{"id":43220,"date":"2026-06-24T18:15:36","date_gmt":"2026-06-24T11:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43220"},"modified":"2026-06-24T18:15:37","modified_gmt":"2026-06-24T11:15:37","slug":"namun-panahnya-tetap-kokoh-dan-lengan-tangannya-tinggal-liat-oleh-pertolongan-yang-mahakuat-pelindung-yakub-kejadian-4924-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/namun-panahnya-tetap-kokoh-dan-lengan-tangannya-tinggal-liat-oleh-pertolongan-yang-mahakuat-pelindung-yakub-kejadian-4924-2\/","title":{"rendered":"Berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: &#8220;Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang menyusui Engkau.&#8221; Tetapi Ia berkata: &#8220;Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.&#8221; [Lukas 11:27-28]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Beberapa orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu Tuhan kita adalah hak yang sangat istimewa, karena mereka menyangka bahwa ia memiliki keuntungan untuk melihat isi hati-Nya yang mana kita tidak dapat melihatnya. Mungkin ada hal yang masuk akal pada anggapan tersebut, tapi tidak banyak. Kita tidak tahu apakah Maria tahu lebih banyak daripada orang lain; apa yang dia tahu disimpan di dalam hatinya; tapi tidak terbaca dari tulisan Penginjil bahwa Maria adalah seorang percaya yang diajar lebih baik daripada murid-murid Kristus. Segala yang dia tahu dapat kita ketahui. Apakah engkau bertanya-tanya mengapa begitu? Berikut adalah ayat yang membuktikannya: &quot;TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.&quot; [Maz 25:14] Ingat kata sang Penguasa\u2014&quot;Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.&quot; [Yoh 15:15] Maka bersyukurlah Pewahyu Ilahi ini memberitahukan isi hati-Nya pada kita, bahwa Ia tidak menyembunyikan apa pun yang menguntungkan kita; jaminan-Nya adalah, &quot;Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.&quot; [Yoh 14:2] Bukankah Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, dan bukan kepada dunia? [Yoh 14:22] Tentu saja, oleh karena itu kita tidak akan sembarangan berteriak, &quot;Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau,&quot; [Luk 11:27] tapi dengan cerdas kita memuji Tuhan bahwa, setelah mendengar Firman Tuhan dan menyimpannya, pertama-tama kita mempunyai persekutuan dengan Juruselamat sebaik yang Perawan itu punyai, dan yang kedua, mengenali rahasia hati-Nya senyata yang kita anggap Maria dapatkan. Betapa bahagianya jiwa, diberikan hak istimewa semacam itu! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Beberapa orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu Tuhan kita adalah hak yang sangat istimewa, karena mereka menyangka bahwa ia memiliki keuntungan untuk melihat isi hati-Nya yang mana kita tidak dapat melihatnya. Mungkin ada hal yang masuk akal pada anggapan tersebut, tapi tidak banyak. Kita tidak tahu apakah Maria tahu lebih banyak daripada orang lain; apa yang dia tahu disimpan di dalam hatinya; tapi tidak terbaca dari tulisan Penginjil bahwa Maria adalah seorang percaya yang diajar lebih baik daripada murid-murid Kristus. Segala yang dia tahu dapat kita ketahui. Apakah engkau bertanya-tanya mengapa begitu? Berikut adalah ayat yang membuktikannya: &#8220;TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Maz%2025:14\">Maz 25:14<\/a>] Ingat kata sang Penguasa\u2014&#8221;Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yoh%2015:15\">Yoh 15:15<\/a>] Maka bersyukurlah Pewahyu Ilahi ini memberitahukan isi hati-Nya pada kita, bahwa Ia tidak menyembunyikan apa pun yang menguntungkan kita; jaminan-Nya adalah, &#8220;Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yoh%2014:2\">Yoh 14:2<\/a>] Bukankah Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, dan bukan kepada dunia? [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yoh%2014:22\">Yoh 14:22<\/a>] Tentu saja, oleh karena itu kita tidak akan sembarangan berteriak, &#8220;Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau,&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Luk%2011:27\">Luk 11:27<\/a>] tapi dengan cerdas kita memuji Tuhan bahwa, setelah mendengar Firman Tuhan dan menyimpannya, pertama-tama kita mempunyai persekutuan dengan Juruselamat sebaik yang Perawan itu punyai, dan yang kedua, mengenali rahasia hati-Nya senyata yang kita anggap Maria dapatkan. Betapa bahagianya jiwa, diberikan hak istimewa semacam itu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Beberapa orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu Tuhan kita adalah hak yang sangat istimewa, karena mereka menyangka bahwa ia memiliki keuntungan untuk melihat isi hati-Nya yang mana kita tidak dapat melihatnya. Mungkin ada hal yang masuk akal pada anggapan tersebut, tapi tidak banyak. Kita tidak tahu apakah Maria tahu lebih banyak daripada orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-43220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"15","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43220"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69108,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43220\/revisions\/69108"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}