{"id":42818,"date":"2021-01-30T09:23:34","date_gmt":"2021-01-30T02:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42818"},"modified":"2020-11-16T08:34:54","modified_gmt":"2020-11-16T01:34:54","slug":"apakah-yang-dimaksud-dengan-alkitab-itu-sudah-memadai-apakah-artinya-bahwa-alkitab-itu-memadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-yang-dimaksud-dengan-alkitab-itu-sudah-memadai-apakah-artinya-bahwa-alkitab-itu-memadai\/","title":{"rendered":"Apakah yang dimaksud dengan Alkitab itu sudah memadai? Apakah artinya bahwa Alkitab itu memadai?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Doktrin bahwa Alkitab itu sudah memadai merupakan prinsip yang mendasar dari iman Kekristenan. Dengan menyatakan bahwa Alkitab itu memadai, berarti bahwa Alkitab punya segala sesuatu yang kita perlukan untuk memperlengkapi kehidupan iman dan pelayanan kita. Alkitab menyampaikan dengan jelas maksud Allah untuk memperbaiki hubungan yang rusak antara Diri-Nya dengan umat manusia melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Alkitab mengajarkan kita tentang iman, pemilihan dan keselamatan melalui kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Tidak diperlukan tulisan lain agar Kabar Baik ini bisa dipahami. Tidak diperlukan tulisan lainnya untuk memperlengkapi kita dalam kehidupan iman. Orang Kristen memegang kedua perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian baru, sebagai Kitab Suci. Rasul Paulus menyatakan bahwa Kitab Suci \u201cdapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik\u201d (2 Tim 3:15-17). Jika Kitab Suci \u201cdiilhamkan Allah,\u201d maka Kitab Suci tidak diilhamkan oleh manusia. Meskipun Kitab Suci memang ditulis oleh manusia, \u201ctetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah\u201d (2 Ptr 1:21). Tidak ada satupun tulisan hasil manusia yang memadai dalam memperlengkapi kita untuk setiap perbuatan baik; hanya Firman Allah yang dapat melakukannya. Jika Kitab Suci memang memadai untuk memperlengkapi kita sepenuhnya, maka kita tidak memerlukan sumber yang lain lagi. Kolose pasal 2 membahas bahaya yang dihadapi Gereja saat otoritas Alkitab ini mendapat tantangan, atau ketika Alkitab dicampuradukan dengan tulisan yang tidak alkitabiah. Paulus memperingatkan jemaat di Kolose, \u201cHati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus\u201d (Kol 2:8). Bahkan Yudas lebih tegas menyatakan: \u201cSementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus\u201d (Yud 1:3). Perhatikan frasa \u201cyang telah disampaikan\u2026\u201d Hal ini menjelaskan bahwa tidak ada tulisan lain, biarpun berasal dari pendeta, teolog atau gereja denominasi sesaleh apapun, yang dapat disejajarkan atau menyempurnakan Firman Allah. Alkitab memuat semua hal yang diperlukan orang-percaya untuk memahami karakter Allah, sifat manusia, ajaran mengenai dosa, surga, neraka, dan keselamatan hanya melalui Yesus Kristus. Barangkali, ayat yang menyatakan Alkitab itu memadai bisa ditemukan di kitab Mazmur. Di Mazmur 19:7-14, Daud bersukacita karena Firman Allah. Daud menyatakan bahwa Firman Allah itu sempurna, dapat dipercaya, benar, bercahaya, memberikan pencerahan, teguh dan adil semuanya. Karena Alkitab itu \u201csempurna\u201d, maka tulisan lain sama sekali tidak diperlukan. Saat ini, otoritas Alkitab sedang diserang. Sayangnya, serangan itu lebih sering berasal dari internal gereja sendiri. Teknik manajemen duniawi, cara untuk menarik jemaat, hiburan, pengajaran kalau adanya wahyu tambahan, hal-hal mistis dan konseling psikologis, semua hal ini merupakan contoh-contoh yang menyatakan kalau Alkitab dan ajarannya tidak memadai bagi kehidupan orang Kristen. Namun, Yesus menegaskan, \u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku\u201d (Yoh 10:27). Suara-Nya adalah segala sesuatu yang perlu kita dengarkan. Alkitab adalah suara-Nya. Alkitab itu benar-benar dan sungguh-sungguh memadai bagi segala sesuatu yang kita perlukan. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Doktrin bahwa Alkitab itu sudah memadai merupakan prinsip yang mendasar dari iman Kekristenan. Dengan menyatakan bahwa Alkitab itu memadai, berarti bahwa Alkitab punya segala sesuatu yang kita perlukan untuk memperlengkapi kehidupan iman dan pelayanan kita. Alkitab menyampaikan dengan jelas maksud Allah untuk memperbaiki hubungan yang rusak antara Diri-Nya dengan umat manusia melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alkitab mengajarkan kita tentang iman, pemilihan dan keselamatan melalui kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Tidak diperlukan tulisan lain agar Kabar Baik ini bisa dipahami. Tidak diperlukan tulisan lainnya untuk memperlengkapi kita dalam kehidupan iman.<\/p>\n<p>Orang Kristen memegang kedua perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian baru, sebagai Kitab Suci. Rasul Paulus menyatakan bahwa Kitab Suci \u201cdapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik\u201d (2 Tim 3:15-17).<\/p>\n<p>Jika Kitab Suci \u201cdiilhamkan Allah,\u201d maka Kitab Suci tidak diilhamkan oleh manusia. Meskipun Kitab Suci memang ditulis oleh manusia, \u201ctetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah\u201d (2 Ptr 1:21). Tidak ada satupun tulisan hasil manusia yang memadai dalam memperlengkapi kita untuk setiap perbuatan baik; hanya Firman Allah yang dapat melakukannya. Jika Kitab Suci memang memadai untuk memperlengkapi kita sepenuhnya, maka kita tidak memerlukan sumber yang lain lagi.<\/p>\n<p>Kolose pasal 2 membahas bahaya yang dihadapi Gereja saat otoritas Alkitab ini mendapat tantangan, atau ketika Alkitab dicampuradukan dengan tulisan yang tidak alkitabiah. Paulus memperingatkan jemaat di Kolose, \u201cHati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus\u201d (Kol 2:8). Bahkan Yudas lebih tegas menyatakan: \u201cSementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus\u201d (Yud 1:3).<\/p>\n<p>Perhatikan frasa \u201cyang telah disampaikan\u2026\u201d Hal ini menjelaskan bahwa tidak ada tulisan lain, biarpun berasal dari pendeta, teolog atau gereja denominasi sesaleh apapun, yang dapat disejajarkan atau menyempurnakan Firman Allah. Alkitab memuat semua hal yang diperlukan orang-percaya untuk memahami karakter Allah, sifat manusia, ajaran mengenai dosa, surga, neraka, dan keselamatan hanya melalui Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Barangkali, ayat yang menyatakan Alkitab itu memadai bisa ditemukan di kitab Mazmur. Di Mazmur 19:7-14, Daud bersukacita karena Firman Allah. Daud menyatakan bahwa Firman Allah itu sempurna, dapat dipercaya, benar, bercahaya, memberikan pencerahan, teguh dan adil semuanya. Karena Alkitab itu \u201csempurna\u201d, maka tulisan lain sama sekali tidak diperlukan.<\/p>\n<p>Saat ini, otoritas Alkitab sedang diserang. Sayangnya, serangan itu lebih sering berasal dari internal gereja sendiri. Teknik manajemen duniawi, cara untuk menarik jemaat, hiburan, pengajaran kalau adanya wahyu tambahan, hal-hal mistis dan konseling psikologis, semua hal ini merupakan contoh-contoh yang menyatakan kalau Alkitab dan ajarannya tidak memadai bagi kehidupan orang Kristen. Namun, Yesus menegaskan, \u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku\u201d (Yoh 10:27).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suara-Nya adalah segala sesuatu yang perlu kita dengarkan. Alkitab adalah suara-Nya. Alkitab itu benar-benar dan sungguh-sungguh memadai bagi segala sesuatu yang kita perlukan. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Doktrin bahwa Alkitab itu sudah memadai merupakan prinsip yang mendasar dari iman Kekristenan. Dengan menyatakan bahwa Alkitab itu memadai, berarti bahwa Alkitab punya segala sesuatu yang kita perlukan untuk memperlengkapi kehidupan iman dan pelayanan kita. Alkitab menyampaikan dengan jelas maksud Allah untuk memperbaiki hubungan yang rusak antara Diri-Nya dengan umat manusia melalui Anak-Nya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[154],"class_list":["post-42818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-alkitab"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1176","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42818"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42818\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}