua, sehingga bisa digunakan untuk menusuk dan memotong, ataupun untuk keduanya sekaligus. Gagasan bahwa Alkitab menusuk amat dalam berarti bahwa Firman Allah bisa menyentuh sampai ke \u201chati,\u201d pusat dari segala tindakan. Firman bisa mengungkapkan niat dan perasaan mereka yang telah disentuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan dari Pedang Roh \u2013 atau Alkitab \u2013 adalah untuk membuat kita kuat dan memampukan kita untuk menahan serangan Setan yang bertubi-tubi (Mzm 119:11; 119:33-40; 119:99-105). Roh Kudus menggunakan kuasa dari Firman untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan mengaruniakan kekuatan rohani kepada mereka supaya bisa menjadi prajurit yang terlatih bagi Allah. Semakin dalam kita mengetahui dan memahami Firman Allah, maka semakin efektif bagi kita untuk melakukan kehendak Allah. Termasuk, semakin efektif bagi kita untuk melawan musuh, yaitu Setan. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Istilah \u201cpedang Roh\u201d hanya ditemukan sekali di dalam Alkitab, yaitu di Efesus 6:17. Pedang ini merupakan bagian dari senjata rohani yang harus dikenakan oleh orang Kristen, seperti yang dikatakan oleh Paulus, untuk memampukan kita melawan kejahatan dengan efektif. Pedang merupakan senjata yang bisa dipakai untuk menyerang, sekaligus untuk bertahan. Juga, digunakan untuk melindungi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[154,316],"class_list":["post-42800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-alkitab","tag-pedang-roh"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2876","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42800\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}