{"id":42804,"date":"2021-02-02T09:23:34","date_gmt":"2021-02-02T02:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42804"},"modified":"2020-11-16T08:38:54","modified_gmt":"2020-11-16T01:38:54","slug":"mengapa-alkitab-disebut-sebagai-kitab-suci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-alkitab-disebut-sebagai-kitab-suci\/","title":{"rendered":"Mengapa Alkitab disebut sebagai Kitab Suci?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Frasa biblia sacra (\u201ckitab suci\u201d) muncul pertama kali pada Masa Pertengahan. Dalam bahasa Inggris, salah satu penggunaan frasa \u201cKitab Suci\u201d yang paling awal, muncul pada tahun 1611 di sampul kitab Authorized Version, yang lebih dikenal di Amerika Serikat sebagai King James Version. Kata \u201csuci\u201d (holy) memiliki beberapa arti. Semuanya pada dasarnya menjelaskan tentang Firman Allah. Suci (holy) memiliki makna \u201ddikuduskan, disucikan.\u201d Ketika Allah berbicara kepada Musa dari semak duri yang menyala, Dia memerintahkan Musa untuk menanggalkan kasutnya karena dia berdiri di atas \u201ctanah yang kudus,\u201d yaitu tanah yang dikuduskan oleh kehadiran Allah. Karena Allah itu kudus, maka Firman yang diwahyukan-Nya pun kudus. Dengan demikian, firman yang diberikan Allah kepada Musa di Gunung Sinai juga kudus, sebagaimana semua firman yang Allah sampaikan kepada seluruh umat manusia di dalam Alkitab. Karena Allah itu sempurna, maka firman-Nya pun sempurna (Mzm 19:7). Karena Allah itu benar dan murni, demikian pula Firman-Nya (Mzm 19:8). Alkitab juga disebut kudus karena ditulis oleh manusia- manusia yang berada di bawah bimbingan dan pengaruh Roh Kudus. \u201cSegala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik\u201d (2 Tim 3:16-17). Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai \u201cdiilhamkan Allah\u201d di bagian ini adalah theopneustos; berasal dari kata theos, yang berarti \u201cAllah,\u201d dan pneo, yang berarti \u201cbernafas atau bernafas pada.\u201d Jadi, Allah kita yang kudus, melalui Roh Kudus, secara harafiah menafaskan firman yang kudus kepada para penulis dari setiap kitab di dalam Alkitab. Sang Penulis Ilahi itu kudus, sehingga, apa yang Dia tuliskan pun kudus. Arti lain dari kata \u201csuci\u201d (holy) adalah \u201cdipisahkan.\u201d Allah memisahkan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lainnya untuk menjadi \u201ckerajaan imam dan bangsa yang kudus\u201d (Kel 19:6). Sama halnya dengan orang-orang Kristen yang dipisahkan dari mereka yang masih berjalan di dalam kegelapan. Seperti yang dikatakan Petrus, \u201cTetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.\u201d Aspek kekudusan Alkitab dipahami sebagai yang \u201cdipisahkan\u201d ini memang benar adanya, karena kitab ini memang dipisahkan dari kitab-kitab lainnya. Inilah kitab yang ditulis oleh Allah sendiri. Hanya kitab ini yang memiliki kuasa untuk memerdekakan manusia (Yoh 8:32). Untuk mengubah hidup mereka dan membuat mereka menjadi bijak (Mzm 19:7). Untuk menyucikan dan menguduskan mereka (Yoh 17:17). Inilah satu-satunya kitab yang dapat memberikan kehidupan, penghiburan, dan pengharapan (Mzm 119:50). Inilah satu-satunya kitab yang akan bertahan untuk selama-lamanya (Mat 5:18). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Frasa <i>biblia sacra<\/i> (\u201ckitab suci\u201d) muncul pertama kali pada Masa Pertengahan. Dalam bahasa Inggris, salah satu penggunaan frasa \u201cKitab Suci\u201d yang paling awal, muncul pada tahun 1611 di sampul kitab Authorized Version, yang lebih dikenal di Amerika Serikat sebagai King James Version. Kata \u201csuci\u201d (<i>holy<\/i>) memiliki beberapa arti. Semuanya pada dasarnya menjelaskan tentang Firman Allah.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Suci (<i>holy<\/i>) memiliki makna \u201ddikuduskan, disucikan.\u201d Ketika Allah berbicara kepada Musa dari semak duri yang menyala, Dia memerintahkan Musa untuk menanggalkan kasutnya karena dia berdiri di atas \u201ctanah yang kudus,\u201d yaitu tanah yang dikuduskan oleh kehadiran Allah.<\/p>\n<p>Karena Allah itu kudus, maka Firman yang diwahyukan-Nya pun kudus. Dengan demikian, firman yang diberikan Allah kepada Musa di Gunung Sinai juga kudus, sebagaimana semua firman yang Allah sampaikan kepada seluruh umat manusia di dalam Alkitab. Karena Allah itu sempurna, maka firman-Nya pun sempurna (Mzm 19:7). Karena Allah itu benar dan murni, demikian pula Firman-Nya (Mzm 19:8).<\/p>\n<p>Alkitab juga disebut kudus karena ditulis oleh manusia- manusia yang berada di bawah bimbingan dan pengaruh Roh Kudus. \u201cSegala tulisan yang <i>diilhamkan Allah<\/i> memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik\u201d (2 Tim 3:16-17). Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai \u201cdiilhamkan Allah\u201d di bagian ini adalah theopneustos; berasal dari kata <i>theos<\/i>, yang berarti \u201cAllah,\u201d dan <i>pneo<\/i>, yang berarti \u201cbernafas atau bernafas pada.\u201d Jadi, Allah kita yang kudus, melalui Roh Kudus, secara harafiah menafaskan firman yang kudus kepada para penulis dari setiap kitab di dalam Alkitab. Sang Penulis Ilahi itu kudus, sehingga, apa yang Dia tuliskan pun kudus.<\/p>\n<p>Arti lain dari kata \u201csuci\u201d (holy) adalah \u201cdipisahkan.\u201d Allah memisahkan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lainnya untuk menjadi \u201ckerajaan imam dan bangsa yang kudus\u201d (Kel 19:6). Sama halnya dengan orang-orang Kristen yang dipisahkan dari mereka yang masih berjalan di dalam kegelapan. Seperti yang dikatakan Petrus, \u201cTetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aspek kekudusan Alkitab dipahami sebagai yang \u201cdipisahkan\u201d ini memang benar adanya, karena kitab ini memang dipisahkan dari kitab-kitab lainnya. Inilah kitab yang ditulis oleh Allah sendiri. Hanya kitab ini yang memiliki kuasa untuk memerdekakan manusia (Yoh 8:32). Untuk mengubah hidup mereka dan membuat mereka menjadi bijak (Mzm 19:7). Untuk menyucikan dan menguduskan mereka (Yoh 17:17). Inilah satu-satunya kitab yang dapat memberikan kehidupan, penghiburan, dan pengharapan (Mzm 119:50). Inilah satu-satunya kitab yang akan bertahan untuk selama-lamanya (Mat 5:18). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Frasa biblia sacra (\u201ckitab suci\u201d) muncul pertama kali pada Masa Pertengahan. Dalam bahasa Inggris, salah satu penggunaan frasa \u201cKitab Suci\u201d yang paling awal, muncul pada tahun 1611 di sampul kitab Authorized Version, yang lebih dikenal di Amerika Serikat sebagai King James Version. Kata \u201csuci\u201d (holy) memiliki beberapa arti. Semuanya pada dasarnya menjelaskan tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[154,310],"class_list":["post-42804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-alkitab","tag-kitab-suci"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2811","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42804"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42804\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}