{"id":43160,"date":"2021-04-03T13:47:00","date_gmt":"2021-04-03T06:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43160"},"modified":"2021-04-03T10:22:06","modified_gmt":"2021-04-03T03:22:06","slug":"apa-saja-pengadilan-yang-yesus-hadapi-sebelum-penyaliban-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-saja-pengadilan-yang-yesus-hadapi-sebelum-penyaliban-nya\/","title":{"rendered":"Apa saja pengadilan yang Yesus hadapi sebelum penyaliban-Nya?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pada malam saat Yesus ditangkap, Dia dibawa ke hadapan Hanas, Kayafas dan Mahkamah Agama yang lebih sering dikenal dengan Sanhedrin (Yoh 18:19-24; Mat 26:57). Setelah itu Yesus dibawa ke hadapan Pilatus, gubernur Romawi (Yoh 18:29), dikirim kepada Herodes (Luk 23:7), dan dikirim kembali kepada Pilatus (Luk 23:11-12), yang akhirnya memberikan hukuman mati pada Yesus. Terdapat enam bagian dalam pengadilan Yesus: tiga tahap di pengadilan agama dan tiga tahap di hadapan pengadilan Romawi. Yesus diadili di hadapan Hanas, mantan Imam Besar; Kayafas, Imam Besar pada saat itu; dan Mahkamah Agama. Yesus didakwa dalam pengadilan \u201cgerejawi\u201d dengan tuduhan penghujatan tehadap Allah, karena mengaku sebagai Anak Allah, Sang Mesias. Pengadilan di hadapan para tua-tua Yahudi, di dalam pengadilan agama, menunjukkan sejauh mana para pemimpin Yahudi membenci Yesus karena mereka dengan sembrono mengabaikan hukum mereka sendiri. Terdapat beberapa pelanggaran dalam pengadilan ini jika dilihat dari hukum Yahudi: (1) Tidak boleh ada pengadilan selama waktu perayaan, sedangkan Yesus diadili pada saat Paskah. (2) Setiap anggota pengadilan seharusnya memberikan suara individu untuk menghukum atau membebaskan, namun Yesus dinyatakan bersalah dengan suara bulat (aklamasi). (3) Jika hukuman mati diberikan, maka hukuman tersebut harus dilakukan keesokan harinya; namun Yesus disalibkan hanya beberapa jam setelah diadili. (4) Orang Yahudi tidak memiliki kewenangan untuk menghukum mati seseorang, namun merekalah yang merencanakan hukuman mati untuk Yesus. (5) Tidak boleh ada pengadilan pada malam hari, namun pengadilan Yesus dilakukan sebelum dini hari. (6) Tertuduh berhak mendapat pembela atau mengajukan pembelaan, namun Yesus tidak mendapatkan satu pun dari hak tersebut. (7) Tertuduh tidak boleh mendapatkan pertanyaan yang memberatkan dirinya, namun Yesus malah ditanyai apakah Dia adalah Kristus. Pengadilan di hadapan penguasa Romawi dimulai dari Pilatus (Yoh 18:23), setelah Yesus dipukuli. Tuduhan yang diberikan kepada-Nya sangat berbeda dengan tuduhan pada saat pengadilan agama. Yesus dituduh telah menghasut rakyat untuk memberontak, melarang orang-orang untuk membayar pajak, dan mengaku sebagai raja. Pilatus tidak menemukan alasan untuk membunuh Yesus, maka dia mengirim-Nya kepada Herodes (Luk 23:7). Herodes pun mengolok-olok Yesus. Untuk menghindari tanggung jawab politik, dia mengirim Yesus kembali kepada Pilatus (Luk 23:11-12). Inilah pengadilan yang terakhir, saat Pilatus berusaha menenangkan orang Israel dengan cara mencambuk Yesus. Pencambukan Romawi sangat mengerikan. Yesus dicambuk sekitar 39 kali. Dalam usaha terakhir untuk membebaskan Yesus, Pilatus menawarkan Barabas saja yang disalibkan dan Yesus dibebaskan, namun tidak berhasil. Orang banyak menyerukan agar Barabas dibebaskan dan Yesus yang disalibkan. Pilatus mengabulkan tuntutan mereka dan menyerahkan Yesus untuk diperlakukan semau mereka (Luk 23:25). Pengadilan Yesus menunjukkan penghinaan besar terhadap hukum. Yesus, orang yang paling tidak berdosa dalam sejarah umat manusia, dinyatakan bersalah dan dihukum mati dengan cara disalib. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pada malam saat Yesus ditangkap, Dia dibawa ke hadapan Hanas, Kayafas dan Mahkamah Agama yang lebih sering dikenal dengan Sanhedrin (Yoh 18:19-24; Mat 26:57). Setelah itu Yesus dibawa ke hadapan Pilatus, gubernur Romawi (Yoh 18:29), dikirim kepada Herodes (Luk 23:7), dan dikirim kembali kepada Pilatus (Luk 23:11-12), yang akhirnya memberikan hukuman mati pada Yesus.<\/p>\n<div>\n<p>Terdapat enam bagian dalam pengadilan Yesus: tiga tahap di pengadilan agama dan tiga tahap di hadapan pengadilan Romawi. Yesus diadili di hadapan Hanas, mantan Imam Besar; Kayafas, Imam Besar pada saat itu; dan Mahkamah Agama. Yesus didakwa dalam pengadilan \u201cgerejawi\u201d dengan tuduhan penghujatan tehadap Allah, karena mengaku sebagai Anak Allah, Sang Mesias.<\/p>\n<p>Pengadilan di hadapan para tua-tua Yahudi, di dalam pengadilan agama, menunjukkan sejauh mana para pemimpin Yahudi membenci Yesus karena mereka dengan sembrono mengabaikan hukum mereka sendiri. Terdapat beberapa pelanggaran dalam pengadilan ini jika dilihat dari hukum Yahudi: (1) Tidak boleh ada pengadilan selama waktu perayaan, sedangkan Yesus diadili pada saat Paskah. (2) Setiap anggota pengadilan seharusnya memberikan suara individu untuk menghukum atau membebaskan, namun Yesus dinyatakan bersalah dengan suara bulat (aklamasi). (3) Jika hukuman mati diberikan, maka hukuman tersebut harus dilakukan keesokan harinya; namun Yesus disalibkan hanya beberapa jam setelah diadili. (4) Orang Yahudi tidak memiliki kewenangan untuk menghukum mati seseorang, namun merekalah yang merencanakan hukuman mati untuk Yesus. (5) Tidak boleh ada pengadilan pada malam hari, namun pengadilan Yesus dilakukan sebelum dini hari. (6) Tertuduh berhak mendapat pembela atau mengajukan pembelaan, namun Yesus tidak mendapatkan satu pun dari hak tersebut. (7) Tertuduh tidak boleh mendapatkan pertanyaan yang memberatkan dirinya, namun Yesus malah ditanyai apakah Dia adalah Kristus.<\/p>\n<p>Pengadilan di hadapan penguasa Romawi dimulai dari Pilatus (Yoh 18:23), setelah Yesus dipukuli. Tuduhan yang diberikan kepada-Nya sangat berbeda dengan tuduhan pada saat pengadilan agama. Yesus dituduh telah menghasut rakyat untuk memberontak, melarang orang-orang untuk membayar pajak, dan mengaku sebagai raja. Pilatus tidak menemukan alasan untuk membunuh Yesus, maka dia mengirim-Nya kepada Herodes (Luk 23:7). Herodes pun mengolok-olok Yesus. Untuk menghindari tanggung jawab politik, dia mengirim Yesus kembali kepada Pilatus (Luk 23:11-12). Inilah pengadilan yang terakhir, saat Pilatus berusaha menenangkan orang Israel dengan cara mencambuk Yesus.<\/p>\n<p>Pencambukan Romawi sangat mengerikan. Yesus dicambuk sekitar 39 kali. Dalam usaha terakhir untuk membebaskan Yesus, Pilatus menawarkan Barabas saja yang disalibkan dan Yesus dibebaskan, namun tidak berhasil. Orang banyak menyerukan agar Barabas dibebaskan dan Yesus yang disalibkan. Pilatus mengabulkan tuntutan mereka dan menyerahkan Yesus untuk diperlakukan semau mereka (Luk 23:25). Pengadilan Yesus menunjukkan penghinaan besar terhadap hukum. Yesus, orang yang paling tidak berdosa dalam sejarah umat manusia, dinyatakan bersalah dan dihukum mati dengan cara disalib. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pada malam saat Yesus ditangkap, Dia dibawa ke hadapan Hanas, Kayafas dan Mahkamah Agama yang lebih sering dikenal dengan Sanhedrin (Yoh 18:19-24; Mat 26:57). Setelah itu Yesus dibawa ke hadapan Pilatus, gubernur Romawi (Yoh 18:29), dikirim kepada Herodes (Luk 23:7), dan dikirim kembali kepada Pilatus (Luk 23:11-12), yang akhirnya memberikan hukuman mati pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35131,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[158,371,103,156,157],"class_list":["post-43160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","tag-jesus-christ","tag-kematian","tag-paskah","tag-yesus","tag-yesus-kristus"],"better_featured_image":{"id":35131,"alt_text":"","caption":"","description":"f9464e37d6aef16043ec96c9fb45e052","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","comment_count":1,"views":"2245","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43160"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43160\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}