{"id":42838,"date":"2021-01-29T09:23:00","date_gmt":"2021-01-29T02:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42838"},"modified":"2020-11-16T08:33:52","modified_gmt":"2020-11-16T01:33:52","slug":"apakah-ada-rangkuman-garis-waktu-peristiwa-peristiwa-di-dalam-alkitab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-ada-rangkuman-garis-waktu-peristiwa-peristiwa-di-dalam-alkitab\/","title":{"rendered":"Apakah ada rangkuman garis waktu peristiwa-peristiwa di dalam Alkitab?"},"content":{"rendered":"<p><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Secara paling mendasar, garis waktu Alkitab adalah kekal, karena meliputi penciptaan (waktu yang tidak diketahui; Kejadian 1:1-31) sampai dengan masa akhir (Matius 28:20). Secara praktis, garis waktu Alkitab yang disetujui oleh para pelajar Alkitab dimulai dengan pemanggilan Abram, yang kemudian diberi nama \\\"Abraham\\\" oleh Allah (Kejadian 17:4-6) pada tahun 2166 S.M. dan berakhir dengan penulisan kitab Wahyu pada tahun 95 (setelah masehi). Sebelum kelahiran Abraham, garis waktu Alkitab yang dimulai pada kitab Kejadian mengandung sejarah penciptaan, Adam dan Hawa, kejatuhan umat manusia dalam dosa, garis keturunan yang mendetil, kisah pergulatan berbagai tokoh sampai dengan Nuh dan Banjir Air Bah (yang penanggalannya juga tidak diketahui), dan banyak lagi. Pada periode di antara kelahiran Abraham dan penulisan kitab Wahyu oleh rasul Yohanes, sejarah membantu kita mengenali berbagai peristiwa serta tokoh-tokoh yang hidup di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sebagai contoh, Musa diperkirakan lahir pada tahun 1526 S.M. dan Yosua memasuki Tanah Perjanjian pada tahun 1406 S.M. Periode kesepuluh hakim-hakim Israel berakhir di sekitar tahun 1,052 S.M., pada permulaan bertakhtanya Raja Saul, waktu yang disetujui para pelajar dapat dilacak dalam sejarah dengan jelas. Raja Saul, Raja Daud yang terkenal - yang dari silsilahnya Yesus Kristus akan dilahirkan - dan putra Daud, Raja Salomo yang terkenal bijak, memerintah kesatuan bangsa Israel. Pada tahun 931 S.M., setelah masa bertakhtanya Raja Salomo, Israel terbagi menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan. Berbagai raja memerintah kerajaan utara (Israel) dan kerajaan selatan (Yehuda) sampai dengan kejatuhan kerajaan utara pada tahun 722 S.M. dan kejatuhan Yerusalem (ibukota kerajaan selatan) pada tahun 586 S.M. Masa pengasingan Yehuda berlanjut sampai di sekitar tahun 538 S.M. ketika Raja Koresh memerintah Ezra untuk kembali ke Israel dan membangun bait Allah di Yerusalem (Ezra ps.1). Para orang Yahudi mulai membangun kembali Israel semenjak waktu itu hingga sekitar tahun 432 S.M., ketika kitab terakhir dalam Perjanjian Lama (Maleakhi) dituliskan. Masa itu diikuti oleh periode pertengahan antara kedua perjanjian, yang diperkirakan sepanjang 430 tahun. Di sekitar abad ke-5 S.M., Yesus Kristus, Sang Mesias Israel, dilahirkan di Betlehem. Setelah kematian Raja Herodes pada abad ke-4 S.M., Yesus beserta orang tua-Nya kembali ke Nasaret di Galilea (Matius 2:19-23). Untuk sepuluh tahun berikutnya tidak ada peristiwa dalam kehidupan Yesus yang direkam oleh Alkitab, sampai ketika kita menjumpai-Nya seusia 12 tahun ketika Ia mengejutkan para ulama di bait (Lukas 2:40-52). Yesus memulai pelayanan umumnya pada sekitar tahun 27, yang dimulai pada waktu pembaptisan-Nya (Matius 3:13-17). Pelayanan Yesus lamanya sekitar tiga setengah tahun. Di antara tahun 29-30, Yesus menghabiskan waktu-Nya di Yehuda dengan berkhotbah, mengajar, melakukan mujizat - termasuk membangkitkan Lazarus yang telah mati - dan memperlengkapi para rasul untuk melanjutkan pelayanan-Nya setelah Ia mati. Pada awal tahun 30, Ia menuju ke Yerusalem. Pada minggu terakhir kehidupan-Nya, Yesus merayakan Paskah bersama para sahabat-Nya, dimana Ia menetapkan Perjamuan Kudus (Lukas 22:14-20) dan memberi ceramah perpisahan-Nya. Pada akhirnya, Ia dikhianati, ditangkap, diadili, disalibkan dan bangkit dari kematian (Matius 26:36-28:8). Kristus yang telah bangkit melayani selama 40 hari, dan mengakhiri pelayanan itu dengan naik ke surga (Kisah 1:3-11; 1 Korintus 15:6-7). Tidak lama setelah Yesus disalibkan dan bangkit dari kematian, para pengikut dan rasul-Nya menuliskan Perjanjian Baru. Kitab pertama Perjanjian Baru yang dituliskan (mungkin kitab Galatia atau Yakobus) diperkirakan dari tahun 49, atau setidaknya dalam dua dasawarsa setelah kematian dan kebangkitan Yesus. Ini berarti bahwa naskah asli dituliskan oleh saksi mata yang menyatakan kisah yang mereka alami sendiri. Kitab terakhir dalam Perjanjian Baru, Wahyu, dituliskan oleh Yohanes kurang lebih pada tahun 95. Di bawah ini kami sertakan garis waktu peristiwa besar di dalam Alkitab. Tambahan: Semua penanggalan adalah perkiraan, dan penanggalan peristiwa yang terjadi sebelum Abraham mengacu kepada teori penciptaan dunia muda. 4000 S.M. (?) \u2014 Penciptaan Dunia 2344 S.M. (?) \u2014 Nuh dan bahteranya 2166 S.M. \u2014 Pemanggilan Abram 2141 S.M. \u2014 Kelahiran Ishak 1526 S.M. \u2014 Kelahiran Musa 1446 S.M. \u2014 Pengungsian Israel dari Mesir 1406 S.M. \u2014 Masuknya Israel ke Tanah Perjanjian 1420 S.M. \u2014 Kematian Yosua 1052 S.M. \u2014 Pengangkatan Saul sebagai Raja 1011\u2013971 S.M. \u2014 Bertakhtanya Raja Daud 959 S.M. \u2014 Selesainya pembangunan bait oleh Raja Salomo 931 S.M. \u2014 Perpecahan kerajaan Israel 875\u2013797 S.M. \u2014 Pelayanan Elia dan Elisa di Israel 739\u2013686 \u2014 Pelayanan Yesaya di Yehuda 722 S.M. \u2014 Jatuhnya kerajaan utara kepada Ashur 586 S.M. \u2014 Jatuhnya kerajaan selatan kepada Babel 538\u2013445 S.M. \u2014 Kembalinya umat Yahudi ke Yerusalem dari pengasingan 515 S.M. \u2014 Selesainya bait kedua 5 S.M. \u2014 Kelahiran Yesus Kristus 26\u201330 \u2014 Pelayanan Kristus, berakhir dengan kematian dan kebangkitan-Nya 34 \u2014 Pertobatan Saul dari Tarsus 44\u201347 \u2014 Perjalanan misi pertama Paulus 49 \u2014 Sidang di Yerusalem 60 \u2014 Pemenjaraan Paulus di Roma 95 \u2014 Penglihatan Yohanes di pulau Patmos dan penulisan kitab Wahyu\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Secara paling mendasar, garis waktu Alkitab adalah kekal, karena meliputi penciptaan (waktu yang tidak diketahui; Kejadian 1:1-31) sampai dengan masa akhir (Matius 28:20). Secara praktis, garis waktu Alkitab yang disetujui oleh para pelajar Alkitab dimulai dengan pemanggilan Abram, yang kemudian diberi nama &#8220;Abraham&#8221; oleh Allah (Kejadian 17:4-6) pada tahun 2166 S.M. dan berakhir dengan penulisan kitab Wahyu pada tahun 95 (setelah masehi). Sebelum kelahiran Abraham, garis waktu Alkitab yang dimulai pada kitab Kejadian mengandung sejarah penciptaan, Adam dan Hawa, kejatuhan umat manusia dalam dosa, garis keturunan yang mendetil, kisah pergulatan berbagai tokoh sampai dengan Nuh dan Banjir Air Bah (yang penanggalannya juga tidak diketahui), dan banyak lagi.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Pada periode di antara kelahiran Abraham dan penulisan kitab Wahyu oleh rasul Yohanes, sejarah membantu kita mengenali berbagai peristiwa serta tokoh-tokoh yang hidup di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sebagai contoh, Musa diperkirakan lahir pada tahun 1526 S.M. dan Yosua memasuki Tanah Perjanjian pada tahun 1406 S.M. Periode kesepuluh hakim-hakim Israel berakhir di sekitar tahun 1,052 S.M., pada permulaan bertakhtanya Raja Saul, waktu yang disetujui para pelajar dapat dilacak dalam sejarah dengan jelas.<\/p>\n<p>Raja Saul, Raja Daud yang terkenal &#8211; yang dari silsilahnya Yesus Kristus akan dilahirkan &#8211; dan putra Daud, Raja Salomo yang terkenal bijak, memerintah kesatuan bangsa Israel. Pada tahun 931 S.M., setelah masa bertakhtanya Raja Salomo, Israel terbagi menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan. Berbagai raja memerintah kerajaan utara (Israel) dan kerajaan selatan (Yehuda) sampai dengan kejatuhan kerajaan utara pada tahun 722 S.M. dan kejatuhan Yerusalem (ibukota kerajaan selatan) pada tahun 586 S.M.<\/p>\n<p>Masa pengasingan Yehuda berlanjut sampai di sekitar tahun 538 S.M. ketika Raja Koresh memerintah Ezra untuk kembali ke Israel dan membangun bait Allah di Yerusalem (Ezra ps.1). Para orang Yahudi mulai membangun kembali Israel semenjak waktu itu hingga sekitar tahun 432 S.M., ketika kitab terakhir dalam Perjanjian Lama (Maleakhi) dituliskan. Masa itu diikuti oleh periode pertengahan antara kedua perjanjian, yang diperkirakan sepanjang 430 tahun.<\/p>\n<p>Di sekitar abad ke-5 S.M., Yesus Kristus, Sang Mesias Israel, dilahirkan di Betlehem. Setelah kematian Raja Herodes pada abad ke-4 S.M., Yesus beserta orang tua-Nya kembali ke Nasaret di Galilea (Matius 2:19-23). Untuk sepuluh tahun berikutnya tidak ada peristiwa dalam kehidupan Yesus yang direkam oleh Alkitab, sampai ketika kita menjumpai-Nya seusia 12 tahun ketika Ia mengejutkan para ulama di bait (Lukas 2:40-52). Yesus memulai pelayanan umumnya pada sekitar tahun 27, yang dimulai pada waktu pembaptisan-Nya (Matius 3:13-17). Pelayanan Yesus lamanya sekitar tiga setengah tahun.<\/p>\n<p>Di antara tahun 29-30, Yesus menghabiskan waktu-Nya di Yehuda dengan berkhotbah, mengajar, melakukan mujizat &#8211; termasuk membangkitkan Lazarus yang telah mati &#8211; dan memperlengkapi para rasul untuk melanjutkan pelayanan-Nya setelah Ia mati. Pada awal tahun 30, Ia menuju ke Yerusalem. Pada minggu terakhir kehidupan-Nya, Yesus merayakan Paskah bersama para sahabat-Nya, dimana Ia menetapkan Perjamuan Kudus (Lukas 22:14-20) dan memberi ceramah perpisahan-Nya. Pada akhirnya, Ia dikhianati, ditangkap, diadili, disalibkan dan bangkit dari kematian (Matius 26:36-28:8). Kristus yang telah bangkit melayani selama 40 hari, dan mengakhiri pelayanan itu dengan naik ke surga (Kisah 1:3-11; 1 Korintus 15:6-7).<\/p>\n<p>Tidak lama setelah Yesus disalibkan dan bangkit dari kematian, para pengikut dan rasul-Nya menuliskan Perjanjian Baru. Kitab pertama Perjanjian Baru yang dituliskan (mungkin kitab Galatia atau Yakobus) diperkirakan dari tahun 49, atau setidaknya dalam dua dasawarsa setelah kematian dan kebangkitan Yesus. Ini berarti bahwa naskah asli dituliskan oleh saksi mata yang menyatakan kisah yang mereka alami sendiri. Kitab terakhir dalam Perjanjian Baru, Wahyu, dituliskan oleh Yohanes kurang lebih pada tahun 95.<\/p>\n<p>Di bawah ini kami sertakan garis waktu peristiwa besar di dalam Alkitab. Tambahan: Semua penanggalan adalah perkiraan, dan penanggalan peristiwa yang terjadi sebelum Abraham mengacu kepada teori penciptaan dunia muda.<\/p>\n<p>4000 S.M. (?) \u2014 Penciptaan Dunia<\/p>\n<p>2344 S.M. (?) \u2014 Nuh dan bahteranya<\/p>\n<p>2166 S.M. \u2014 Pemanggilan Abram<\/p>\n<p>2141 S.M. \u2014 Kelahiran Ishak<\/p>\n<p>1526 S.M. \u2014 Kelahiran Musa<\/p>\n<p>1446 S.M. \u2014 Pengungsian Israel dari Mesir<\/p>\n<p>1406 S.M. \u2014 Masuknya Israel ke Tanah Perjanjian<\/p>\n<p>1420 S.M. \u2014 Kematian Yosua<\/p>\n<p>1052 S.M. \u2014 Pengangkatan Saul sebagai Raja<\/p>\n<p>1011\u2013971 S.M. \u2014 Bertakhtanya Raja Daud<\/p>\n<p>959 S.M. \u2014 Selesainya pembangunan bait oleh Raja Salomo<\/p>\n<p>931 S.M. \u2014 Perpecahan kerajaan Israel<\/p>\n<p>875\u2013797 S.M. \u2014 Pelayanan Elia dan Elisa di Israel<\/p>\n<p>739\u2013686 \u2014 Pelayanan Yesaya di Yehuda<\/p>\n<p>722 S.M. \u2014 Jatuhnya kerajaan utara kepada Ashur<\/p>\n<p>586 S.M. \u2014 Jatuhnya kerajaan selatan kepada Babel<\/p>\n<p>538\u2013445 S.M. \u2014 Kembalinya umat Yahudi ke Yerusalem dari pengasingan<\/p>\n<p>515 S.M. \u2014 Selesainya bait kedua<\/p>\n<p>5 S.M. \u2014 Kelahiran Yesus Kristus<\/p>\n<p>26\u201330 \u2014 Pelayanan Kristus, berakhir dengan kematian dan kebangkitan-Nya<\/p>\n<p>34 \u2014 Pertobatan Saul dari Tarsus<\/p>\n<p>44\u201347 \u2014 Perjalanan misi pertama Paulus<\/p>\n<p>49 \u2014 Sidang di Yerusalem<\/p>\n<p>60 \u2014 Pemenjaraan Paulus di Roma<\/p>\n<p>95 \u2014 Penglihatan Yohanes di pulau Patmos dan penulisan kitab Wahyu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Secara paling mendasar, garis waktu Alkitab adalah kekal, karena meliputi penciptaan (waktu yang tidak diketahui; Kejadian 1:1-31) sampai dengan masa akhir (Matius 28:20). Secara praktis, garis waktu Alkitab yang disetujui oleh para pelajar Alkitab dimulai dengan pemanggilan Abram, yang kemudian diberi nama &#8220;Abraham&#8221; oleh Allah (Kejadian 17:4-6) pada tahun 2166 S.M. dan berakhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[134,1],"tags":[154,314],"class_list":["post-42838","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-alkitab","tag-timeline"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1610","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42838","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42838"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42838\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}