{"id":43200,"date":"2021-04-03T10:16:19","date_gmt":"2021-04-03T03:16:19","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43200"},"modified":"2021-04-03T10:16:24","modified_gmt":"2021-04-03T03:16:24","slug":"apakah-makna-di-balik-salib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-makna-di-balik-salib\/","title":{"rendered":"Apakah makna di balik salib?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Secara sederhana, arti salib adalah kematian, Dari abad ke-6 S.M sampai dengan abad ke-4 setelah masehi, salib adalah metode eksekusi yang mengakibatkan kematian dengan cara kejam dan sangat menyakitkan. Ketika disalib, korban itu diikat atau dipaku ke kayu salib dan dibiarkan tergantung disana sampai mati. Kematian tersebut adalah proses yang panjang dan membuat korbannya sangat menderita. Namun, karena Kristus dan kematian-Nya di atas salib, maka makna salib pada hari ini jauh berbeda. Dalam agama Kristen, salib adalah pertemuan antara kasih Allah dan keadilan Allah. Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapuskan dosa dunia (Yohanes 1:29). Rujukan Anak Domba Allah kepada Yesus ditemui pada penetapan hari raya Paskah di dalam Keluaran 12. Bangsa Israel diperintah untuk menyembelih domba yang tak bercacat dan mengoleskan darahnya di atas kusen rumah mereka. Darah itu menjadi pertanda bagi Malaikat Kematian supaya melewati rumah tersebut, meninggalkan penghuni rumah dalam keadaan aman. Ketika Yesus dibaptis Yohanes Pembaptis, Yohanes mengenali Dia dan berseru, &quot;Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia&quot; (Yohanes 1:29), dengan demikian mengidentifikasi Dia serta rencana Allah supaya Ia dikorbankan bagi dosa. Mungkin ada yang bertanya mengapa Yesus harus mati. Inilah pesan yang menyeluruh dalam Alkitab - kisah penyelamatan. Allah menciptakan langit dan bumi, dan Ia menciptakan pria dan wanita menurut rupa-Nya dan menempatkan mereka di Taman Eden untuk menjadi pengurus-Nya di bumi. Akan tetapi karena godaan Setan (sang ular), Adam dan Hawa jatuh dan kehilangan rahmat Allah. Lebih dari itu, mereka mewariskan kutukan dosa pada keturunan mereka sehingga semua orang menerima warisan dosa dan rasa bersalah mereka. Allah Bapa mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia untuk menjadi manusia dan menjadi Juruselamat umat-Nya. Dilahirkan dari seorang perawan, Yesus menghindari kutukan yang menulari semua manusia lain. Sebagai Anak Allah yang tidak berdosa, Ia dapat menjadi korban yang tidak bercacat yang disyaratkan Allah. Keadilan Allah menuntut keadilan dan hukum atas dosa; kasih Allah menggerakkan DiriNya untuk mengutus Anak-Nya yang tunggal menjadi korban pendamaian atas semua dosa. Karena pengorbanan penebusan Yesus di kayu salib, semua yang beriman dan percaya pada-Nya saja bagi keselamatan dijamin kehidupan kekal (Yohanes 3:16). Akan tetapi, Yesus juga memanggil pengikut-Nya untuk menyangkal diri mereka, menanggung salib pribadi mereka sendiri dan mengikuti Dia (Matius 16:24). Konsep &quot;memikul salib&quot; pada jaman ini seringkali kehilangan makna aslinya. Seringkali kita menggunakan &quot;salib&quot; sebagai kiasan akan situasi yang sukar dan tidak menyenangkan (contoh: tingkah laku anak remajaku ini adalah salib yang harus kupikul). Akan tetapi, kita perlu mengingat bahwa Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk menyangkal diri secara radikal. Bagi orang yang tinggal di abad pertama, salib hanya mempunyai satu makna - kematian. &quot;Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya&quot; (Matius 16:25). Kitab Galatia mengulangi tema kematian terhadap diri yang berdosa dan bangkit untuk berjalan dengan Kristus dalam kehidupan baru: &quot;Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku&quot; (Galatia 2:20). Ada berbagai tempat di dunia dimana orang Kristen sedang dianiaya, sampai matipun, hanya karena iman mereka. Mereka kenal baik makna di balik memikul salib pribadi dan mengikuti Yesus dengan nyata. Bagi kita yang belum dianiaya sedemikian rupa, tugas kita masih tetap setia kepada Kristus. Biarpun kita mungkin tidak pernah dipanggil untuk melakukan pengorbanan yang agung, kita harus siap menyerahkan nyawa kita demi kasih Yesus yang telah menyelamatkan Diri-Nya dan memberi nyawa-Nya bagi kita. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Secara sederhana, arti salib adalah kematian, Dari abad ke-6 S.M sampai dengan abad ke-4 setelah masehi, salib adalah metode eksekusi yang mengakibatkan kematian dengan cara kejam dan sangat menyakitkan. Ketika disalib, korban itu diikat atau dipaku ke kayu salib dan dibiarkan tergantung disana sampai mati. Kematian tersebut adalah proses yang panjang dan membuat korbannya sangat menderita. Namun, karena Kristus dan kematian-Nya di atas salib, maka makna salib pada hari ini jauh berbeda.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Dalam agama Kristen, salib adalah pertemuan antara kasih Allah dan keadilan Allah. Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapuskan dosa dunia (Yohanes 1:29). Rujukan Anak Domba Allah kepada Yesus ditemui pada penetapan hari raya Paskah di dalam Keluaran 12. Bangsa Israel diperintah untuk menyembelih domba yang tak bercacat dan mengoleskan darahnya di atas kusen rumah mereka. Darah itu menjadi pertanda bagi Malaikat Kematian supaya melewati rumah tersebut, meninggalkan penghuni rumah dalam keadaan aman. Ketika Yesus dibaptis Yohanes Pembaptis, Yohanes mengenali Dia dan berseru, &#8220;Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia&#8221; (Yohanes 1:29), dengan demikian mengidentifikasi Dia serta rencana Allah supaya Ia dikorbankan bagi dosa.<\/p>\n<p>Mungkin ada yang bertanya mengapa Yesus harus mati. Inilah pesan yang menyeluruh dalam Alkitab &#8211; kisah penyelamatan. Allah menciptakan langit dan bumi, dan Ia menciptakan pria dan wanita menurut rupa-Nya dan menempatkan mereka di Taman Eden untuk menjadi pengurus-Nya di bumi. Akan tetapi karena godaan Setan (sang ular), Adam dan Hawa jatuh dan kehilangan rahmat Allah. Lebih dari itu, mereka mewariskan kutukan dosa pada keturunan mereka sehingga semua orang menerima warisan dosa dan rasa bersalah mereka. Allah Bapa mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia untuk menjadi manusia dan menjadi Juruselamat umat-Nya. Dilahirkan dari seorang perawan, Yesus menghindari kutukan yang menulari semua manusia lain. Sebagai Anak Allah yang tidak berdosa, Ia dapat menjadi korban yang tidak bercacat yang disyaratkan Allah. Keadilan Allah menuntut keadilan dan hukum atas dosa; kasih Allah menggerakkan DiriNya untuk mengutus Anak-Nya yang tunggal menjadi korban pendamaian atas semua dosa.<\/p>\n<p>Karena pengorbanan penebusan Yesus di kayu salib, semua yang beriman dan percaya pada-Nya saja bagi keselamatan dijamin kehidupan kekal (Yohanes 3:16). Akan tetapi, Yesus juga memanggil pengikut-Nya untuk menyangkal diri mereka, menanggung salib pribadi mereka sendiri dan mengikuti Dia (Matius 16:24). Konsep &#8220;memikul salib&#8221; pada jaman ini seringkali kehilangan makna aslinya. Seringkali kita menggunakan &#8220;salib&#8221; sebagai kiasan akan situasi yang sukar dan tidak menyenangkan (contoh: tingkah laku anak remajaku ini adalah salib yang harus kupikul). Akan tetapi, kita perlu mengingat bahwa Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk menyangkal diri secara radikal. Bagi orang yang tinggal di abad pertama, salib hanya mempunyai satu makna &#8211; kematian. &#8220;Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya&#8221; (Matius 16:25). Kitab Galatia mengulangi tema kematian terhadap diri yang berdosa dan bangkit untuk berjalan dengan Kristus dalam kehidupan baru: &#8220;Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku&#8221; (Galatia 2:20).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada berbagai tempat di dunia dimana orang Kristen sedang dianiaya, sampai matipun, hanya karena iman mereka. Mereka kenal baik makna di balik memikul salib pribadi dan mengikuti Yesus dengan nyata. Bagi kita yang belum dianiaya sedemikian rupa, tugas kita masih tetap setia kepada Kristus. Biarpun kita mungkin tidak pernah dipanggil untuk melakukan pengorbanan yang agung, kita harus siap menyerahkan nyawa kita demi kasih Yesus yang telah menyelamatkan Diri-Nya dan memberi nyawa-Nya bagi kita. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Secara sederhana, arti salib adalah kematian, Dari abad ke-6 S.M sampai dengan abad ke-4 setelah masehi, salib adalah metode eksekusi yang mengakibatkan kematian dengan cara kejam dan sangat menyakitkan. Ketika disalib, korban itu diikat atau dipaku ke kayu salib dan dibiarkan tergantung disana sampai mati. Kematian tersebut adalah proses yang panjang dan membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35131,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[427,405,158,425,103,156,157],"class_list":["post-43200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-cross","tag-jalan-salib","tag-jesus-christ","tag-jumat-agung","tag-paskah","tag-yesus","tag-yesus-kristus"],"better_featured_image":{"id":35131,"alt_text":"","caption":"","description":"f9464e37d6aef16043ec96c9fb45e052","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2692","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43200"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43200\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}