{"id":42836,"date":"2020-05-16T13:52:03","date_gmt":"2020-05-16T06:52:03","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42836"},"modified":"2020-05-16T10:53:24","modified_gmt":"2020-05-16T03:53:24","slug":"mengapa-memahami-alkitab-itu-sangat-penting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-memahami-alkitab-itu-sangat-penting\/","title":{"rendered":"Mengapa memahami Alkitab itu sangat penting?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Memahami Alkitab sangatlah penting karena Alkitab adalah Firman Allah. Saat kita membaca Alkitab, kita sebenarnya sedang membaca pesan Allah kepadakita. Apa lagi yang lebih penting ketimbang memahami apa yang dikatakan oleh Pencipta seluruh alam semesta ini? Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seseorang kekasih; yang sedang berusaha memahami surat cinta yang dikirimkan oleh kekasihnya. Allah mengasihi kita dan berkehendak untuk memulihkan hubungan kita dengan-Nya (Mat 23:37). Allah menyampaikan kasih-Nya kepada kita melalui Alkitab (Yoh 3:16, 1 Yoh 3:1; 4:10). Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang prajurit; yang sedang berusaha untuk memahami perintah dari komandannya. Menaati perintah Allah akan memuliakan-Nya, yang sekaligus akan menuntun cara hidup kita (Mzm 119). Perintah-perintah ini dapat kita temukan di dalam Alkitab (Yoh 14:15). Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang montir; yang sedang berusaha memahami sebuah buku panduan. Banyak masalah di dalam dunia ini. Alkitab tidak hanya mengupas masalah (dosa), tapi juga menyediakan jalan keluarnya (iman dalam Kristus). \u201cSebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita\u201d (Rm 6:23). Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang pengemudi; yang sedang berusaha memahami rambu-rambu lalu lintas. Alkitab memberikan kepada kita pedoman untuk menjalani kehidupan ini, menunjukkan jalan keselamatan dan hikmat (Mzm 119:11, 105). Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seseorang yang sedang berada di tengah badai; yang sedang berusaha memahami laporan cuaca. Alkitab menubuatkan situasi akhir zaman, memberi peringatan yang jelas tentang hari penghakiman yang akan datang (Mat 24-25), dan yang terpenting: bagaimana cara menghindarinya (Rm 8:1). Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang pembaca yang setia; yang seang berusaha memahami buku-buku dari penulis favoritnya. Alkitab mengungkapkan kepada kita Pribadi dan kemuliaan Allah, sebagaimana dinyatakan melalui Anak-Nya, Yesus Kristus (Yoh 1:1-18). Semakin kita membaca dan memahami Alkitab, semakin baik kita mengenal Penulisnya. Ketika Filipus sedang dalam perjalanan menuju Gaza, Roh Kudus membawanya kepada seseorang yang sedang membaca kitab nabi Yesaya. Filipus mendekatinya, melihat apa yang sedang dibacanya, dan kemudian menanyakan pertanyaan yang sangat penting: \u201cMengertikah tuan apa yang tuan baca itu?\u201d (Kis 8:30). Filipus mengetahui bahwa pemahaman adalah titik awal dari iman. Tanpa pemahaman terhadap isi Alkitab, kita tidak mungkin bisa menerapkannya, menaatinya, atau mempercayainya.(gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Memahami Alkitab sangatlah penting karena Alkitab adalah Firman Allah. Saat kita membaca Alkitab, kita sebenarnya sedang membaca pesan Allah kepadakita. Apa lagi yang lebih penting ketimbang memahami apa yang dikatakan oleh Pencipta seluruh alam semesta ini?<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seseorang kekasih; yang sedang berusaha memahami surat cinta yang dikirimkan oleh kekasihnya. Allah mengasihi kita dan berkehendak untuk memulihkan hubungan kita dengan-Nya (Mat 23:37). Allah menyampaikan kasih-Nya kepada kita melalui Alkitab (Yoh 3:16, 1 Yoh 3:1; 4:10).<\/p>\n<p>Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang prajurit; yang sedang berusaha untuk memahami perintah dari komandannya. Menaati perintah Allah akan memuliakan-Nya, yang sekaligus akan menuntun cara hidup kita (Mzm 119). Perintah-perintah ini dapat kita temukan di dalam Alkitab (Yoh 14:15).<\/p>\n<p>Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang montir; yang sedang berusaha memahami sebuah buku panduan. Banyak masalah di dalam dunia ini. Alkitab tidak hanya mengupas masalah (dosa), tapi juga menyediakan jalan keluarnya (iman dalam Kristus). \u201cSebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita\u201d (Rm 6:23).<\/p>\n<p>Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang pengemudi; yang sedang berusaha memahami rambu-rambu lalu lintas. Alkitab memberikan kepada kita pedoman untuk menjalani kehidupan ini, menunjukkan jalan keselamatan dan hikmat (Mzm 119:11, 105).<\/p>\n<p>Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seseorang yang sedang berada di tengah badai; yang sedang berusaha memahami laporan cuaca. Alkitab menubuatkan situasi akhir zaman, memberi peringatan yang jelas tentang hari penghakiman yang akan datang (Mat 24-25), dan yang terpenting: bagaimana cara menghindarinya (Rm 8:1).<\/p>\n<p>Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seorang pembaca yang setia; yang seang berusaha memahami buku-buku dari penulis favoritnya. Alkitab mengungkapkan kepada kita Pribadi dan kemuliaan Allah, sebagaimana dinyatakan melalui Anak-Nya, Yesus Kristus (Yoh 1:1-18). Semakin kita membaca dan memahami Alkitab, semakin baik kita mengenal Penulisnya.<\/p>\n<p>Ketika Filipus sedang dalam perjalanan menuju Gaza, Roh Kudus membawanya kepada seseorang yang sedang membaca kitab nabi Yesaya. Filipus mendekatinya, melihat apa yang sedang dibacanya, dan kemudian menanyakan pertanyaan yang sangat penting: \u201cMengertikah tuan apa yang tuan baca itu?\u201d (Kis 8:30). Filipus mengetahui bahwa pemahaman adalah titik awal dari iman. Tanpa pemahaman terhadap isi Alkitab, kita tidak mungkin bisa menerapkannya, menaatinya, atau mempercayainya.(gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Memahami Alkitab sangatlah penting karena Alkitab adalah Firman Allah. Saat kita membaca Alkitab, kita sebenarnya sedang membaca pesan Allah kepadakita. Apa lagi yang lebih penting ketimbang memahami apa yang dikatakan oleh Pencipta seluruh alam semesta ini? Kita berusaha memahami Alkitab seperti halnya seseorang kekasih; yang sedang berusaha memahami surat cinta yang dikirimkan oleh kekasihnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[154],"class_list":["post-42836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-alkitab"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1273","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42836\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}