{"id":42808,"date":"2021-02-06T09:23:34","date_gmt":"2021-02-06T02:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42808"},"modified":"2020-11-16T08:45:21","modified_gmt":"2020-11-16T01:45:21","slug":"apakah-tulisan-rasul-paulus-diilhamkan-oleh-allah-lihat-1-kor-712","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-tulisan-rasul-paulus-diilhamkan-oleh-allah-lihat-1-kor-712\/","title":{"rendered":"Apakah tulisan Rasul Paulus diilhamkan oleh Allah (lihat 1 Kor 7:12)?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sebagian besar penganut Kristen Injili Konservatif percaya bahwa Alkitab diilhamkan secara \u201dverbal dan menyeluruh\u201d (verbal plenary inspiration), yang berarti bahwa setiap kata dalam Alkitab \u201cdinafaskan\u201d atau \u201cdiilhamkan\u201d Allah (2 Tim 3:16). Mereka yang meragukan isi Alkitab itu diilhamkan secara \u201dverbal dan menyeluruh\u201d menyatakan kalau 1 Korintus 7:12 itu merupakan contoh bagian Alkitab yang tidak diilhamkan. Jika mereka menganggap itu hanya pendapat Paulus saja, bagian Alkitab yang mana lagi yang akan mereka nyatakan sebagai tulisan dari para penulis manusianya saja, bukannya berdasarkan pimpinan dari Sang Penulis Ilahi? Pernyataan ini akan menyerang langsung hakikat dari sumber Alkitab itu sendiri. Paulus menulis surat ini kepada jemaat yang tinggal di Korintus, sebuah kota yang sangat bergelimangan dosa. Keberadaan kuil Aphrodite merupakan bagian dari kejahatan kota ini. Kuil ini menjadi rumah bagi 1,000 pelacur bakti. Dalam keadaan seperti inilah, Paulus mendirikan gereja di Korintus. Bahkan, banyak jemaatnya berasal dari gaya hidup penduduk Korintus yang tidak bermoral. Jemaat gereja Korintus terdiri dari mereka yang tadinya para pencabul, penyembah berhala, homoseksual, pencuri, dan pemabuk (1 Kor 6:9-11). Pada pasal 7 dalam suratnya ini, Paulus menjawab pertanyaan jemaat gereja mengenai hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Mengingat iklim sosial di Korintus, jemaat Korintus berpikir bahwa akan baik bagi semua orang untuk hidup selibat (melajang). Paulus setuju bahwa selibat merupakan hal yang baik. Ia bahkan menyatakan keinginannya agar lebih banyak orang bisa hidup selibat, seperti halnya dirinya. Walaupun begitu, Paulus tidak meremehkan soal pernikahan. Paulus hanya menyatakan keuntungan seseorang hidup melajang dalam kaitannya dengan pelayanan. Namun, Paulus menekankan kalau melajang merupakan karunia dari Allah, sehingga tidak semua orang mendapatkan karunia tersebut (ayat 7). Bagi mereka yang sudah menikah, Paulus mengatakan kepada mereka agar tetap menikah. Dalam ayat 10, Paulus mengatakan, \u201cTidak, bukan aku, tetapi Tuhan\u2026\u201d Ini berarti bahwa Paulus sedang menyampaikan perintah langsung dari Yesus kepada jemaat Korintus. Perintah ini berasal dari ajaran Yesus yang tercatat di Injil, khususnya di Matius 5:32. Akhirnya, di ayat 12, Paulus membahas mengenai \u201cperkawinan campur\u201d \u2013 yaitu antara orang Kristen dan non-Kristen. Mengingat lingkungan yang ada, orang Kristen mungkin tergoda untuk menceraikan pasangan mereka yang belum beriman-percaya kepada Kristus. Mereka mungkin berpikir bahwa dengan melakukan hal itu akan menguduskan diri mereka sendiri. Paulus memerintahkan mereka yang sudah beriman-percaya supaya tetap bersama-sama dengan pasangannya yang belum beriman-percaya. Paulus kemudian menyatakan kalau perintah ini berasal darinya, bukan dari Yesus. Namun, Paulus tidaklah sedang memberikan pendapat pribadinya. Yang dia maksudkan adalah bahwa Yesus tidak pernah membahas persoalan ini secara langsung selama pelayanan-Nya di dunia. Injil tidak mencatat ajaran langsung dari Yesus mengenai situasi mereka yang menikah dengan pasangan yang belum beriman-percaya. Yesus hanya memberikan satu alasan yang sah untuk bercerai (Mat 5:32; 19:19). Menikah dengan pasangan yang belum beriman-percaya bukanlah alasan itu. Jadi, jawaban yang terbaik mengenai pertanyaan ini: Paulus sedang memberikan pencerahan dalam bidang yang tidak dibahas secara khusus oleh Yesus. Oleh karena itu, Paulus mengatakan, \u201cAku, bukan Tuhan\u2026\u201d Dengan kata lain, aku, bukan Yesus, yang memberikan kamu perintah ini, meskipun semua hal ini berdasarkan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Yesus. Seintensif apapun pelayanan Yesus di dunia, Dia tidak mungkin membahas segala sesuatu mengenai kehidupan sebagai orang Kristen. Oleh karena itu, Yesus menugaskan para rasul untuk melanjutkan pelayanan-Nya setelah Dia naik ke surga. Inilah alasan kita memiliki Alkitab yang diilhamkan Allah. \u201cDengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.\u201d Paulus bertanggungjawab bagi banyak pengajaran, meskipun semua pengajaran ini diwahyukan oleh Roh Kudus. Dalam surat-suratnya, Paulus mengungkapkan \u201cmisteri-misteri.\u201d Istilah \u201cmisteri\u201d merupakan istilah teknis yang menandakan kalau beberapa kebenaran yang tadinya belum pernah diungkapkan, kini telah terungkap. Seperti halnya pengajaran tentang Gereja yang terdiri dari orang Yahudi dan bukan Yahudi (Rm 11:25), atau mengenai hari Pengangkatan (1 Kor 15:51-52). Mengenai 1 Korintus 7:12, perlu dipahami kalau di bagian ini Paulus hanya memberikan pencerahan tambahan terkait soal pernikahan, yang memang sebelumnya tidak diuraikan secara terperinci oleh Yesus. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Sebagian besar penganut Kristen Injili Konservatif percaya bahwa Alkitab diilhamkan secara \u201dverbal dan menyeluruh\u201d (<i>verbal plenary inspiration<\/i>), yang berarti bahwa setiap kata dalam Alkitab \u201cdinafaskan\u201d atau \u201cdiilhamkan\u201d Allah (2 Tim 3:16). Mereka yang meragukan isi Alkitab itu diilhamkan secara \u201dverbal dan menyeluruh\u201d menyatakan kalau 1 Korintus 7:12 itu merupakan contoh bagian Alkitab yang tidak diilhamkan. Jika mereka menganggap itu hanya pendapat Paulus saja, bagian Alkitab yang mana lagi yang akan mereka nyatakan sebagai tulisan dari para penulis manusianya saja, bukannya berdasarkan pimpinan dari Sang Penulis Ilahi? Pernyataan ini akan menyerang langsung hakikat dari sumber Alkitab itu sendiri.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Paulus menulis surat ini kepada jemaat yang tinggal di Korintus, sebuah kota yang sangat bergelimangan dosa. Keberadaan kuil Aphrodite merupakan bagian dari kejahatan kota ini. Kuil ini menjadi rumah bagi 1,000 pelacur bakti. Dalam keadaan seperti inilah, Paulus mendirikan gereja di Korintus. Bahkan, banyak jemaatnya berasal dari gaya hidup penduduk Korintus yang tidak bermoral. Jemaat gereja Korintus terdiri dari mereka yang tadinya para pencabul, penyembah berhala, homoseksual, pencuri, dan pemabuk (1 Kor 6:9-11).<\/p>\n<p>Pada pasal 7 dalam suratnya ini, Paulus menjawab pertanyaan jemaat gereja mengenai hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Mengingat iklim sosial di Korintus, jemaat Korintus berpikir bahwa akan baik bagi semua orang untuk hidup selibat (melajang). Paulus setuju bahwa selibat merupakan hal yang baik. Ia bahkan menyatakan keinginannya agar lebih banyak orang bisa hidup selibat, seperti halnya dirinya.<\/p>\n<p>Walaupun begitu, Paulus tidak meremehkan soal pernikahan. Paulus hanya menyatakan keuntungan seseorang hidup melajang dalam kaitannya dengan pelayanan. Namun, Paulus menekankan kalau melajang merupakan karunia dari Allah, sehingga tidak semua orang mendapatkan karunia tersebut (ayat 7). Bagi mereka yang sudah menikah, Paulus mengatakan kepada mereka agar tetap menikah. Dalam ayat 10, Paulus mengatakan, \u201cTidak, bukan aku, tetapi Tuhan\u2026\u201d Ini berarti bahwa Paulus sedang menyampaikan perintah langsung dari Yesus kepada jemaat Korintus. Perintah ini berasal dari ajaran Yesus yang tercatat di Injil, khususnya di Matius 5:32.<\/p>\n<p>Akhirnya, di ayat 12, Paulus membahas mengenai \u201cperkawinan campur\u201d \u2013 yaitu antara orang Kristen dan non-Kristen. Mengingat lingkungan yang ada, orang Kristen mungkin tergoda untuk menceraikan pasangan mereka yang belum beriman-percaya kepada Kristus. Mereka mungkin berpikir bahwa dengan melakukan hal itu akan menguduskan diri mereka sendiri.<\/p>\n<p>Paulus memerintahkan mereka yang sudah beriman-percaya supaya tetap bersama-sama dengan pasangannya yang belum beriman-percaya. Paulus kemudian menyatakan kalau perintah ini berasal darinya, bukan dari Yesus. Namun, Paulus tidaklah sedang memberikan pendapat pribadinya. Yang dia maksudkan adalah bahwa Yesus tidak pernah membahas persoalan ini secara langsung selama pelayanan-Nya di dunia. Injil tidak mencatat ajaran langsung dari Yesus mengenai situasi mereka yang menikah dengan pasangan yang belum beriman-percaya. Yesus hanya memberikan satu alasan yang sah untuk bercerai (Mat 5:32; 19:19). Menikah dengan pasangan yang belum beriman-percaya bukanlah alasan itu.<\/p>\n<p>Jadi, jawaban yang terbaik mengenai pertanyaan ini: Paulus sedang memberikan pencerahan dalam bidang yang tidak dibahas secara khusus oleh Yesus. Oleh karena itu, Paulus mengatakan, \u201cAku, bukan Tuhan\u2026\u201d Dengan kata lain, aku, bukan Yesus, yang memberikan kamu perintah ini, meskipun semua hal ini berdasarkan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Yesus.<\/p>\n<p>Seintensif apapun pelayanan Yesus di dunia, Dia tidak mungkin membahas segala sesuatu mengenai kehidupan sebagai orang Kristen. Oleh karena itu, Yesus menugaskan para rasul untuk melanjutkan pelayanan-Nya setelah Dia naik ke surga. Inilah alasan kita memiliki Alkitab yang diilhamkan Allah. \u201cDengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paulus bertanggungjawab bagi banyak pengajaran, meskipun semua pengajaran ini diwahyukan oleh Roh Kudus. Dalam surat-suratnya, Paulus mengungkapkan \u201cmisteri-misteri.\u201d Istilah \u201cmisteri\u201d merupakan istilah teknis yang menandakan kalau beberapa kebenaran yang tadinya belum pernah diungkapkan, kini telah terungkap. Seperti halnya pengajaran tentang Gereja yang terdiri dari orang Yahudi dan bukan Yahudi (Rm 11:25), atau mengenai hari Pengangkatan (1 Kor 15:51-52). Mengenai 1 Korintus 7:12, perlu dipahami kalau di bagian ini Paulus hanya memberikan pencerahan tambahan terkait soal pernikahan, yang memang sebelumnya tidak diuraikan secara terperinci oleh Yesus. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sebagian besar penganut Kristen Injili Konservatif percaya bahwa Alkitab diilhamkan secara \u201dverbal dan menyeluruh\u201d (verbal plenary inspiration), yang berarti bahwa setiap kata dalam Alkitab \u201cdinafaskan\u201d atau \u201cdiilhamkan\u201d Allah (2 Tim 3:16). Mereka yang meragukan isi Alkitab itu diilhamkan secara \u201dverbal dan menyeluruh\u201d menyatakan kalau 1 Korintus 7:12 itu merupakan contoh bagian Alkitab yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[154,317],"class_list":["post-42808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-alkitab","tag-paulus"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1272","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42808\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}