{"id":42954,"date":"2021-01-24T09:22:03","date_gmt":"2021-01-24T02:22:03","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=42954"},"modified":"2020-11-15T21:19:06","modified_gmt":"2020-11-15T14:19:06","slug":"apakah-alkitab-berfungsi-mengendalikan-pikiran-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-alkitab-berfungsi-mengendalikan-pikiran-orang\/","title":{"rendered":"Apakah Alkitab berfungsi mengendalikan pikiran orang?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ada yang menuduh bahwa orang Kristen menggunakan Alkitab sebagai alat cuci otak. Mereka menuduh bahwa satu-satunya cara membangun gereja dan mempertahankan anggotanya adalah melalui taktik tipu muslihat sehingga orang terpaksa merubah gaya hidup dan sikap mereka. Tuduhan ini tidak berbobot, namun mereka yang belum mengenal kuasa Roh Kudus memerlukan cara menjelaskan perubahan dalam kehidupan orang Kristen. Walaupun memang benar bahwa kultus tertentu, yang mengklaim diri sebagai Kristen, menggunakan pengendalian pikiran dalam wujud tertentu, keKristenan yang benar tidak mengandung paksaan. Para pendeta yang mengasihi Tuhan rindu memelihara, menguatkan, dan melindungi jemaat mereka (Yohanes 21:15-19). Para pemimpin gereja harus melayani tanpa mementingkan diri sendiri dan dengan rendah hati, tanpa ada harapan meraih keuntungan pribadi (1 Petrus 5:2-3). Jadi, tidak, Alkitab bukanlah cuci otak, dan ia tidak pernah mendukung pencucian otak, pengendalian pikiran, atau pemrograman psikologis. Akan tetapi, Alkitab berbicara mengenai pengendalian pikiran masing-masing. Pertobatan melibatkan perubahan pikiran. Orang Kristen telah &quot;dibaharui di dalam roh dan pikiran&quot; (Efesus 4:23). Mereka harus sehati sepikir, supaya menghindari pertikaian yang tidak perlu (Filipi 2:2). Mereka telah diberi pikiran Kristus (1 Korintus 2:16). Hasilnya adalah sikap dan perilaku yang baru - bahkan sebagai ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Perubahan tersebut tidak disebabkan oleh rancangan sesat atau keadaan lingkungan yang direkayasa; perubahan itu bersifat internal, rohani, dan nyata. Ialah diakibatkan oleh Roh Kudus, bukan manusia (Titus 3:5). Manusia mempunyai khodrat berdosa yang telah diwariskan oleh Adam (Roma 5:12). Khodrat berdosa itu mengendalikan orang dan menyebabkan dosa terwujud dalam kehidupan mereka (Galatia 5:17-21; Efesus 5:17-19). Ketika dikendalikan oleh khodrat berdosa itu, manusia tidak mungkin mengenal dan menyenangkan Allah. Sebaliknya, ialah musuh Allah (Roma 5:10; 8:5-7). Alkitab berkata bahwa orang berdosa, yang dikendalikan oleh khodratnya yang berdosa, memerlukan khodrat yang baru dan penyelamatan dari kuasa dosa. Orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mendapatkan khodrat yang baru itu (2 Petrus 1:4) dan didiami oleh Roh Kudus, yang memampukan orang percaya untuk menolak dosa dan berkata &quot;ya&quot; kepada kebenaran Allah (Galatia 5:16; Roma 6:12-23). Orang percaya di dalam Kristus telah dibebaskan (Yohanes 8:32). Dengan kebebasan yang ada di dalam Kristus, Ia sekarang mampu memilih bertindak sesuai dorongan khodrat yang baru; yakni melakukan kehendak Allah dan memuliakan Dia melalui kehidupannya. Alkitab bukanlah pengendalian pikiran, sebaliknya Alkitab menyediakan jalan alternatif selain kehidupan yang dikendalikan oleh dosa. Alkitab menunjukkan caranya supaya hidup kita dikendalikan oleh Roh. Ya, orang percaya pasti akan mengalami perubahan pikiran, dimana ia menolak kebohongan yang dahulu ia yakini dan menggandeng kebenaran yang ada di dalam Kristus. Orang percaya yang dipenuhi oleh Roh hidupnya adalah petualangan bersama Allah - sebuah kehidupan yang bebas melayani Allah dengan antusias dan dengan penuh harapan. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ada yang menuduh bahwa orang Kristen menggunakan Alkitab sebagai alat cuci otak. Mereka menuduh bahwa satu-satunya cara membangun gereja dan mempertahankan anggotanya adalah melalui taktik tipu muslihat sehingga orang terpaksa merubah gaya hidup dan sikap mereka. Tuduhan ini tidak berbobot, namun mereka yang belum mengenal kuasa Roh Kudus memerlukan cara menjelaskan perubahan dalam kehidupan orang Kristen.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Walaupun memang benar bahwa kultus tertentu, yang mengklaim diri sebagai Kristen, menggunakan pengendalian pikiran dalam wujud tertentu, keKristenan yang benar tidak mengandung paksaan. Para pendeta yang mengasihi Tuhan rindu memelihara, menguatkan, dan melindungi jemaat mereka (Yohanes 21:15-19). Para pemimpin gereja harus melayani tanpa mementingkan diri sendiri dan dengan rendah hati, tanpa ada harapan meraih keuntungan pribadi (1 Petrus 5:2-3). Jadi, tidak, Alkitab bukanlah cuci otak, dan ia tidak pernah mendukung pencucian otak, pengendalian pikiran, atau pemrograman psikologis.<\/p>\n<p>Akan tetapi, Alkitab berbicara mengenai pengendalian pikiran masing-masing. Pertobatan melibatkan perubahan pikiran. Orang Kristen telah &#8220;dibaharui di dalam roh dan pikiran&#8221; (Efesus 4:23). Mereka harus sehati sepikir, supaya menghindari pertikaian yang tidak perlu (Filipi 2:2). Mereka telah diberi pikiran Kristus (1 Korintus 2:16). Hasilnya adalah sikap dan perilaku yang baru &#8211; bahkan sebagai ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Perubahan tersebut tidak disebabkan oleh rancangan sesat atau keadaan lingkungan yang direkayasa; perubahan itu bersifat internal, rohani, dan nyata. Ialah diakibatkan oleh Roh Kudus, bukan manusia (Titus 3:5).<\/p>\n<p>Manusia mempunyai khodrat berdosa yang telah diwariskan oleh Adam (Roma 5:12). Khodrat berdosa itu mengendalikan orang dan menyebabkan dosa terwujud dalam kehidupan mereka (Galatia 5:17-21; Efesus 5:17-19). Ketika dikendalikan oleh khodrat berdosa itu, manusia tidak mungkin mengenal dan menyenangkan Allah. Sebaliknya, ialah musuh Allah (Roma 5:10; 8:5-7). Alkitab berkata bahwa orang berdosa, yang dikendalikan oleh khodratnya yang berdosa, memerlukan khodrat yang baru dan penyelamatan dari kuasa dosa. Orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mendapatkan khodrat yang baru itu (2 Petrus 1:4) dan didiami oleh Roh Kudus, yang memampukan orang percaya untuk menolak dosa dan berkata &#8220;ya&#8221; kepada kebenaran Allah (Galatia 5:16; Roma 6:12-23). Orang percaya di dalam Kristus telah dibebaskan (Yohanes 8:32). Dengan kebebasan yang ada di dalam Kristus, Ia sekarang mampu memilih bertindak sesuai dorongan khodrat yang baru; yakni melakukan kehendak Allah dan memuliakan Dia melalui kehidupannya.<\/p>\n<p>Alkitab bukanlah pengendalian pikiran, sebaliknya Alkitab menyediakan jalan alternatif selain kehidupan yang dikendalikan oleh dosa. Alkitab menunjukkan caranya supaya hidup kita dikendalikan oleh Roh. Ya, orang percaya pasti akan mengalami perubahan pikiran, dimana ia menolak kebohongan yang dahulu ia yakini dan menggandeng kebenaran yang ada di dalam Kristus. Orang percaya yang dipenuhi oleh Roh hidupnya adalah petualangan bersama Allah &#8211; sebuah kehidupan yang bebas melayani Allah dengan antusias dan dengan penuh harapan. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ada yang menuduh bahwa orang Kristen menggunakan Alkitab sebagai alat cuci otak. Mereka menuduh bahwa satu-satunya cara membangun gereja dan mempertahankan anggotanya adalah melalui taktik tipu muslihat sehingga orang terpaksa merubah gaya hidup dan sikap mereka. Tuduhan ini tidak berbobot, namun mereka yang belum mengenal kuasa Roh Kudus memerlukan cara menjelaskan perubahan dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[154,306,305],"class_list":["post-42954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-alkitab","tag-cuci-otak","tag-sugesti"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","comment_count":0,"views":"1274","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42954"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42954\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}