{"id":42938,"date":"2021-01-19T09:22:03","date_gmt":"2021-01-19T02:22:03","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42938"},"modified":"2020-11-15T20:47:52","modified_gmt":"2020-11-15T13:47:52","slug":"haruskah-orang-kristen-mempromosikan-perdamaian-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/haruskah-orang-kristen-mempromosikan-perdamaian-dunia\/","title":{"rendered":"Haruskah orang Kristen mempromosikan perdamaian dunia?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Perdamaian dunia adalah cita-cita yang indah, tapi hanya akan direalisasikan pada saat Yesus datang kembali kelak (Why 21:4). Sampai dengan saat itu tiba, perdamaian di seluruh dunia tidak akan pernah terjadi. Yesus berkata bahwa sampai hari kedatangan-Nya, akan ada &quot;deru perang atau kabar-kabar tentang perang&quot; dan &quot;bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan&quot; (Mat 24:6-7). Tidak pernah ada masa di dalam sejarah dunia bahwa di suatu tempat, seseorang tidak berkelahi dengan orang lain. Apakah itu perang dunia yang melibatkan puluhan negara atau pertempuran lokal yang melibatkan suku atau klan, manusia selalu berperang antara satu dengan yang lainnya. Mempromosikan perdamaian dunia tidaklah alkitabiah. Manusia, tidak peduli seberapa keras mereka mencoba, tidak akan pernah bisa mewujudkannya. Meskipun menyumbangkan uang untuk amal, mempromosikan toleransi dan berbagi memang sesuai dengan nilai Kekristenan, kita harus melakukannya di dalam nama Yesus; memahami bahwa Dia sendiri yang akan menjadi pembawa perdamaian dunia. Sampai setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (Fil 2:10), tidak akan ada kedamaian yang sejati dan kekal. Sampai saat itu, orang Kristen harus &quot;berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan&quot; (Ibr 12:14). Sebagai orang Kristen, kita harus mempromosikan perdamaian, bukan konflik. Dengan tindakan kita sendiri, perdamaian yang penuh tidak akan pernah tercapai karena kondisi manusia yang telah terjatuh ke dalam dosa. Iman kita tetap hanya kepada Tuhan dan Yesus Kristus, Raja Damai. Hingga Dia datang untuk memperbaharui dunia dan membawa kedamaian sejati, perdamaian dunia hanyalah ilusi belaka. Tugas orang-percaya yang paling penting adalah menyakinkan orang lain untuk kebutuhan mereka atas Juruselamat, yang merupakan satu-satunya pihak yang bisa memperdamaikan antara seseorang dengan Allah. &quot; Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus&quot; (Rom 5:1). Inilah cara bagi orang-percaya untuk mempromosikan perdamaian dunia \u2013 dengan membawa pesan perdamaian Allah ke seluruh dunia: supaya setiap orang mau diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus (2 Kor 5:20).(gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Perdamaian dunia adalah cita-cita yang indah, tapi hanya akan direalisasikan pada saat Yesus datang kembali kelak (Why 21:4). Sampai dengan saat itu tiba, perdamaian di seluruh dunia tidak akan pernah terjadi.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Yesus berkata bahwa sampai hari kedatangan-Nya, akan ada &#8220;deru perang atau kabar-kabar tentang perang&#8221; dan &#8220;bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan&#8221; (Mat 24:6-7). Tidak pernah ada masa di dalam sejarah dunia bahwa di suatu tempat, seseorang tidak berkelahi dengan orang lain. Apakah itu perang dunia yang melibatkan puluhan negara atau pertempuran lokal yang melibatkan suku atau klan, manusia selalu berperang antara satu dengan yang lainnya.<\/p>\n<p>Mempromosikan perdamaian dunia tidaklah alkitabiah. Manusia, tidak peduli seberapa keras mereka mencoba, tidak akan pernah bisa mewujudkannya. Meskipun menyumbangkan uang untuk amal, mempromosikan toleransi dan berbagi memang sesuai dengan nilai Kekristenan, kita harus melakukannya di dalam nama Yesus; memahami bahwa Dia sendiri yang akan menjadi pembawa perdamaian dunia.<\/p>\n<p>Sampai setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (Fil 2:10), tidak akan ada kedamaian yang sejati dan kekal. Sampai saat itu, orang Kristen harus &#8220;berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan&#8221; (Ibr 12:14).<\/p>\n<p>Sebagai orang Kristen, kita harus mempromosikan perdamaian, bukan konflik. Dengan tindakan kita sendiri, perdamaian yang penuh tidak akan pernah tercapai karena kondisi manusia yang telah terjatuh ke dalam dosa. Iman kita tetap hanya kepada Tuhan dan Yesus Kristus, Raja Damai. Hingga Dia datang untuk memperbaharui dunia dan membawa kedamaian sejati, perdamaian dunia hanyalah ilusi belaka.<\/p>\n<p>Tugas orang-percaya yang paling penting adalah menyakinkan orang lain untuk kebutuhan mereka atas Juruselamat, yang merupakan satu-satunya pihak yang bisa memperdamaikan antara seseorang dengan Allah. &#8221; Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus&#8221; (Rom 5:1).<\/p>\n<p>Inilah cara bagi orang-percaya untuk mempromosikan perdamaian dunia \u2013 dengan membawa pesan perdamaian Allah ke seluruh dunia: supaya setiap orang mau diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus (2 Kor 5:20).(gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Perdamaian dunia adalah cita-cita yang indah, tapi hanya akan direalisasikan pada saat Yesus datang kembali kelak (Why 21:4). Sampai dengan saat itu tiba, perdamaian di seluruh dunia tidak akan pernah terjadi. Yesus berkata bahwa sampai hari kedatangan-Nya, akan ada &#8220;deru perang atau kabar-kabar tentang perang&#8221; dan &#8220;bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[154,239,296],"class_list":["post-42938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-alkitab","tag-pancasila","tag-perdamaian"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1148","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42938"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42938\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}