{"id":43114,"date":"2021-04-04T16:34:00","date_gmt":"2021-04-04T09:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43114"},"modified":"2021-04-03T10:17:47","modified_gmt":"2021-04-03T03:17:47","slug":"apa-artinya-bahwa-yesus-adalah-anak-domba-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-artinya-bahwa-yesus-adalah-anak-domba-allah\/","title":{"rendered":"Apa artinya bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketika Yesus disebut sebagai Anak Domba Allah dalam Yohanes 1:29 dan 1:36, hal ini merujuk pada Yesus sebagai korban yang terutama dan sempurna untuk menebus dosa. Untuk memahami siapakah Kristus itu dan apa karyaNya selama di dunia, kita harus memulai dari Perjanjian Lama yang mengandung nubuat mengenai kedatangan Kristus sebagai \u201ckorban penebus salah\u201d (Yesaya 53:10). Bahkan sebetulnya, seluruh sistem korban persembahan yang ditetapkan Allah dalam Perjanjian Lama mempersiapkan pentas untuk kedatangan Yesus Kristus, yang nantinya akan menjadi korban yang sempurna, yang telah Allah persiapkan sebagai penebusan untuk dosa-dosa umatNya (Roma 8:3, Ibrani 10). Mempersembahkan domba memainkan peranan yang amat penting dalam kehidupan agama orang Yahudi dan sistem persembahan mereka. Ketika Yohanes Pembaptis berkata, \u201cLihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia,\u201d (Yohanes 1:29), orang-orang Yahudi yang mendengarnya mungkin langsung memikirkan salah satu dari beberapa korban persembahan yang penting. Menjelang Hari Raya Paskah, pikiran yang pertama di benak mereka mungkin terkait korban persembahan Anak Domba Paskah. Hari Raya Paskah menjadi salah satu hari raya utama orang Yahudi. Perayaan ini untuk memperingati peristiwa Allah melepaskan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir. Kenyataannya, penyembelihan anak domba Paskah dan menaruh darah di ambang pintu rumah supaya malaikat maut melewati mereka \u201cyang ditutupi oleh darah\u201d (Keluaran 12:11-13) merupakan gambaran yang indah mengenai karya penebusan Kristus di atas salib. Persembahan lain yang melibatkan domba adalah persembahan sehari-hari di Bait Suci di Yerusalem. Setiap pagi dan petang, seekor domba dipersembahkan di Bait Allah bagi dosa-dosa orang banyak (Keluaran 29:38-42). Persembahan sehari-hari ini, sama seperti semua lainnya, sekedar menunjuk kepada persembahan Kristus yang sempurna di atas salib. Kenyataannya, saat kematian Yesus di atas salib bertepatan dengan saat korban petang dilakukan di Bait Suci. Orang-orang Yahudi pada waktu itu kenal baik dengan nabi-nabi Perjanjian Lama, yaitu Yeremia dan Yesaya, yang nubuatnya sudah lebih dahulu memberitahukan kedatangan seseorang yang akan dituntun \u201cseperti seekor domba ke pembantaian\u201d (Yeremia 11:19, Yesaya 53:7), dan yang penderitaan dan pengorbananNya akan menebus Israel. Sudah jelas orang yang dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama ini adalah Yesus Kristus, \u201csang Anak Domba Allah.\u201d Sekalipun konsep mengenai sistem korban persembahan mungkin asing bagi kita pada zaman sekarang, konsep penebusan atau penggantian adalah sesuatu yang dapat kita pahami dengan mudah. Kita tahu bahwa upah dosa adalah kematian (Roma 6:23) dan dosa telah memisahkan manusia dari Allah. Kita juga tahu bahwa Alkitab mengajarkan bahwa semua orang berdosa dan tidak seorang pun yang benar di hadapan Allah (Roma 3:23). Karena dosa, kita terpisah dari Allah dan bersalah di hadapanNya. Oleh karena itu, satu-satunya harapan bagi kita hanyalah jika Dia bersedia menyediakan jalan untuk kita diperdamaikan dengan diriNya. Itulah yang dilakukanNya ketika mengutus AnakNya Yesus Kristus untuk mati di salib. Kristus mati untuk menebus dosa, dan untuk membayar hukuman dosa dari semua yang percaya kepadaNya. Melalui kematianNya di atas salib sebagai korban yang sempurna untuk menebus dosa, dan kebangkitanNya tiga hari kemudian, maka manusia sekarang bisa memiliki hidup kekal melalui iman percaya kepadaNya. Fakta bahwa Allah sendiri yang telah menyediakan korban yang menebus atau membayar dosa kita adalah bagian dari kabar baik yang mulia dari Injil yang begitu jelas dinyatakan dalam 1 Petrus 1:18-21. \u201cSebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.\u201d (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ketika Yesus disebut sebagai Anak Domba Allah dalam Yohanes 1:29 dan 1:36, hal ini merujuk pada Yesus sebagai korban yang terutama dan sempurna untuk menebus dosa.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Untuk memahami siapakah Kristus itu dan apa karyaNya selama di dunia, kita harus memulai dari Perjanjian Lama yang mengandung nubuat mengenai kedatangan Kristus sebagai \u201ckorban penebus salah\u201d (Yesaya 53:10).<\/p>\n<p>Bahkan sebetulnya, seluruh sistem korban persembahan yang ditetapkan Allah dalam Perjanjian Lama mempersiapkan pentas untuk kedatangan Yesus Kristus, yang nantinya akan menjadi korban yang sempurna, yang telah Allah persiapkan sebagai penebusan untuk dosa-dosa umatNya (Roma 8:3, Ibrani 10).<\/p>\n<p>Mempersembahkan domba memainkan peranan yang amat penting dalam kehidupan agama orang Yahudi dan sistem persembahan mereka. Ketika Yohanes Pembaptis berkata, \u201cLihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia,\u201d (Yohanes 1:29), orang-orang Yahudi yang mendengarnya mungkin langsung memikirkan salah satu dari beberapa korban persembahan yang penting.<\/p>\n<p>Menjelang Hari Raya Paskah, pikiran yang pertama di benak mereka mungkin terkait korban persembahan Anak Domba Paskah. Hari Raya Paskah menjadi salah satu hari raya utama orang Yahudi. Perayaan ini untuk memperingati peristiwa Allah melepaskan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir.<\/p>\n<p>Kenyataannya, penyembelihan anak domba Paskah dan menaruh darah di ambang pintu rumah supaya malaikat maut melewati mereka \u201cyang ditutupi oleh darah\u201d (Keluaran 12:11-13) merupakan gambaran yang indah mengenai karya penebusan Kristus di atas salib.<\/p>\n<p>Persembahan lain yang melibatkan domba adalah persembahan sehari-hari di Bait Suci di Yerusalem. Setiap pagi dan petang, seekor domba dipersembahkan di Bait Allah bagi dosa-dosa orang banyak (Keluaran 29:38-42). Persembahan sehari-hari ini, sama seperti semua lainnya, sekedar menunjuk kepada persembahan Kristus yang sempurna di atas salib.<\/p>\n<p>Kenyataannya, saat kematian Yesus di atas salib bertepatan dengan saat korban petang dilakukan di Bait Suci.<\/p>\n<p>Orang-orang Yahudi pada waktu itu kenal baik dengan nabi-nabi Perjanjian Lama, yaitu Yeremia dan Yesaya, yang nubuatnya sudah lebih dahulu memberitahukan kedatangan seseorang yang akan dituntun \u201cseperti seekor domba ke pembantaian\u201d (Yeremia 11:19, Yesaya 53:7), dan yang penderitaan dan pengorbananNya akan menebus Israel.<\/p>\n<p>Sudah jelas orang yang dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama ini adalah Yesus Kristus, \u201csang Anak Domba Allah.\u201d<\/p>\n<p>Sekalipun konsep mengenai sistem korban persembahan mungkin asing bagi kita pada zaman sekarang, konsep penebusan atau penggantian adalah sesuatu yang dapat kita pahami dengan mudah.<\/p>\n<p>Kita tahu bahwa upah dosa adalah kematian (Roma 6:23) dan dosa telah memisahkan manusia dari Allah. Kita juga tahu bahwa Alkitab mengajarkan bahwa semua orang berdosa dan tidak seorang pun yang benar di hadapan Allah (Roma 3:23).<\/p>\n<p>Karena dosa, kita terpisah dari Allah dan bersalah di hadapanNya. Oleh karena itu, satu-satunya harapan bagi kita hanyalah jika Dia bersedia menyediakan jalan untuk kita diperdamaikan dengan diriNya.<\/p>\n<p>Itulah yang dilakukanNya ketika mengutus AnakNya Yesus Kristus untuk mati di salib. Kristus mati untuk menebus dosa, dan untuk membayar hukuman dosa dari semua yang percaya kepadaNya.<\/p>\n<p>Melalui kematianNya di atas salib sebagai korban yang sempurna untuk menebus dosa, dan kebangkitanNya tiga hari kemudian, maka manusia sekarang bisa memiliki hidup kekal melalui iman percaya kepadaNya.<\/p>\n<p>Fakta bahwa Allah sendiri yang telah menyediakan korban yang menebus atau membayar dosa kita adalah bagian dari kabar baik yang mulia dari Injil yang begitu jelas dinyatakan dalam 1 Petrus 1:18-21.<\/p>\n<p>\u201cSebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.<\/p>\n<p>Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.\u201d (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketika Yesus disebut sebagai Anak Domba Allah dalam Yohanes 1:29 dan 1:36, hal ini merujuk pada Yesus sebagai korban yang terutama dan sempurna untuk menebus dosa. Untuk memahami siapakah Kristus itu dan apa karyaNya selama di dunia, kita harus memulai dari Perjanjian Lama yang mengandung nubuat mengenai kedatangan Kristus sebagai \u201ckorban penebus salah\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35131,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[428,158,156,157],"class_list":["post-43114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-anak-domba","tag-jesus-christ","tag-yesus","tag-yesus-kristus"],"better_featured_image":{"id":35131,"alt_text":"","caption":"","description":"f9464e37d6aef16043ec96c9fb45e052","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3506","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43114\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}