{"id":42826,"date":"2021-01-26T09:23:34","date_gmt":"2021-01-26T02:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42826"},"modified":"2020-11-16T08:31:36","modified_gmt":"2020-11-16T01:31:36","slug":"apakah-yang-dimaksud-doktrin-mengenai-iluminasi-alkitab-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-yang-dimaksud-doktrin-mengenai-iluminasi-alkitab-itu\/","title":{"rendered":"Apakah yang dimaksud doktrin mengenai iluminasi Alkitab itu?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Secara sederhana, ilumilasi dalam aspek rohani berarti \u201cmenyalakan cahaya\u201d atas pemahaman dalam bidang tertentu. Saat pencerahan ilahi mengungkapkan pengetahuan baru atau hal-hal yang terjadi di masa depan, kita menyebutnya sebagai \u201cnubuatan.\u201d Saat pencerahan mengungkapkan pemahaman dan penerapan dari pengetahuan yang telah diberikan sebelumnya, kita menyebutnya \u201ciluminasi.\u201d Pertanyaan pun muncul, \u201cBagaimana Allah mengiluminasi (menerangi) pikiran mereka yang mempelajari Firman-Nya?\u201d Tingkat paling dasar dari pencerahan adalah kesadaran atas dosa. Tanpa kesadaran ini, segala sesuatu adalah sia-sia. Mazmur 18:28 mengatakan,\u201dKarena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.\u201d Mazmur pasal 119, pasal terpanjang dalam Alkitab, merupakan sebuah nyanyian mengenai Firman Allah. Ayat 130 berkata, \u201cBila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.\u201d Ayat ini mengungkapkan metode dasar dari iluminasi Allah. Saat Firman Allah memasuki hati seseorang, maka Firman itu akan memberikan penerangan dan pemahaman. Untuk alasan ini, kita berulang kali diperintahkan untuk mempelajari Firman Allah. Mazmur 119:11 mengatakan, \u201cDalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.\u201d Ayat 98 dan 99 mengatakan, \u201cPerintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.\u201d Mempelajari Firman Tuhan dengan teratur akan mengarahkan seseorang, termasuk memberinya pemahaman ketika menghadapi persoalan-persoalan kehidupan. Ini adalah metode pertama dari iluminasi Allah, yang menjadi titik awal bagi kita semua. Di Mazmur pasal 119 ,kita juga menemukan jenis lain dari iluminasi Allah. Ayat 18 mengatakan, \u201cSingkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.\u201d \u201cKeajaiban-keajaiban\u201d ini bukanlah wahyu yang baru, tetapi hal-hal yang telah lama ditulis sebelumnya, tapi baru sekarang dapat dipahami oleh pembacanya. Demikian pula di ayat 73 yang menyatakan, \u201cTangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.\u201d Ini merupakan permohonan supaya bisa mendapatkan pemahaman untuk menerapkan hukum-hukum Allah. Lima belas kali dalam mazmur ini, Allah diminta untuk mengajarkan atau mengaruniakan pemahaman mengenai hukum-hukum-Nya. Salah satu bagian Alkitab yang terkadang menimbulkan kontroversi jika dikaitkan dengan iluminasi adalah Yohanes 14:26. \u201cTetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.\u201d Yesus saat itu sedang berbicara kepada para rasul. Dia memberikan pengajaran terakhir kepada mereka sebelum kematian-Nya. Kelompok manusia yang istimewa ini bertanggung jawab untuk memberitakan Kabar Baik mengenai Yesus Kristus ke seluruh dunia. Mereka telah menghabiskan waktu tiga setengah tahun bersama-Nya, menyaksikan mukjizatnya, dan mendengarkan ajaran-Nya. Dalam menyampaikan ajaran ini ke seluruh dunia, mereka akan memerlukan pertolongan khusus dari Allah untuk mengingat semuanya dengan tepat. Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan mengajar mereka dan mengingatkan mereka terhadap apa yang telah dikatakan, sehingga mereka bisa menyampaikannya kepada yang lain. Meskipun ayat ini menyatakan kalau para rasul akan mendapat pertolongan ilahi saat menulis Injil, namun tidak secara khusus menyatakan kalau Roh Kudus akan melakukan hal yang sama kepada semua orang-percaya. Lantas, apakah iluminasi Roh Kudus juga berlaku pada orang-percaya? Di Efesus 1:17-18, Paulus menyatakan kepada kita bahwa Roh Kudus mengaruniakan hikmat dan wahyu mengenai Yesus Kristus dan membuka mata pemahaman sehingga kita dapat mengetahui tujuan Allah dalam hidup kita. Di 1 Korintus 2:10-13, Allah mengungkapkan rencana-Nya kepada kita melalui Roh Kudus, yang mengajari kita hal-hal rohani. Konteks pada bagian ini menyatakan Firman Allah sebagai sesuatu yang telah diungkapkan. Roh Allah akan selalu mengarahkan kita kepada Firman Allah, untuk mengajari kita. Sebagaimana Yesus berkata kepada murid-murid-Nya dalam Yohanes 16:12-15, Roh Kudus hanya akan mengulangi apa yang telah dikatakan oleh Bapa dan Anak. Pengulangan ini akan membantu kita untuk mengingat dan sepenuhnya mendengar apa yang telah Allah katakan kepada kita. Terkadang kita harus mendengar sesuatu berkali-kali sebelum kita benar-benar \u201cmendengarnya.\u201d Itulah saat Roh Kudus bekerja dan mengambil bagian. Satu hal yang sering diabaikan dalam pembahasan iluminasi adalah tujuannya. Dari beberapa penjelasan, tampaknya tujuan keseluruhan dari iluminasi adalah pemahaman Firman Allah secara akurat dan tepat. Tidak perlu dipertanyakan bahwa Allah menghendaki kita untuk memahami secara akurat apa yang telah disampaikan-Nya kepada kita. Firman-Nya memiliki arti. Kita harus memberikan perhatian atas rincian dari firman tersebut. Bagaimanapun, pemahaman yang tepat atas suatu kebenaran tanpa penerapan yang nyata, juga bukanlah hal yang baik. Kembali pada Mazmur 119, kita menemukan pernyataan tujuan sehubungan dengan ayat-ayat tentang iluminasi. \u201csupaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib\u201d (ay.27), \u201caku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati\u201d (ay.34), \u201csupaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu\u201d (ay.125), \u201csupaya aku hidup\u201d (ay.144). Iluminasi selalu mengarah kepada tindakan. Mengapa Allah menolong kita untuk memahami Firman-Nya? Supaya kita sanggup untuk hidup di dalam terang-Nya. 1 Yohanes 1:6 menantang kita, \u201cJika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.\u201d Kita dapat menguraikan ayat ini seperti berikut: \u201cJika kita berkata bahwa kita telah mendapat pencerahan, namun masih berjalan dalam kegelapan, kita berbohong bahwa kita telah memahami Firman Allah.\u201d Roh Allah, yang memberikan kita pencerahan untuk memahami Firman Allah, membawa pengetahuan tersebut dan membimbing kita untuk menghidupi Firman itu. Roma 8:14 mengatakan, \u201cSemua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.\u201d Karya iluminasi dari Roh Kudus dalam hidup kita adalah konfirmasi bahwa kita memang anak-anak Allah. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Secara sederhana, ilumilasi dalam aspek rohani berarti \u201cmenyalakan cahaya\u201d atas pemahaman dalam bidang tertentu. Saat pencerahan ilahi mengungkapkan pengetahuan baru atau hal-hal yang terjadi di masa depan, kita menyebutnya sebagai \u201cnubuatan.\u201d Saat pencerahan mengungkapkan pemahaman dan penerapan dari pengetahuan yang telah diberikan sebelumnya, kita menyebutnya \u201ciluminasi.\u201d Pertanyaan pun muncul, \u201cBagaimana Allah mengiluminasi (menerangi) pikiran mereka yang mempelajari Firman-Nya?\u201d<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Tingkat paling dasar dari pencerahan adalah kesadaran atas dosa. Tanpa kesadaran ini, segala sesuatu adalah sia-sia. Mazmur 18:28 mengatakan,\u201dKarena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.\u201d Mazmur pasal 119, pasal terpanjang dalam Alkitab, merupakan sebuah nyanyian mengenai Firman Allah. Ayat 130 berkata, \u201cBila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.\u201d Ayat ini mengungkapkan metode dasar dari iluminasi Allah. Saat Firman Allah memasuki hati seseorang, maka Firman itu akan memberikan penerangan dan pemahaman. Untuk alasan ini, kita berulang kali diperintahkan untuk mempelajari Firman Allah.<\/p>\n<p>Mazmur 119:11 mengatakan, \u201cDalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.\u201d Ayat 98 dan 99 mengatakan, \u201cPerintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.\u201d<\/p>\n<p>Mempelajari Firman Tuhan dengan teratur akan mengarahkan seseorang, termasuk memberinya pemahaman ketika menghadapi persoalan-persoalan kehidupan. Ini adalah metode pertama dari iluminasi Allah, yang menjadi titik awal bagi kita semua. Di Mazmur pasal 119 ,kita juga menemukan jenis lain dari iluminasi Allah. Ayat 18 mengatakan, \u201cSingkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.\u201d \u201cKeajaiban-keajaiban\u201d ini bukanlah wahyu yang baru, tetapi hal-hal yang telah lama ditulis sebelumnya, tapi baru sekarang dapat dipahami oleh pembacanya.<\/p>\n<p>Demikian pula di ayat 73 yang menyatakan, \u201cTangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.\u201d Ini merupakan permohonan supaya bisa mendapatkan pemahaman untuk menerapkan hukum-hukum Allah. Lima belas kali dalam mazmur ini, Allah diminta untuk mengajarkan atau mengaruniakan pemahaman mengenai hukum-hukum-Nya.<\/p>\n<p>Salah satu bagian Alkitab yang terkadang menimbulkan kontroversi jika dikaitkan dengan iluminasi adalah Yohanes 14:26. \u201cTetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.\u201d Yesus saat itu sedang berbicara kepada para rasul. Dia memberikan pengajaran terakhir kepada mereka sebelum kematian-Nya.<\/p>\n<p>Kelompok manusia yang istimewa ini bertanggung jawab untuk memberitakan Kabar Baik mengenai Yesus Kristus ke seluruh dunia. Mereka telah menghabiskan waktu tiga setengah tahun bersama-Nya, menyaksikan mukjizatnya, dan mendengarkan ajaran-Nya. Dalam menyampaikan ajaran ini ke seluruh dunia, mereka akan memerlukan pertolongan khusus dari Allah untuk mengingat semuanya dengan tepat.<\/p>\n<p>Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan mengajar mereka dan mengingatkan mereka terhadap apa yang telah dikatakan, sehingga mereka bisa menyampaikannya kepada yang lain. Meskipun ayat ini menyatakan kalau para rasul akan mendapat pertolongan ilahi saat menulis Injil, namun tidak secara khusus menyatakan kalau Roh Kudus akan melakukan hal yang sama kepada semua orang-percaya.<\/p>\n<p>Lantas, apakah iluminasi Roh Kudus juga berlaku pada orang-percaya? Di Efesus 1:17-18, Paulus menyatakan kepada kita bahwa Roh Kudus mengaruniakan hikmat dan wahyu mengenai Yesus Kristus dan membuka mata pemahaman sehingga kita dapat mengetahui tujuan Allah dalam hidup kita. Di 1 Korintus 2:10-13, Allah mengungkapkan rencana-Nya kepada kita melalui Roh Kudus, yang mengajari kita hal-hal rohani.<\/p>\n<p>Konteks pada bagian ini menyatakan Firman Allah sebagai sesuatu yang telah diungkapkan. Roh Allah akan selalu mengarahkan kita kepada Firman Allah, untuk mengajari kita. Sebagaimana Yesus berkata kepada murid-murid-Nya dalam Yohanes 16:12-15, Roh Kudus hanya akan mengulangi apa yang telah dikatakan oleh Bapa dan Anak. Pengulangan ini akan membantu kita untuk mengingat dan sepenuhnya mendengar apa yang telah Allah katakan kepada kita. Terkadang kita harus mendengar sesuatu berkali-kali sebelum kita benar-benar \u201cmendengarnya.\u201d Itulah saat Roh Kudus bekerja dan mengambil bagian.<\/p>\n<p>Satu hal yang sering diabaikan dalam pembahasan iluminasi adalah tujuannya. Dari beberapa penjelasan, tampaknya tujuan keseluruhan dari iluminasi adalah pemahaman Firman Allah secara akurat dan tepat. Tidak perlu dipertanyakan bahwa Allah menghendaki kita untuk memahami secara akurat apa yang telah disampaikan-Nya kepada kita.<\/p>\n<p>Firman-Nya memiliki arti. Kita harus memberikan perhatian atas rincian dari firman tersebut. Bagaimanapun, pemahaman yang tepat atas suatu kebenaran tanpa penerapan yang nyata, juga bukanlah hal yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali pada Mazmur 119, kita menemukan pernyataan tujuan sehubungan dengan ayat-ayat tentang iluminasi. \u201csupaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib\u201d (ay.27), \u201caku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati\u201d (ay.34), \u201csupaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu\u201d (ay.125), \u201csupaya aku hidup\u201d (ay.144). Iluminasi selalu mengarah kepada tindakan. Mengapa Allah menolong kita untuk memahami Firman-Nya? Supaya kita sanggup untuk hidup di dalam terang-Nya. 1 Yohanes 1:6 menantang kita, \u201cJika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.\u201d Kita dapat menguraikan ayat ini seperti berikut: \u201cJika kita berkata bahwa kita telah mendapat pencerahan, namun masih berjalan dalam kegelapan, kita berbohong bahwa kita telah memahami Firman Allah.\u201d Roh Allah, yang memberikan kita pencerahan untuk memahami Firman Allah, membawa pengetahuan tersebut dan membimbing kita untuk menghidupi Firman itu. Roma 8:14 mengatakan, \u201cSemua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.\u201d Karya iluminasi dari Roh Kudus dalam hidup kita adalah konfirmasi bahwa kita memang anak-anak Allah. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Secara sederhana, ilumilasi dalam aspek rohani berarti \u201cmenyalakan cahaya\u201d atas pemahaman dalam bidang tertentu. Saat pencerahan ilahi mengungkapkan pengetahuan baru atau hal-hal yang terjadi di masa depan, kita menyebutnya sebagai \u201cnubuatan.\u201d Saat pencerahan mengungkapkan pemahaman dan penerapan dari pengetahuan yang telah diberikan sebelumnya, kita menyebutnya \u201ciluminasi.\u201d Pertanyaan pun muncul, \u201cBagaimana Allah mengiluminasi (menerangi) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[154,309],"class_list":["post-42826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-alkitab","tag-iluminati"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2205","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42826\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}